Sunday, August 14, 2011

SUCK SEED


Genre : komedi
Sutradara : Chayanop Boonprakob
Pemain : Jirayu Laongmanee,Pachara Chirathivat,Thawat Pornrattanaprasert,Nattasha Nauljam
Musik : Genie Records
Tanggal rilis : 17 Maret 2011
Durasi : 130 menit

Film Thayland yang sangat bergaya ABG (anak baru gede) ini bercerita tentang usaha seorang anak laki-laki pemalu bernama Ped untuk menjaga hubungan cinta dengan pacarnya yang bernama Ern sekaligus menjaga persahabatan dengan sahabatnya yaitu Koong yang juga jatuh cinta pada Ern.

Film ini diawali ketika Ped, Koong dan Ern masih bersekolah di sekolah dasar dan berada di satu kelas. Walaupun karakter Ped dan Koong sangat bertolak belakang tapi mereka bisa bersahabat, Ped sangat pendiam dan selalu terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan sehingga berkesan pemalu sedangkan Koong terlihat terlalu percaya diri (over confidence) sehingga terlihat selalu meledak-ledak.

Digambarkan bahwa Ped sangat peragu sehingga jika mendapat tugas menyanyi di depan kelas, ia selalu kebingungan memilih lagu, Ern yang selalu membantu Ped dalam keadaan seperti itu.
Agar Ped tidak lagi kebingungan memilih lagu jika mendapat tugas menyanyi di depan kelas, Ern meminjami Ped sebuah kaset, maklum orang tua Ern mencari nafkah dengan berjualan kaset.
Disini sudah terlihat bahwa Ped dan Ern sudah saling jatuh cinta sejak masih SD hanya Ped yang tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Ern.
Tetapi sayang hubungan Ped dan Ern terhenti karena setelah lulus SD, Ern dan orang tuanya pindah ke luar kota yaitu Bangkok.

Tapi kalau sudah jodoh memang mau kemana, setelah SMP Ern kembali dari Bangkok dan kembali satu kelas dengan Ern dan Koong. Tetapi disinilah semua masalah berawal karena Ern tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sehingga tidak hanya Ped tetapi Koong juga jatuh cinta pada Ern.

Tetapi karena sifat pemalunya, Ped tidak berani menunjukkan rasa cintanya pada Ern padahal sebenarnya Ern menerima cintanya, berbeda dengan Koong ia terus terang berkata bahwa ia jatuh cinta pada Ern dan meminta Ped membantunya untuk mendapatkan Ern. Demi menjaga perasaan sahabatnya, Ped terpaksa menuruti ajakan Koong.
Maka dimulailah usaha Koong untuk menarik perhatian Ern dengan dibantu Ped. Koong dan Ped berusaha menunjukkan kemampuannya untuk menarik perhatian Ern dengan bermain basket, yoyo, ski dan lain-lain tetapi semuanya gagal total karena Ped dan Koong memang tidak berbakat di bidang itu.

Sampai akhirnya Koong mendapat ide untuk menarik perhatian Ern dengan cara mewujudkan impiannya sejak masih SD yaitu menjadi pemusik. Koong sebenarnya adalah anak kembar dan kembarannya yang bernama Kay sudah sukses bermain musik dengan grup musiknya yang bernama Arena.
Maka untuk mewujudkan idenya, Koong membentuk grup musik dengan ia sebagai vokal merangkap gitaris dan Ped sebagai pemain bas sedangkan sebagai drummer diserahkan kepada Ex yang tadinya adalah pemain basket tetapi selalu gagal sehingga bersedia bergabung dengan grup musik Koong.

Tetapi sayang sekali, musik yang dimainkan grup musik Koong bukanlah jenis musik yang populer dan banyak digemari remaja pada saat itu yaitu rock heavy metal maka akibatnya grup musik Koong hanya menjadi bahan tertawaan dan hinaan teman-temannya.
Untung Koong, Ped dan Ex tidak patah semangat dan terus bermain musik.

Sampai suatu ketika Koong, Ped dan Ex tahu bahwa ternyata Ern juga punya bakat musik yaitu menyanyi dan bermain gitar. Sebagai sarana untuk mendekati Ern, Koong meminta Ern untuk melatih grup musiknya dan Ern menyanggupi permintaan Koong itu.
Ern bersedia melatih grup musik Koong hanya karena ia ingin berdekatan dengan Ped, remaja yang dicintainya.

Sebenarnya ketika berlatih musik bersama Ern sudah terlihat tanda-tanda cinta antara Ern dan Ped tetapi Ped tidak juga berani menyatakn cintanya. Lebih parah lagi, Koong tidak hanya tidak merasakan sinyal-sinyal cinta Ped dan Koong tetapi ia malah merasa bahwa Ern menanggapi cintanya dan dengan sangat percaya diri ia menyatakan cintanya pada Ern.
Pernyataan cinta Koong jelas langsung ditolak oleh Ern karena ia mencintai Ped dan patah hatilah Koong.

Ternyata tidak hanya Koong yang patah hati tetapi Ex si drummer juga patah hati karena gadis yang dicintainya yaitu Soom ternyata sudah menerima cinta laki-laki lain (seru juga ya.. cinta-cinta monyet ini hehehe…).
Keadaan semakin parah karena Ern meninggalkan grup musik Koong untuk bergabung dengan grup musik saudara kembar Koong yaitu Arena.

Koong dan Ex mengajak Ped melampiaskan kekecewaan hatinya dengan pergi ke Bangkok dengan naik kereta api. Di sepanjang perjalanannya dengan naik kereta api, Koong dan Ex terus menangis dan untuk menunjukkan rasa solidernya, Ped juga ikut menangis walaupun ia tidak patah hati. Hahahaha… lucu ya…

Untung Koong dan Ex tidak kehilangan semangatnya untuk bermain musik bahkan mereka sepakat melampiaskan kekecewaan hati mereka dengan terus bermain musik maka akhirnya Koong memberi nama grup musik mereka SUCKSEED yang merupakan plesetan dari SUCCEED (sukses). Filosofinya adalah walaupun berasal dari para pecundang tetapi pasti akan meraih sukses.
Bahkan Koong mendaftarkan grup musiknya untuk mengikuti festival musik siswa SMP di kota mereka yaitu Hotwave Music Award.

Sementara itu, dengan susah payah Ped akhirnya berani menyatakan cintanya pada Ern dan langsung diterima oleh Ern tetapi untuk menjaga perasaan Koong, Ped merahasiakan bahwa ia sudah jadian dengan Ern.
Usaha Ped untuk menjaga perasaan sahabatnya tidak sia-sia karena grup musik Suckseed bisa masuk ke final Hotwave Music Award bersama grup musik Ern, Arena.

Tetapi sayang sekali ketika final Hotwave Music Award akan digelar, Ern tidak bisa menyembunyikan perasaan cintanya pada Ped, pacarnya dengan terus menyapa dan mengirim SMS sehingga akhirnya Koong tahu hubungan Ern dan Ped.

Betapa hancur dan kecewa hati Koong sehingga ketika tiba giliran grup musik Suckseed tampil di Hotwave Music Award, Koong kehilangan konsentrasinya dan bermain musik dengan kacau bahkan turun panggung sebelum permainan musiknya selesai.
Lebih parah lagi, Koong membubarkan Suckseed dan putus juga persahabatan Koong dan Ped.

Kekecewaan Ped semakin lengkap karena setelah lulus SMP, Ern dan keluarganya kembali ke Bangkok dan kembali terpisahlah Ped dan Ern. Setelah duduk di bangku SMA, Ern dan grup musik Arena nya meraih sukses dengan membuat album rekaman.

Lagi-lagi kalau sudah jodoh mau kemana, ketika diadakan reuni SMP, Ped kembali bertemu dengan Ern. Tetapi walau hubungannya dengan Ern sudah pulih, Ped tetap ingin kembali menjalin persahabatannya dengan Koong karena dalam reuni itu Koong dan Ex juga hadir. Tetapi sayangnya Koong masih marah pada Ped.
Maka Ped nekad naik ke panggung musik dan sambil memainkan gitar menyanyikan lagu grup band Suckseed. Karena Ped bukan vokalis, suaranya tentu saja kacau balau tetapi ia tidak peduli dan terus bernyanyi untuk menarik perhatian Koong.

Koong akhirnya terharu dengan kesungguhan hati Ped maka ia dan Ex naik ke panggung dan bersama-sama memainkan musik grup musik Suckseed.
Akhirnya happy ending juga karena Grup musik Suckseed lahir kembali.


Opini saya tentang film ini :
Menurut saya, satu-satunya kelemahan film ini hanyalah cerita-cerita tambahannya ditampilkan terlalu detail sehingga cukup mengganggu cerita utama film ini, akibatnya film berdurasi 130 menit ini terasa bertele-tele.

Walaupun film ini durasinya lama tetapi tidak membosankan karena dipenuhi dengan lelucon-lelucon yang membuat tertawa. Terutama yang paling membuat saya tidak mengantuk adalah memandang kecantikan pemeran Ern (Nattasha Nauljam), hati-hati bagi para cowok jangan sampai tergila-gila lo..hehehe... dan saya yakin para cewek pasti sangat suka dengan wajah pemeran Ped (Jirayu Laongmanee)  yang cute itu.
Jirayu Laongmanee ini juga yang berperan sebagai anak nakal yang mengikuti pendidikan Bhiksu di film Phobia2 (sinopsisnya sudah saya buat di blog ini).

Kalau tidak percaya berikut ini saya tampilkan foto Nattasha Nauljam yang saya dapat dari kaskus :



Pantas saja film ini jadi box office di Thayland. 

Tuesday, July 26, 2011

IRONCLAD


Genre : action
Sutradara : Jonathan English
Pemain : James Purefoy,Brian Cox,Derek Jacobi,Kate Mara,Paul Giamatti
Tanggal rilis : 4 Maret 2011
Durasi : 121 menit
Film ini bercerita tentang situasi di Inggris pada tahun 1215. Pada saat itu, Raja yang berkuasa di Inggris yaitu Raja John benar-benar memerintah dengan kejam dan sewenang-wenang.
Raja John memungut pajak yang sangat berat bagi rakyatnya dan siapa saja yang melawan akan dihukum tanpa proses peradilan. Lebih gila lagi, Raja John bisa bebas tidur dengan istri baron-baronnya (Baron adalah pejabat kerajaan setingkat Bupati).

Para Baron Inggris tentu saja tidak terima dengan kesewenang-wenangan Raja John kemudian memberontak dengan dibantu para Ksatria Templar.
Ksatria Templar atau Knights Templar adalah sebuah ordo militer Gereja Katolik pada Perang Salib yang anggotanya terdiri dari para bangsawan.
Sistem perang dan kedisiplinan ordo Ksatria Templar yang kuat inilah yang mengilhami terbentuknya pasukan elite atau pasukan khusus di masa sekarang, bahkan doktrin mereka diadopsi oleh Marinir Amerika yaitu “The First To Charge on Enemy and The Last To Retreat " (maju pertama untuk menyerang musuh dan terakhir untuk mundur).

Pemberontakan para Baron dan Ksatria Templar akhirnya berhasil melumpuhkan kekuatan militer Raja John sehingga  dengan disaksikan Paus, Raja John terpaksa menanda tangani Piagam Magna Carta yang isinya Raja John harus menghormati hak asasi rakyatnya dan tidak boleh lagi bertindak sewenang-wenang. Jadi intinya, kekuasaan Raja tidak lagi absolut karena dibatasi oleh hukum.

Pada awalnya Raja John taat pada piagam Magna Carta tetapi berapa bulan kemudian Raja John mengkhianati sendiri piagam yang sudah ditanda tanganinya itu. Raja John menyewa sekitar 1000 tentara bayaran dari Denmark kemudian menyerang para Baron yang dianggapnya telah memberontak.
Agresi militer Raja John berhasil karena beberapa Baron berhasil dikalahkan kemudian langsung dihukum mati.

Setelah menceritakan penyebab utama konflik di film ini, cerita kemudian beralih ke adegan lain yang menggambarkan 3 Ksatria Templar dan seorang Pastor yang baru saja pulang dari Perang Salib tapi terjebak hujan lebat sehingga terpaksa berteduh di kastil seorang baron bernama Baron Damian.
Celakanya, Baron Damian termasuk dalam daftar Baron yang diburu oleh Raja John sehingga keesokan harinya Raja John dan pasukan tentara bayaran menyerbu Kastil Baron Damian dan berhasil mengalahkan pasukan Baron Damian.
Baron Damian sendiri tertangkap dan siap digantung.

Tiga Ksatria Templar dan seorang Pastor yang sudah diberi tempat berteduh oleh Baron Damian berusaha menolong Baron Damian tetapi sehebat-hebatnya keahlian perang 3 Ksatria Templar tentu saja tidak bisa mengimbangi ratusan tentara Raja John. Dua Ksatria Templar tewas dan Sang Pastor dipotong lidahnya.
Untung seorang Ksatria Templar yang bernama Thomas Marshall berhasil melarikan diri dengan membawa Pastor yang lidahnya sudah terpotong tetapi akhirnya Pastor itu tewas karena kehabisan darah.

Thomas Marshall sang Ksatria Templar tentu saja marah dengan kekejian Raja John kemudian melaporkannya kepada Uskup atasannya yaitu Uskup Langton.
Uskup Langton mendukung rencana Thomas Marshall untuk melawan Raja John dan ada satu Baron yang juga mendukung yaitu Baron Albany.
Thomas Marshall dan Baron Albany kemudian mengumpulkan orang-orang untuk membantu perjuangan mereka yaitu Beckett si jago perang tapi playboy, Coteral yang badannya paling besar dan paling sangar tapi lucu, Marks yang ahli panah, dan Guy si tentara muda yang belum punya pengalaman membunuh orang apalagi berperang

Thomas Marshall dengan hanya dibantu 5 orang tentu saja tidak mungkin bisa menghadapi Raja John dan pasukannya maka disusun rencana yaitu Uskup Langton akan minta bantuan pada tentara Prancis kemudian sambil menunggu bantuan dari tentara Prancis, Thomas Marshal dan Baron Albany bersama 3 temannya akan menahan Pasukan Raja john di sebuah kastil yang akan menjadi sasaran agresi militer Raja John yaitu Kastil Rochester.

Keesokan harinya Thomas Marshall dan kawan-kawan berhasil sampai di Kastil Rochester lebih dulu daripada Raja John. Setelah melalui pertempuran kecil, Thomas Marshall dan kawan-kawan berhasil memaksa pemilik Kastil Rochester yaitu Baron Cornhill untuk mau bekerja sama melawan Pasukan Raja john.
Benar-benar suatu keberanian yang mengagumkan, Thomas Marshal dan kawan-kawan dengan hanya dibantu sekitar 20 tentara Kastil Rochester akan melawan pasukan Raja John yang berjumlah ratusan.
Tapi itulah Ordo Ksatria Templar, mereka memang sudah dilatih untuk tidak gentar menghadapi musuh yang lebih banyak dan lebih kuat.

Akhirnya datang juga serangan pertama dari Pasukan Raja John. Walaupun hanya berjumlah 20, tetapi dengan strategi yang jitu pasukan Thomas Marshall berhasil memukul mundur Pasukan Raja John yang berjumlah ratusan.

Datang lagi serangan kedua dari Pasukan Raja John kali ini dengan senjata yang lebih canggih yaitu menara tempur dan ketapel raksasa. Walaupun Marks si pemanah ulung gugur, pasukan Thomas Marshall kembali berhasil memukul mundur pasukan Raja John.

Untuk sementara perang dihentikan karena datang musim dingin tetapi hal itu merupakan kerugian besar bagi pasukan Thomas Marshall karena mereka dikepung oleh pasukan Raja John sehingga tidak mendapat pasokan pangan dan kelaparan. Untung Thomas Marshall berhasil mencuri makanan Raja John sehingga ia dan pasukannya tidak mati kelaparan.

Rasanya kurang lengkap dan kurang asyik jika sebuah film tidak ada cerita romantisnya, demikian juga film ini, terjadi hubungan cinta antara Thomas Marshall dengan putri baron pemilik Kastil Rochester yaitu Isabel. Cinta itu sebenarnya adalah cinta terlarang karena sebagai Ksatria Templar, Thomas Marshall terikat kaul untuk tidak menikah atau menjalin hubungan cinta dengan wanita.

Pasukan Raja John akhirnya menemukan cara untuk menaklukkan Pasukan Thomas Marshall yaitu menyerang dengan diam-diam ketika Pasukan Thomas Marshall sedang beristirahat. Taktik itu berhasil, Pasukan Raja John berhasil menembus benteng Kastil Rochester.

Satu-persatu anak buah Thomas Marshall tewas bahkan Baron Albany tertangkap oleh Raja John dan dihukum mati dengan mengerikan. Hanya tinggal 6 orang yang masih bertahan hidup di dalam Kastil Rochester yaitu Thomas Marshall, Isabel. Beckett, Coteral, Baron Cornhill dan Guy.
Tetapi karena tidak tahan dengan situasi yang mencekam itu, Baron Cornhill bunuh diri.

Untuk mengalahkan Thomas Marshall yang berada di dalam kastil, pasukan Raja John membakar pondasi Kastil Rochester yang terbuat dari kayu sehingga Kastil Rochester akhirnya runtuh dan pasukan Raja John akhirnya bisa masuk.
Setelah bertarung habis-habisan akhirnya Beckett dan Coteral tewas sedangkan Thomas Marshall harus duel mati-matian dengan pemimpin tentara bayaran Raja John yaitu Kapten Tiberius.

Untung di saat yang sangat genting itu datang bantuan yang sangat berharga yaitu datang Uskup Langton dengan ribuan tentara Prancis.
Pasukan Raja John yang melihat ribuan tentara Prancis datang membantu Thomas Marshall apalagi pemimpinnya yaitu Kapten Tiberius bisa dibunuh Thomas Marshall akhirnya ketakutan dan melarikan diri.
Akhirnya runtuhlah kekuasaan Raja John si diktator yang kejam dan jabatan Raja Inggris untuk sementara dipegang oleh Pangeran Prancis.

Film ini diakhiri dengan adegan romantis yaitu karena Thomas Marshall sudah berjasa sangat besar bagi negara dan gereja maka Uskup Langton mengijinkan Thomas Marshall untuk mengundurkan diri dari Ordo Kstaria Templar sehingga bisa menjalin hubungan cinta dengan Lady Isabel.

Opini saya tentang film ini :
Film ini memang cukup menghibur karena penuh dengan adegan perang yang seru dan ceritanya juga tidak rumit. Tetapi ada hal yang membuat saya kurang sreg dengan film ini yaitu di film ini banyak adegan sadis seperti mutilasi yang ditampilkan dengan vulgar.

Tetapi ada point bagus dari film ini yaitu akting pemainnya yang cukup meyakinkan terutama pemeran Thomas Marshall (James Purefoy) yang bisa menampilkan kharisma dan kegagahan seorang Ksatria Templar.

Tuesday, July 19, 2011

KHELEIN HUM JEE JAAN SEY


Genre : drama,action
Sutradara : Ashutosh Gowariker
Pemain : Abhishek Bachchan,Deepika Padukone,Vishakha Singh,Sikandar Kher
Tanggal rilis : 03 Desember 2010
Durasi : 183 menit

Film India yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang perjuangan seorang pejuang kemerdekaan India bernama  Surjya Sen atau yang biasa dipanggil Masterda (guru) karena pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai guru.

Pada waktu itu di tahun 1930, India masih dijajah Inggris dan para pejuang kemerdekaannya dalam berjuang memilih tidak memakai cara kekerasan atau Ahimsa sesuai dengan ajaran pemimpinnya yaitu Mahatma Gandhi.
Pada awalnya Surjya Sen yang tinggal di kota Chittagong bersama 5 teman seperjuangannya yaitu Ganesh , Lokenath , Ambika , Nirmal Sen dan Ananta Singh menuruti ajaran Ahimsa itu.Tetapi karena ajaran Ahimsa itu walaupun sudah dijalankan selama 1 tahun tetap tidak ada hasilnya yaitu penjajah Inggris tetap bercokol di India, bahkan semakin kuat maka Surjya Sen memutuskan untuk melakukan perjuangan dengan senjata atau revolusi.

Surjya Sen sang pemimpin revolusi merencanakan pada tanggal 18 April 1930 pada jam 9.50 malam akan menyerang secara serentak  5 tempat strategis di Chittagong yaitu :
  • Kantor Klub Eropa tempat banyak pejabat Inggris berkumpul sehingga pasukan Surjya Sen bisa menyandera mereka.
  • Gudang senjata tentara Inggris sehingga pasukan Surjya Sen bisa merampas senjata-senjata dan amunisinya.
  • Kantor Polisi Inggris agar para polisi Inggris tidak bisa membantu tentara Inggris.
  • Kantor Telegraf dengan tujuan agar tentara Inggris di kota Chittagong tidak bisa meminta bantuan dari kota lain.
  • Merusak rel kereta api Nangalkote agar bantuan tentara Inggris dari kota lain yang naik kereta api tidak bisa masuk ke kota Chittagong.

Tetapi Surjya Sen mendapat masalah besar yaitu untuk menyerang secara serentak di  5 tempat tentu saja butuh biaya besar, senjata lengkap dan banyak tentara.
Untungnya masalah-masalah itu bisa diatasi karena salah satu teman perjuangan Surjya Sen yaitu Ambika yang bekerja di kantor pemerintah Inggris bisa menggalang dana dari orang-orang India yang bersimpati pada perjuangan Surjya Sen sehingga bisa dipakai untuk membeli senjata walaupun sedikit.

Masalah jumlah personel juga bisa diatasi karena 50 murid laki-laki Surjya Sen yang walaupun masih berusia remaja mau ikut berjuang bertaruh nyawa untuk membela negaranya, ditambah lagi 16 remaja laki-laki yang sakit hati karena lapangan sepakbola tempat mereka bermain sepakbola direbut dengan semena-mena oleh tentara Inggris. Surjya Sen berpesan pada pasukan remajanya agar merahasiakan perjuangan mereka bahkan kepada orang tua mereka.
Kekuatan pasukan Surjya Sen juga bertambah 2 wanita yaitu Pritilata (pacar Nirmal) dan Kalpana (teman Pritilata).
Pasukan Surjya Sen siap bertempur dengan teriakan yang merupakan slogan mereka yaitu “VANDE MATARAM” (hidup tanah air).

Memang masih ada kendala besar yaitu terbatasnya senjata.Pasukan remaja Surjya Sen hanya punya 8 senjata yang dianggap paling canggih pada waktu itu yaitu 1 senapan 303 dan 7 pistol revolver, itupun dengan jumlah peluru yang terbatas.  Jadi yang tidak kebagian 8 senjata itu hanya mendapat senapan kuno yaitu senapan musket.

Senapan musket tentu saja bukan tandingan senapan 303 dan pistol revolver karena hanya bisa menembak sekali itupun pengisian kembali pelurunya makan waktu lama karena harus dibersihkan dulu. Tetapi pasukan Surjya Sen punya peluru senapan musket yang sangat banyak (peluru senapan musket memang berbeda dengan peluru senapan 303 dan pistol revolver yaitu berupa bola besi).
Kelemahan kekurangan senjata itu rencananya akan diatasi dengan menyerang gudang senjata inggris kemudian mengambil senapan-senapan 303 dan pistol-pistol revolvernya.
Upaya lain untuk menutupi kelemahan adalah menyiapkan serangan dengan matang yaitu yaitu berlatih perang dengan giat dan memata-matai target serangan sehingga bisa dibuat petanya.

Akhirnya tibalah tanggal 18 April 1930. Pada pukul 9 malam, Surjya Sen membagi pasukannya menjadi 5 kelompok yang akan menyerang target serangannya masing-masing sesuai rencana kemudian mereka berangkat dengan serentak.

Pada awalnya pasukan Surjya Sen sukses di 3 target yaitu mereka berhasil merebut kantor telegraf dan kantor polisi serta merusak rel kereta api tetapi pasukan Surjya Sen gagal di 2 target lainnya yaitu kantor klub Eropa memang berhasil direbut tetapi ternyata hari itu adalah malam Jumat Agung (malam sebelum Paskah) sehingga para pejabat Inggris tidak ada di Kantor Klub Eropa karena pergi ke gereja.

Dan ini kegagalan yang paling fatal, Pasukan Surjya Sen memang berhasil merebut gudang senjata tentara Inggris dan mengunci ruang tentara Inggris sehingga para tentara Inggris yang sedang tidur itu tidak bisa keluar untuk melakukan serangan balik.
Celakanya, gudang senjata itu hanya berisi senapan 303 dan pistol revolver tetapi tidak dengan pelurunya. Ternyata pelurunya disimpan di dalam ruang tentara Inggris sehingga tentara-tentara Inggris itu tetap bisa menggunakan senapan 303 nya untuk mendobrak pintu yang terkunci kemudian melakukan serangan balik.

Pasukan Surjya Sen yang hanya bersenjata senapan kuno musket tentu saja tidak bisa menandingi tentara Inggris yang bersenjata senapan 303 sehingga pasukan Surjya Sen terpaksa mundur dan melarikan diri ke hutan.

Keesokan paginya, tentara Inggris melakukan pengejaran di hutan. Walaupun senjatanya kalah canggih, pasukan Surjya Sen tetap tidak mau menyerah begitu saja dan melakukan perlawanan dengan gigih. Karena hutan tempat pertempuran itu bernama hutan Jalalabad maka pertempuran itu dikenang sebagai perang Jalalabad.
Pada awalnya senapan musket Pasukan Surjya Sen mampu mengimbangi senapan 303 pasukan Angkatan Darat Inggris tetapi pasukan Inggris mengeluarkan senjata yang lebih canggih yaitu senapan mesin Lewis, akibatnya banyak anak buah Surjya Sen yang gugur.
Surjya Sen dan anak buahnya yang masih hidup terpaksa melarikan diri dan mereka berhasil melarikan diri ke kota Calcutta.

Tentara dan polisi Inggris terus melakukan pengejaran ke Calcutta. Semangat juang anak buah Surjya Sen memang luar biasa, walaupun sudah dalam keadaan terkepung mereka tetap tidak mau menyerah dan melakukan perlawanan tetapi karena tentara dan polisi Inggris terlalu kuat, satu persatu mereka tertangkap atau tertembak mati. Bahkan ada beberapa anak buah Surjya Sen yang bunuh diri karena tidak tahan hidup sebagai buronan, maklum usia mereka memang masih terlalu muda untuk jadi tentara.

Tapi untung Surjya Sen sang pemimpin revolusi belum tertangkap bahkan 2 anak buahnya bisa melakukan pembalasan yaitu Pritilata berhasil meledakkan bom di Kantor Klub Eropa sehingga berhasil menewaskan banyak pejabat Inggris dan Haripada berhasil menembak mati Kepala Polisi Chittagong.
Tetapi setelah itu Pritilata bunuh diri karena pacarnya yaitu Nirmal sudah tertembak mati sedangkan Haripada tertangkap polisi Inggris.
Lebih parah lagi, Surjya Sen dan Kalpana akhirnya juga tertangkap.

Setelah melalui proses pengadilan, semua anak buah Surjya Sen yang tertangkap hidup-hidup dijatuhi hukuman seumur hidup sedangkan Surjya Sen sang pemimpin revolusi dijatuhi hukuman mati dengan digantung.

Ketika akan digantung, di tiang gantungan ada seorang tahanan yang akan digantung  bersama Surjya Sen, tahanan itu bersimpati pada perjuangan Surjya Sen sehingga sebelum digantung sempat berteriak “VANDE MATARAM”.
Surjya Sen sebelum mati digantung juga ingin berteriak “vande mataram” tetapi tidak bisa karena sebelumnya algojo Inggris melakukan penyiksaan brutal yaitu memukul gigi-gigi Surjya Sen dengan palu sampai rontok. Tidak hanya itu, semua sendi kaki dan tangan Surjya Sen juga dihantam dengan palu hingga remuk.
Surjya Sen akhirnya gugur sebagai salah satu Pahlawan India. Seandainya saja di tanggal 18 April 1930 pasukan Surjya Sen berhasil merebut senapan-senapan 303 beserta peluru-pelurunya, ceritanya pasti berbeda ya...

Opini saya tentang film ini :
Menurut saya film ini cukup bagus deh... dua jempol mungkin belum cukup untuk menilainya ya hehehe... Karena seperti biasanya film India, film ini durasinya lama yaitu 3 jam tapi film ini tidak membosankan.
Dan seperti pada biasanya film India, film ini juga dilengkapi dengan banyak nyanyian tapi untung tidak disertai dengan joget-joget kroyokan yang bikin durasi semakin lama itu, lagu-lagu hanya sebagai pengiring adegan saja. Lagu-lagunya cukup bagus lo.. terutama pada bagian akhirnya yang berjudul Vande Mataram.

Yang penting, biasanya setelah menonton film yang diangkat dari kisah nyata, saya pasti penasaran melihat wajah-wajah asli tokoh-tokohnya kemudian mencari di google tapi di film ini saya tidak perlu googling lagi karena di akhir film ini sudah ditampilkan foto-foto asli tokoh-tokohnya.
Tetapi berikut ini saya tampilkan foto-foto dari wikipedia yang mungkin bisa memperlengkap :

Foto tiang gantungan tempat Masterda Surjya Sen digantung :

Tuesday, June 21, 2011

SERDADU KUMBANG


Genre : drama
Sutradara : Ari Sihasale
Penulis :Jeremias Nyangoen
Pemeran : Ririn Ekawati,Titi Sjuman,Putu Wijaya,Asrul Dahlan,Lukman Sardi,Surya Saputra,Monica Sayangbati,Yudi Miftahudin,Leroy Osmani,Dorman Borisman,Aji Santosa,Fachri Azhari,Fanny Fadillah,Gerry Puraatmadja
Musik : Aksan Sjuman
Distributor : Alenia Pictures
Tanggal rilis : 16 Juni 2011
Durasi : 105 menit

Di Kabupaten Sumbawa Barat, tepatnya di Kecamatan Poto Tano ada sebuah desa yang cukup terpencil bernama Desa Mantar, sedemikian terpencilnya sehingga handphone sering tidak ada sinyalnya di sana.
Di desa Mantar itu, tinggal 3 anak laki-laki kelas 6 SD yang bersahabat akrab yaitu Amek, Umbe dan Acan. Ketiga anak itu sering bermain dengan mainan berbentuk kumbang sehingga mereka dijuluki Serdadu Kumbang.

Sayangnya Amek, Umbe dan Acan sering membuat ulah di sekolah mereka sehingga sering dihukum oleh guru mereka yang paling galak yaitu Pak Alim. Gaya mengajar Pak Alim yang terlalu keras itu sering dikritik oleh para orang tua murid bahkan oleh tokoh agama Desa Mantar yaitu Papin (kakek) Haji Maesa.
Dalam prestasi akademis Amek, Umbe dan Acan juga termasuk kurang bahkan Amek yang menderita cacat yaitu bibir sumbing tidak lulus tahun sebelumnya.

Walaupun bandel dan kurang pintar tetapi Amek, Umbe dan Acan punya cita-cita. Umbe dan Acan pasti dengan bangga mengatakan cita-citanya yaitu sebagai Polisi dan Kyai, hanya Amek yang malu mengatakan cita-citanya karena cita-citanya itu sangat bertentangan dengan cacat bibir sumbingnya.


Di desa Mantar ada sebuah pohon tua dan besar yang diberi nama pohon cita-cita. Mengapa diberi nama Pohon cita-cita? Hal itu karena anak-anak desa Mantar punya kebiasaan yaitu menuliskan cita-citanya di sebuah kertas dan dimasukkan botol kemudian digantung di ranting-ranting pohon besar itu dengan harapan cita-citanya tercapai.
Lagi-lagi hanya Amek yang tidak mau menggantungkan botol berisi kertas bertulis cita-cita di pohon cita-cita itu karena takut ditertawakan (Apakah sebenarnya cita-cita Amek? Nanti saja saya ceritakan, makanya baca terus artikel ini ya.. hehehe...).

Pada 3 sahabat serdadu kumbang itu, Amek memang paling bandel dan paling jelek prestasi sekolahnya tetapi ia punya kelebihan yaitu mahir menunggang kuda sehingga sering menjadi juara lomba pacuan kuda bersama kuda kesayangannya yang diberi nama Smodeng.

Amek tinggal bersama ibunya yang bernama Siti dan kakak perempuannya yang bernama Minun sedangkan ayah Amek yaitu Zakaria sudah 3 tahun bekerja sebagai TKI di Malaysia. Zakaria sangat jarang mengirim uang dari Malaysia sehingga untuk membiayai kebutuhan keluarganya, Siti berjualan makanan.
Diceritakan bahwa Amek sangat rindu dengan ayahnya sehingga pernah nekad menukar anak kambingnya dengan handphone agar bisa menelepon ayahnya. Usaha Amek itu tentu saja gagal karena Amek hanya mampu membeli pulsa perdana seharga 5000 rupiah sehingga tidak bisa menelepon ke Malaysia.

Diceritakan juga bahwa kakak Amek yaitu Minun yang duduk di kelas 3 SMP sangat berbeda dengan Amek, Minun patuh pada orang tua dan cukup pintar sehingga langganan juara kelas bahkan ia pernah juara lomba matematika sekabupaten. Seperti kebiasaan anak-anak Desa Mantar, Minun juga menggantungkan botol berisi kertas bertuliskan cita-citanya di pohon cita-cita.
Selain itu, di sekolah Amek ada seorang guru wanita yang sangat baik kepada muridnya yaitu Bu Guru Imbok.

Sebagian besar bagian awal film ini memang menceritakan kenakalan Amek dan 2 sahabatnya tetapi ada juga yang menceritakan kebaikan Amek yaitu ketika ia menolong seorang pendatang di Desa Mantar bernama Ketut yang sepeda motornya mogok.
Amek membantu Ketut dengan menarik sepeda motornya yang mogok dengan Smodeng, kuda kesayangan Amek sehingga Ketut bisa sampai di tujuan.
Sebagai balas jasa, Ketut mengajak seluruh siswa di sekolah Amek berkunjung di ssebuah sekolah dasar di kota.

Saat yang dinantikan Amek akhirnya tiba, ayah Amek yaitu Zakaria akhirnya pulang. Tetapi kedatangan ayah Amek itu ternyata membawa masalah besar karena Zakaria menjual jam Rolex yang dibelinya dari Malaysia kepada seorang penjual jam di pasar seharga 4 juta rupiah.
Ternyata jam Rolex yang dijual Zakaria palsu sehingga si penjual jam meminta Zakaria mengembalikan uangnya. Celakanya Zakaria tidak bisa mengembalikan uang 4 juta itu karena sudah dipakai untuk membayar hutang akibatnya si penjual jam membawa pergi Smodeng, kuda kesayangan Amek.

Amek tentu saja sangat sedih dan histeris melihat kuda kesayangannya yang sudah sering memberinya piala lomba balap kuda itu dibawa pergi. Untung Minun kakak Amek ternyata sangat sayang kepada Amek sehingga ia rela menebus Smodeng dengan uang tabungannya yang rencananya akan dipakai untuk biaya melanjutkan pendidikan ke SMA.

Amek kembali menemukan semangat hidupnya tetapi masalah yang lebih penting menghadang yaitu ujian nasional sudah dekat.
Untung Bu Guru Imbok berhasil memotivasi Amek dan semua siswa kelas 6 di sekolahnya untuk belajar lebih giat agar bisa lulus ujian nasional.
Bu Guru Imbok memang benar-benar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, di luar jam mengajar di sekolah, Bu Guru Imbok rela memberi pelajaran tambahan kepada siswa-siswa kelas 6 SD di Desa Mantar. Bahkan Bu guru Imbok juga mengajar membaca bagi orang-orang tua di desa Mantar yang masih buta huruf.

Sayangnya kemajuan siswa kelas 6 SD di Desa Mantar itu tidak diikuti oleh siswa kelas 3 SMP nya. Anak-anak kelas 3 SMP di Desa Mantar jarang yang mau mengikuti pelajaran tambahan dari Bu Guru Imbok.
Lebih parah lagi, anak-anak kelas 3 SMP itu dan orang tuanya agar bisa berhasil di ujian nasional malah pergi ke paranormal.

Akibatnya bisa ditebak, setelah ujian nasional selesai dan hasilnya diumumkan, semua anak kelas 3 SMP di Desa Mantar termasuk Minun tidak lulus ujian nasional.
Minun tentu saja sangat terpukul karena ia selalu menjadi juara kelas bahkan sering juara lomba matematika. Sebagai pelampiasan kekecewaannya, Minun nekad memanjat pohon cita-cta sendirian untuk mengambil kembali botol berisi kertas bertuliskan cita-cita yang dulu digantungkannya.
Malang bagi Minun, ia jatuh dari pohon cita-cita dan meninggal dunia.

Dengan kematian kakak yang sangat disayanginya, Amek tentu saja sangat sedih bahkan sampai jatuh sakit. Untung ada yang hal yang bisa menghibur Amek yaitu Smodeng, kuda kesayangannya masih ada dan pada saat itu ada lagi lomba balap kuda.
Amek langsung sembuh dari sakitnya dan mengikuti lomba balap kuda bersama Smodeng.

Ada lagi hal yang menggembirakan bagi Amek yaitu ketika hasil ujian nasional SD diumumkan, hasilnya Amek dan seluruh siswa kelas 6 SD di sekolahnya lulus.
Masih ada lagi sumber kegembiraan Amek, Bu Guru Imbok dengan dibantu Ketut bisa mengusahakan penyembuhan cacat bibir sumbing Amek dengan operasi.

Tiga bulan kemudian, bibir Amek sudah normal seperti anak-anak lainnya kemudian bersama 2 sahabatnya yaitu Umbe dan Acan ia berjanji akan belajar lebih giat untuk mencapai cita-citanya.

Pada bagian akhir film ini, Amek dan semua teman sekolahnya bersama Bu Guru Imbok merayakan keberhasilan mereka di ujian nasional dengan melepaskan kumbang-kumbang yang digantungi kertas bertuliskan cita-cita mereka.
Karena bibirnya sudah normal, Amek tidak malu lagi menuliskan cita-citanya. Ternyata cita-cita Amek adalah menjadi penyiar berita di televisi.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Setelah saya tunggu-tunggu akhirnya muncul lagi film produksi Alenia Pictures. Saya memang selalu menunggu film produksi Alenia Pictures setelah menonton film Alenia Picture sebelumnya yaitu Tanah Air Beta yang cukup memikat itu.

Alenia Pictures adalah perusahaan film yang didirikan oleh sepasang suami istri yang juga pemain film yaitu Ari Sihasale (biasa dipanggil Ale) dan Nia Zulkarnaen. Oleh karena itulah perusahaan filmya diberi nama Alenia yang merupakan singkatan dari Ale dan Nia.
Film-film produksi Alenia Pictures selalu bertema anak-anak di daerah terpencil dan bisa membangkitkan semangat nasionalis, sangat cocok ditonton bersama keluarga.

Selamat deh.. buat mas Ale dan mbak Nia karena film ini tidak kalah bagus dengan film-film sebelumnya, saya tunggu film-film berikutnya...
anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :
Custom Search