Friday, July 28, 2017

THE CRUCIFIXION

Genre : Horror
Sutradara : Xavier Gens   
Pemain : Sophie Cookson,Corneliu Ulici, Brittany Ashworth, Matthew Zajac, Diana Vladu,Florian Voicu, Radu Bânzaru
Musik : David Julyan         
Durasi : 92 menit
Tanggal rilis : 18 Juli 2017

Film yang didasarkan dari kisah nyata ini bercerita tentang proses eksorsisme (pengusiran iblis yang merasuki manusia) yang gagal sehingga merenggut nyawa manusia yang dirasukinya. Peristiwa itu terjadi di Rumania tahun 2004, Pastor/Romo yang terlibat pada eksorsime itu adalah Romo Anton Dimitru dengan dibantu 5 biarawati. Sedangkan korban eksorsisme yang gagal sehingga meninggal itu adalah seorang biarawati yaitu Suster Adeline Marinescu.
Akibat pengusiran iblis yang gagal sehingga merenggut nyawa itu, Romo Anton bersama biarawati-biarawati pembantunya harus berurusan dengan polisi.

Cara Romo Anton melakukan eksorsisme pada Suster Adeline memang sangat ekstrim. Karena iblis yang merasuki Suster Adeline sangat kuat sehingga bisa mendatangkan hujan bahkan bisa membuat Suster Adeline terbang, maka Romo Anton mengikat Suster Adeline pada kayu salib tanpa makan dan minum selama 3 hari.


Atasan Romo Anton yaitu Uskup Gornik menganggap tindakan Romo Anton keterlaluan sehingga menyuruh menghentikannya pada hari ketiga. Suster Adeline meninggal ketika dibawa ke rumah sakit sehingga Romo Anton dan para biarawatinya dituduh telah membunuh. Romo Anton membantah telah membunuh dan bersikeras bahwa pada hari ketiga itu, iblis hampir terusir dan Suster Adeline bisa selamat jika eksorsisme tidak dihentikan.


Bagaimana ceritanya Suster Adeline bisa dirasuki Iblis? Hal itu berawal ketika Suster Adeline dikirim ke Jerman untuk bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah keluarga. Sayang sekali di Jerman Suster Adeline mengingkari kaulnya karena jatuh cinta pada seorang pemuda Jerman bahkan sampai menyerahkan keperawanannya. Tapi Suster Adeline sangat kecewa karena pemuda Jerman itu akhirnya meninggalkannya maka Suster Adeline memutuskan kembali ke Rumania dalam keadaan depresi.

Disinilah awal petaka, seorang dalam keadaan depresi jiwanya sangat labil sehingga mudah dirasuki iblis. Suster Adeline kerasukan dari iblis yang sebelumnya merasuki seorang pastor bernama Romo Gabrielle. Pada film ini diceritakan bahwa iblis bisa berpindah merasuki dengan sentuhan badan.

Suster Adeline memang sangat dekat dengan Romo Gabrielle sehingga dianggap seperti ayahnya sendiri. Pada waktu itu Romo Gabrielle dirasuki iblis sehingga bunuh diri dengan meloncat dari menara dan jatuh tepat di depan Suster Adeline.
Suster Adeline tentu saja sangat sedih dengan kematian ayah angkatnya itu dan memeluk Romo Gabrielle yang sedang sekarat. Akhirnya Romo Gabrielle meninggal di pelukan Suster Adeline, disinilah iblis berpindah merasuki Suster Adeline.

Sejak saat itu itu Suster Adeline sering bertingkah aneh maka keluarganya mengira mengalami gangguan jiwa dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Karena di rumah sakit jiwa Suster Adeline tidak sembuh bahkan semakin parah, maka keluarganya menyimpulkan bahwa Suster Adeline dirasuki iblis dan minta tolong pada Romo Anton untuk melakukan eksorsisme. Sebelumnya Romo Anton memang sudah sering melakukan eksorsisme dan selalu berhasil.


Kematian Suster Adeline yang misterius itu menarik perhatian wartawati Amerika bernama Nicole Rawlins sehingga ia pergi ke Rumania untuk menyelidiki penyebab sebenarnya kematian Suster Adeline.

Nicole bekerja keras menyingkap misteri kematian Suster Adeline dengan mewawancarai orang-orang yang terlibat yaitu Romo Anton sendiri, Uskup Gornik, saudara-saudara Suster Adeline bahkan ke rumah sakit jiwa tempat Suster Adeline pernah dirawat.


Walaupun sudah berusaha dengan gigih, Nicole tetap tidak berhasil mengungkap misteri kematian Suster Adeline termasuk mengetahui nama iblis yang merasukinya karena menurut Romo Anton, sangat penting mengetahui nama iblis yang merasuki agar bisa diketahui metode eksorsisme yang tepat.


Yang membuat Nicole tidak tahan adalah ia mulai diganggu oleh iblis yang merasuki Suster Adeline dan Nicole juga diganggu oleh seorang anak laki-laki gypsi bernama Tavian. Sepertinya Tavian pernah dirasuki oleh iblis yang merasuki Suster Adeline.


Karena merasa jiwanya semakin terancam, Nicole akhirnya menyerah dan memutuskan untuk kembali ke Amerika. Tapi Nicole berubah pikiran ketika dalam perjalanan ke airport ia melewati makam Romo Gabrielle. Sepertinya akan ada titik terang jika Nicole menyelidiki Romo Gabrielle.

Setelah menelusuri arsip-arsip Romo Gabrielle akhirnya Nicole mengetahui bahwa Romo Gabrielle juga sering melakukan eksorsisme dan yang terakhir adalah menolong Tavian, iblis yang merasuki Tavian sama dengan yang merasuki Suster Adeline. Tavian memang sembuh tapi iblis yang merasukinya berpindah merasuki Romo Gabrielle dan berpindah lagi ke tubuh Suster Adeline.


Mengetahui fakta penting itu, Nicole langsung ke rumah Tavian dan akhirnya terbongkarlah misteri. Akhirnya bisa diketahui nama iblis yang merasuki Tavian, Romo Gabrielle dan Suster Adeline. Tapi celakanya iblis itu merasuki Nicole, untung sebelumnya Nicole sempat menelepon Romo Anton sehingga Romo Anton yang ahli eksoRsisme itu bisa datang dan menyelamatkan Nicole.

Siapakah nama iblis itu? Dan bagaimana cara Romo Anton menyelamatkan Nicole? Agar lebih puas saya persilahkan untuk menonton sendiri film horror thriller ini.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Film ini sangat berbeda dengan film horror lainnya. Jika film horror lain biasanya meneror penonton dengan pemandangan yang mengerikan, film ini malah menampilkan keindahan pemandangan desa di Rumania yang eksotis dan sangat memanjakan mata. Tapi walaupun begitu, adegan horrornya tetap menegangkan dan menakutkan sekali.


Tapi yang membuat saya kecewa adalah walaupun Nicole berhasil mengungkap bahwa Suster Adeline benar-benar dirasuki iblis bahkan bisa tahu nama iblisnya, hal itu tetap tidak bisa menyelamatkan Romo Anton dari jeratan hukum. Romo Anton dan para biarawatinya tetap terbukti melakukan pembunuhan dan dipenjara selama 7 tahun. Yang membuat saya salut, setelah keluar dari penjara, Romo Anton tetap tidak jera, Romo Anton dan para biarawatinya tetap mau melakukan eksorsisme pada orang-orang yang kerasukan.

Tuesday, July 25, 2017

DUNKIRK

Genre : Action
Sutradara : Christopher Nolan
Pemeran: Fionn Whitehead,Tom Glynn-Carney,Jack Lowden,Harry Styles,Aneurin Barnard,James D'Arcy,Barry Keoghan,Kenneth Branagh,Cillian Murphy,Mark Rylance,Tom Hardy
Musik: Hans Zimmer
Tanggal rilis : 13 Juli 2017
Durasi : 106 menit

Film ini terinspirasi dari kisah nyata pada Perang Dunia ke-2 yaitu ketika pasukan sekutu mengadakan Operasi Dynamo selama 9 hari dari tanggal 27 Mei sampai dengan 4 Juni 1940. Operasi Dynamo adalah evakuasi pasukan sekutu yang terjebak oleh kepungan pasukan Jerman di Pantai Dunkirk di Prancis.

Pada waktu itu pasukan Jerman dengan serangan kilatnya atau Blitzkrieg memang berada di atas angin sehingga berhasil mendesak dan mengepung pasukan sekutu yang terdiri dari pasukan Inggris, Perancis, Belgia, dan Kanada ke Pantai Dunkirk di Prancis. Ada sekitar 400 ribu tentara sekutu yang harus dievakuasi ke daratan Inggris agar tidak habis dibantai oleh pasukan Jerman.

Christopher Nolan sang sutradara membagi film ini menjadi 3 bagian yaitu The Mole (tanggul), The Sea (laut) dan The Air (udara). Berikut ini sinopsis ketiga bagian itu :

The Mole
Bagian ini menceritakan sekitar 400 ribu tentara sekutu yang menunggu untuk dievakuasi di Pantai Dunkirk. Kapal besar tidak mungkin mendarat di pantai Dunkirk karena airnya terlalu dangkal tapi kapal kecil juga tidak bisa mengangkut para tentara karena kapasitasnya terlalu kecil sehingga para tentara itu menunggu kapal besar di tanggul (mole).


Dari para tentara itu ada seorang tentara muda Inggris bernama Tommy yang mendapat sahabat baru yaitu seorang tentara Inggris juga yang bernama Gibson. Agar bisa segera terangkut, Tommy dan Gibson bersembunyi di bawah tanggul agar bisa segera diangkut oleh kapal mana saja.

Akhirnya Tommy dan Gibson bisa terangkut sebuah kapal Inggris tapi sayang sekali kapal itu tenggelam terkena torpedo Jerman. Untung saja Tommy dan Gibson bisa selamat dan bisa sampai di pantai. Tommy dan Gibson juga mendapat teman baru yaitu seorang tentara Inggris bernama Alex.


Keesokan harinya Tommy Gibson dan Alex menaiki sebuah kapal kecil tanpa awak bersama beberapa tentara Inggris lainnya untuk menunggu diangkut oleh kapal besar, tapi sayang kapal kecil itu terbawa arus ke wilayah kekuasaan Jerman sehingga ditembaki oleh tentara Jerman.

Keadaan semakin parah karena terjadi konflik yaitu para tentara Inggris curiga bahwa Gibson adalah mata-mata Jerman. Hal itu disebabkan karena Gibson jarang berbicara dan ketika bicara, logat Bahasa Inggrisnya aneh. Ternyata Gibson adalah tentara Prancis yang memakai seragam tentara Inggris yang sudah mati agar bisa segera diangkut.

The Sea
Karena jumlah kapal perang untuk mengevakuasi para tentara di Pantai Dunkirk terbatas maka Angkatan Laut Inggris mengambil keputusan memanggil sukarelawan dari kapal sipil untuk pergi ke Pantai Dunkirk dan ikut mengevakuasi,
Dari para sukarelawan itu ada sebuah kapal nelayan milik Dawson yang berangkat ke Dunkirk bersama anaknya Peter dan teman Peter bernama George.


Dalam perjalanan menuju Dunkirk, Dawson menyelamatkan seorang tentara Inggris yang kapalnya tenggelam terkena torpedo U-Boat (kapal selam Jerman). Tapi tentara Inggris itu trauma dengan pertempuran di Dunkirk dan memaksa Dawson agar kembali ke Inggris. Terjadilah perkelahian tapi tentu saja tentara lebih kuat sehingga dapat mendorong George sampai jatuh ke geladak bawah. George terluka parah dan akhirnya tewas. Untunglah tewasnya George membuat tentara itu sadar dan bersedia ikut ke Dunkirk.

The Air
Tiga pilot tempur angkatan Udara Inggris mendapat tugas ke Dunkirk untuk melindungi para tentara sekutu yang akan dievakuasi dari serangan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman). Ketiga pilot tempur itu mengendarai pesawat tempur yang canggih pada masa itu yaitu Spitfire.


Dalam perjalanan ke Dunkirk, ketiga pilot Inggris itu diserang oleh pesawat tempur Jerman. Serangan itu berhasil dihalau tapi seorang pilot Inggris tertembak jatuh dan gugur. Tinggal 2 pilot yaitu Farrier dan Collins. Tapi pesawat Collins tertembak juga, untung jatuh di laut dan Collins bisa diselamatkan oleh kapal Dawson.
Tinggal Farrier yang bisa terbang ke Dunkirk untuk melanjutkan tugasnya.

Penggabungan ketiga bagian The Mole, The Sea dan The Air
Ketiga bagian film ini digabungkan ketika kapal Dawson dan pesawat Farrier sampai di Pantai Dunkirk.

Karena terus ditembaki oleh tentara Jerman, kapal yang ditumpangi oleh Tommy, Gibson, Alex dan beberapa tentara Inggris lainnya akhirnya tenggelam. Untung saja Tommy dan Alex bisa diselamatkan oleh kapal Dawson, tapi sayang sekali Gibson terjebak rantai kapal dan tewas tenggelam.

Kapal Dawson dan beberapa kapal sipil lainnya berhasil menyelamatkan banyak tentara sekutu tapi datang sebuah pesawat tempur Jerman yang melakukan serangan sehingga banyak menenggelamkan kapal dan menewaskan banyak tentara sekutu.


Farrier dengan pesawat Spitfirenya berhasil menembak jatuh pesawat tempur Jerman itu tapi sayang sekali bahan bakar pesawat Farrier habis sehingga tidak bisa mendarat di wilayah kekuasaan sekutu tapi di wilayah kekuasaan Jerman. Farrier tertangkap oleh tentara Jerman tapi sebelum tertangkap, Farrier sempat meledakkan Spitfirenya agar tidak bisa dimanfaatkan Jerman.

Akhirnya Operasi Dynamo berhasil diselesaikan dengan baik, tercatat 338.226 tentara sekutu berhasil diselamatkan. Diceritakan juga, walaupun kehilangan sahabat tapi Dawson dan Peter sangat senang karena pemerintah Inggris mengangkat George sebagai Pahlawan Dunkirk.

Opini Saya Tentang Film Ini
Menurut saya film ini sangat seru dan menjadi tontonan wajib bagi penggemar film perang tapi alur cerita film ini agak membingungkan karena dibagi menjadi 3 bagian tapi tiga bagian itu tidak berurutan melainkan meloncat-loncat. Semoga sinopsis film ini bisa membantu bagi yang kebingungan dengan alur ceritanya.

Saya ingin membahas tentang sejarah Operasi Dynamo di Pantai Dunkirk ini. Kelihatannya keberhasilan Operasi Dynamo merupakan mukjizat karena berhasil menyelamatkan 338.226 tentara sekutu dari kepungan pasukan Jerman yang waktu itu sedang kuat-kuatnya.
 
Foto asli Operasi Dynamo di Pantai Dunkirk
Tapi sebenarnya keberhasilan Operasi Dynamo itu disebabkan oleh kesalahan Hitler. Pasukan Jerman bisa saja menyerang pasukan sekutu di Pantai Dunkirk yang dalam kondisi lemah itu, dan jika serangan itu dilakukan bisa dipastikan sekitar 400 ribu tentara sekutu akan mati konyol sehingga kekuatan sekutu melemah dan Jerman bisa menang perang. Tapi entah mengapa Hitler memerintahkan untuk menghentikan serangan ke Dunkirk sehingga memberi kesempatan para tentara sekutu dievakuasi.
 
Foto Asli Operasi Dynamo di Pantai dunkirk
Sampai sekarang tidak diketahui alasan pasti Hitler memerintahkan penghentian serangan ke Dunkirk itu tapi hal itu dianggap blunder Hitler yang pertama pada Perang Dunia ke-2. Ratusan ribu tentara sekutu yang selamat dari Dunkirk itu kelak akan berbalik memukul pasukan Jerman sehingga Jerman keok di Perang Dunia ke-2.


Sebagai penutup, saya sangat merekomendasikan film ini bagi para penggemar film perang dan film action.

Thursday, November 24, 2016

HACKSAW RIDGE

Genre : Drama Action
Sutradara : Mel Gibson
Pemeran : Andrew Garfield,Vince Vaughn,Sam Worthington,Luke Bracey,Teresa Palmer,Hugo Weaving,Rachel Griffiths
Musik : Rupert Gregson-Williams
Tanggal rilis :4 September 2016
Durasi :131 menit

Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang tentara unik bernama Desmond Doss. Mengapa bisa unik? Karena Desmond Doss adalah seorang tentara muda Amerika pada Perang Dunia ke-2 yang ketika berperang tidak pernah membawa senjata apapun, tapi anehnya ia bisa mendapat medali yang merupakan penghargaan tertinggi di Militer Amerika yaitu  Medal of Honor. Bagaimana bisa demikian? Begini ceritanya :

Sejak menjalani pelatihan sebagai calon prajurit, Desmond Doss cukup membuat pusing para atasannya karena Desmond Doss tidak mau memegang senjata apalagi menembak. Bagaimana mungkin seorang tentara tanpa senjata?


Para atasan Desmond Doss sampai berusaha berbagai macam cara untuk membuat Desmond Doss mau memegang senjata bahkan sampai menyuruh pacar Desmond Doss yang bernama Dorothy untuk membujuknya, tapi Desmond Doss tetap teguh pada pendiriannya (atau keras kepala nih...).
Lebih merepotkan lagi, Desmond Doss selalu minta libur di hari Sabtu. Hal itu karena Desmond Doss adalah jemaat Gereja Advent Hari Ketujuh yang menganggap hari Sabtu adalah hari Sabat sehingga tidak boleh bekerja.

Ada 3 alasan mengapa Desmond Doss tidak mau membunuh. Alasan pertama, Desmond Doss sangat religius sehingga taat pada Alkitab yaitu tidak boleh membunuh. Alasan kedua Desmond Doss hampir membunuh kakaknya sendiri ketika sedang berkelahi dengan kakaknya itu. Alasan ketiga, Desmond Doss pernah memisahkan kedua orangtuanya ketika sedang bertengkar hebat, begitu hebatnya sehingga ayah Desmond Doss sampai mengeluarkan pistol dan hampir membunuh istrinya sendiri jika Desmond Doss tidak berhasil merebut pistol itu.

Kalau tidak mau membunuh mengapa Desmond Doss mendaftar sebagai tentara? Desmond Doss memang ingin membela negaranya yang sedang berperang itu tapi ia ingin di bagian paramedis atau perawat, sayangnya ia ditempatkan di bagian tempur karena memang bagian itu yang sedang banyak dibutuhkan.

Karena sikapnya itu, Desmond Doss tidak hanya dibenci atasannya tapi juga kawan-kawannya karena dianggap sebagai pengecut. Sedemikian bencinya sehingga Desmond Doss pernah dihajar beramai-ramai. Tapi hati Desmond Doss memang sangat mulia karena ia tidak sedikitpun dendam pada kawan-kawannya dan tetap bertahan mengikuti pelatihan.


Tapi bagaimanapun juga sikap Desmond Doss itu merupakan pembangkangan dan merupakan pelanggaran sangat berat di militer Amerika.
Karena sudah muak, para atasan Desmond Doss mengajukan Desmond Doss ke mahkamah militer dengan tuduhan pembangkangan. Desmond Doss sempat dipenjara dan hampir dikeluarkan dari Angkatan Darat Amerika. Untung saja ayah Desmond Doss yaitu Thomas Doss yang merupakan veteran Perang Dunia ke-1 bisa minta bantuan bekas atasannya yang menjadi jendral penting di Angkatan Darat Amerika untuk membebaskan Desmond Doss.


Usaha ayah Desmond Doss berhasil karena alasan Desmond Doss tidak mau memegang senjata dengan alasan agama itu dilindungi Undang-undang Hak Asasi Manusia Amerika. Desmond Doss akhirnya tetap bisa lulus sebagi prajurit dan bisa ikut berperang tanpa harus membawa senjata apapun karena ditugaskan sebagai tentara paramedis, walaupun sebenarnya tentara paramedis juga tetap harus membawa senjata untuk membela diri.

Pada tahun 1945 Desmond Doss ditugaskan ke Okinawa Jepang di Divisi 77. Tugas Divisi Infantri 77 adalah merebut sebuah bukit yang disebut sebagai Hacksaw Ridge (Bukit gergaji), Bukit itu sangat strategis sehingga jika berhasil direbut akan sangat melemahkan kekuatan militer Jepang.

Tugas Divisi 77 tempat Desmond Doss bertugas itu sangat berat karena divisi-divisi sebelumnya gagal merebut bukit itu dan habis dibantai tentara Jepang. Untuk merebut bukit Hacksaw Ridge, para tentara Divisi 77 harus memanjat dengan tali dan sesampainya di atas akan “disambut” hujan tembakan dan bom dari tentara Jepang.


Hari pertama Divisi 77 yang dibantu tembakan meriam dari Angkatan Laut mendapatkan hasil yang gemilang karena berhasil menduduki sebagian bukit dan memukul mundur tentara Jepang. Desmond Doss seakan mendapat perlindungan Tuhan karena walaupun tidak bersenjata tapi tetap bisa menolong teman-temannya yang terluka. Mulia sekali hati Desmond Doss karena teman-teman Desmond Doss yang ditolongnya  itu waktu latihan pernah beramai-ramai menghajar Desmond Doss tapi tak ada sedikitpun dendam dan kebencian.


Tapi hari kedua, pasukan Jepang melakukan serangan balasan dengan kekuatan yang lebih besar sehingga pasukan Divisi 77 dihajar habis-habisan dan terpaksa turun dari bukit. Luar biasa sekali perjuangan Desmond Doss, walaupun ditinggal pergi teman-temannya, ia dengan tanpa senjata tetap bertahan di bukit untuk menolong teman-temannya yang terluka.
Jika menemukan temannya yang terluka Desmond Doss akan menariknya dan menurunkan dari bukit dengan tali.


Hampir 12 jam Desmond Doss bekerja keras walaupun harus main “kucing-kucingan” dengan tentara Jepang. Yang mengharukan, setelah berhasil menolong satu tentara, Desmond Doss dengan memegang Alkitab kecil pemberian istrinya berdoa “Lord, help me to get one more” (Tuhan, tolonglah aku agar bisa menolong satu orang lagi) lalu mencari lagi tentara yang terluka bahkan tentara Jepang pun ditolongnya.
Tuhan sepertinya mengabulkan doa Desmond Doss karena walaupun dikelilingi tentara Jepang yang siap membunuh tapi Desmond Doss tetap berhasil menolong belasan tentara, SENDIRIAN karena tentara paramedis lain sudah gugur. Benar-benar mukjizat.

Karena merasa tentara Jepang yang datang semakin banyak, Desmond Doss sambil menolong atasannya yang terluka parah yaitu Sersan Howell akhirnya turun dari bukit.
Desmond Doss disambut sebagai pahlawan. Tak disangka-sangka tentara yang dulu sempat dicaci-maki sebagai pengecut dan dengan badan yang kecil kerempeng bisa menolong belasan orang yang badannya lebih besar, sendirian dan tanpa senjata lagi. Benar-benar keberanian yang luar biasa.

Keesokan harinya, Divisi 77 akan melakukan serangan balasan tapi para tentara hanya bisa naik semangat tempurnya jika Desmond Doss ikut padahal waktu itu adalah hari Sabtu. Menurut gereja Desmond Doss, hari sabtu merupakan hari suci sehingga tidak boleh bekerja kecuali dengan doa khusus.
Para tentara tetap sabar menunggu Desmond Doss berdoa walaupun serangan menjadi terlambat 10 menit dari yang dijadwalkan.


Desmond Doss ternyata bisa membangkitkan semangat tempur para tentara, Divisi 77 berhasil merebut Hacksaw Ridge. Tapi Desmond Doss tidak bisa melanjutkan pertempuran karena mengalami luka parah pada penyelamatannya yang paling heroik, bagaimanakah itu? Saya persilahkan menonton sendiri agar bisa merasakan betapa mengharukannya aksi heroik Desmond Doss itu karena ia sempat hampir kehilangan Alkitab kesayangannya.

Opini saya tentang film ini
Menurut saya inilah film paling bagus dari film yang pernah saya tonton sampai saat ini (lebay ya..). Tapi memang benar lo... tidak hanya pesan moralnya tapi adegan perang bisa ditampilkan sangat seru dan realistik sekali, tidak kalah dengan film Saving Private Ryan.

Terutama saya sangat apresiasi dengan tokoh nyata yang ditampilkan pada film ini yaitu Prajurit Desmond Doss yang bisa menjadi pahlawan perang tanpa senjata apalagi membunuh, kurang apa lagi coba....
Selama karir militernya, Desmond Doss tercatat menyelamatkan 75 tentara sehingga presiden Amerika waktu itu yaitu Presiden Harry Truman memberinya penghargaan yang merupakan penghargaan tertinggi di Militer Amerika yaitu Medal of Honor. Saya tampilkan fotonya :


Dan ini saya tampilkan foto aksi heroik Prajurit Desmond Doss di Bukit Hacksaw Ridge :


Desmond Doss meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 23 Maret 2006 di usia 87 tahun dan beliau telah mengajarkan bahwa menjadi pahlawan tidak harus lewat kekerasan.

Sunday, October 16, 2016

BEN-HUR

Genre : Drama Action
Sutradara : Timur Bekmambetov
Pemain : Jack Huston,Toby Kebbell,Rodrigo Santoro,Nazanin Boniadi,Ayelet Zurer,Morgan Freeman,Haluk Bilginer
Musik : Marco Beltrami
Tanggal rilis : 9 Agustus 2016
Durasi : 123 menit

Film ini mengambil lokasi di Yerusalem pada abad 33 Masehi. Pada waktu itu hidup seorang bangsawan Yahudi yang kaya bernama Judah Ben-Hur. Walaupun waktu itu bangsa Yahudi dijajah oleh bangsa Romawi tapi hidup Judah terlihat bahagia karena selain mapan secara ekonomi, Judah berhasil menikah dengan wanita pujaannya yaitu Esther.
Pada film diceritakan ketika sedang berjalan-jalan di pasar, Judah dan Esther bertemu dengan seorang tukang kayu yang omongannya tentang cinta kasih sangat menyentuh hati, tukang kayu itu bernama Yehosua atau Yesus. Kelak tukang kayu itu akan membawa agama baru di Yerusalem dan menyebar ke seluruh dunia.

Ayah Judah sudah meninggal sehingga selain dengan Esther, Yudah hidup bersama Ibu dan adik perempuannya yang bernama Tirzah. Selain itu, Judah punya saudara angkat bernama Messala.
Walaupun Messala orang Romawi yang merupakan penjajah bangsa Yahudi pada waktu itu, Judah dan Messala bisa saling akrab seperti saudara kandung karena mereka mempunyai hobi yang sama yaitu balap kuda.


Tapi lama-kelamaan Messala sadar bahwa ia orang Romawi bukan Yahudi maka ia mendaftar menjadi tentara Romawi. Karir militer Messala sangat cemerlang karena 3 tahun kemudian Messala sudah menjadi panglima berpangkat Tribunus (di masa sekarang setingkat kolonel).  Walaupun begitu Messala tetap bisa berhubungan baik dengan keluarga Judah bahkan Messala jatuh cinta dengan Tirzah, adik Judah.

Tapi masalah besar bagi Judah timbul ketika ia merawat seorang Zelot yang terluka di rumahnya. Orang Zelot adalah orang-orang Yahudi yang melakukan pemberontakan pada orang romawi yang menjajahnya dengan mengangkat senjata.
Orang Zelot yang dirawat Judah karena terluka ketika sedang melakukan pemberontakan itu bernama Dismas. Judah merawat Dismas di rumahnya secara diam-diam sehingga tidak ketahuan tentara Romawi termasuk Messala.

Dismas menimbulkan masalah besar ketika seorang gubernur Romawi bernama Ponsius Pilatus melakukan kunjungan ke Yerusalem dan Messala yang merupakan kesayangan Ponsius Pilatus ditunjuk menjadi kepala pengamanannya.
Pada waktu itu Dismas memanah Ponsius Pilatus dari rumah Judah. Walaupun tembakan Dismas meleset tapi terjadi keributan karena Messala dan para anak buahnya menyerbu ke rumah Judah.


Karena solidaritas sesama Yahudi, Judah melepaskan Dismas tapi akibatnya sangat fatal, Judahlah yang dituduh memanah Ponsius Pilatus. Dengan jabatannya, sebenarnya Messala bisa menolong Judah dan keluarganya tapi ternyata Messala lebih memilih karirnya senagai orang Romawi maka Ibu Judah dan adik Judah yaitu Tirzah divonis hukuman salib dan Judah divonis menjadi budak pendayung kapal perang.
Untung istri Judah yaitu Esther bisa melarikan diri sehingga lolos dari hukuman.

Peristiwa mengharukan terjadi ketika Judah harus berjalan kaki ke tempat hukumannya yang sangat jauh dengan borgol yang sangat berat. Judah sampai jatuh bangun memanggul borgol itu tapi tidak ada orang Yahudi yang berani menolong karena bisa dihajar oleh tentara Romawi. Tapi ada seorang Yahudi yang berani menolong Judah tanpa memperdulikan keselamatan diriNya sendiri, ia adalah Yesus.
Yesus memberi minum Judah yang hampir pingsan kehausan. Judah sangat berterima kasih pada Yesus dan bertanya bagaimana ia harus membalas budi dan Yesus menjawab bahwa kelak Judah akan melakukan hal yang sama pada Yesus, benarkah itu? Baca terus sinopsis ini ya...


Lima tahun Judah menjadi budak pendayung kapal perang sampai suatu ketika kapal perang yang ditumpangi Judah tenggelam ketika Romawi berperang dengan Yunani. Terjadi mukjizat karena Judah bisa selamat dan terdampar di pantai. Judah ditemukan oleh seorang pedagang Afrika bernama Sheik ilderim.


Sheik Ilderim bisa saja menyerahkan Judah ke Romawi karena menyembunyikan buronan bisa dihukum berat. Tapi untung saja Sheik Ilderim punya hobi yang mirip dengan Judah yaitu suka bertaruh pada lomba pacuan kuda. Berkat keahlian balap kuda, Judah diangkat Sheik Ilderim menjadi pembalapnya.
Judah semakin bahagia karena bisa bertemu dengan Esther yang menjadi pengikut agama baru yang dibawa Yesus.

Sheik Ilderim paham dengan sakit hati Judah pada orang Romawi yang menghancurkan dirinya dan keluarganya. Sheik Ilderim yang juga benci pada Romawi karena menjajah dengan kejam memberi saran pada Judah cara untuk membalas sakit hatinya. Percuma melawan Romawi dengan kekerasan seperti orang Zelot karena waktu itu militer Romawi sangat kuat. Satu-satunya cara untuk balas dendam adalah mempermalukan Romawi dengan mengalahkan pembalap kebanggaannya, dan ternyata pembalap kebanggaan Romawi itu adalah Messala.

Berkat kedekatannya dengan Ponsius Pilatus, Sheik Ilderim bisa membuat Judah bertanding balap kuda dengan Messala. Terjadilah lomba balap kuda yang seru walaupun harus jatuh bangun karena Messala bermain curang, Judah bisa menang dengan gemilang bahkan Messala sendiri yang jatuh dari kudanya dan mengalami cedera parah.


Pada awalnya Judah sangat senang karena berhasil membalas sakit hatinya pada Messala tapi perlahan-lahan Judah berubah karena ternyata Messala tidak benar-benar menghancurkan keluarga Judah. Messala ternyata masih mencintai Tirzah adik Judah sehingga Tirzah dan ibu Judah tidak disalibkan tapi diasingkan ke tempat terpencil.
Judah berhasil bertemu dengan adik dan ibunya tapi sayang sekali, Tirzah dan ibu Judah terkena penyakit kusta.
Pada waktu itu nasib penderita kustas sangat tragis karena selain belum bisa disembuhkan, orang Yahudi waktu itu menganggap penderita kusta terkena kutukan Tuhan sehingga harus dikucilkan.

Judah berniat meminta tolong menyembuhkan penyakit ibu dan adiknya pada pembawa agama baru yaitu Yesus karena Yesus sudah terkenal bisa menyembuhkan bahkan bisa menghidupkan orang mati. Tapi sayang sekali, Yesus sudah disalibkan karena terkena fitnah yang keji.

Film ini juga menceritakan bahwa Esther istri Judah mengalami saat terakhir Yesus karena ia bersama para pengikut Yesus lain begadang menemani Yesus di taman Getsemani. Diceritakan Yesus ditangkap oleh utusan-utusan Romawi dan salah satu Rasul Yesus yaitu Petrus mencoba menyelamatkan Yesus dengan pedangnya tapi Yesus mencegah Petrus dengan kataNya yang legendaris yaitu “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang” (Matius 26:52). Yesus merelakan diriNya ditangkap.

Judah menyaksikan penderitaan Yesus memanggul salib mendaki ke Bukit Golgota. Ternyata benar nubuat Yesus, Judah menolong Yesus dengan memberi minum. Seorang tentara Romawi melarang Judah menolong Yesus bahkan memukul Judah sampai jatuh.
Judah berniat melawan tentara Romawi itu, Judah berani mati demi Yesus tapi seperti Yesus melarang Petrus di Taman Getsemani dulu, Yesus juga melarang Judah berkelahi.
Begitulah, Yesus tidak pernah menyuruh pengikutNya untuk membelaNya dengan kekerasan apalagi sampai mati karena tujuan Juru Selamat atau Mesias datang ke dunia adalah membela dan menyelamatkan manusia bukan sebaliknya (Matius 20:28).


Dengan hati pedih, Judah menyaksikan Yesus disalibkan dan wafat. Tapi ada hal yang menggugah hati Judah karena Yesus tidak pernah menyimpan dendam dan kebencian pada orang-orang yang menyengsarakannya dengan berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Perkataan Yesus itu membuat Judah teringat pada Messala. Jadi sejahat apapun Messala, Judah tidak boleh menyimpan dendam dan kebencian karena hanya akan menyiksa diri sendiri.


Sikap tobat Judah membawa berkah karena setelah Yesus wafat disalib terjadi hujan lebat. Ibu dan adik Judah yang berada di pengasingan terkena hujan itu dan terjadilah mukjizat, Ibu dan adik Judah sembuh dari penyakit kustanya.

Film ini diakhiri dengan Judah dan keluarganya bisa kembali berhubungan baik dengan Messala dan mereka pergi dari Yerusalem untuk memulai hidup baru.


Opini saya tentang film ini :
Sebenarnya saya menonton film ini sudah lebih dari seminggu yang lalu tapi karena kesibukan saya baru sempat upload sinopsisnya sekarang. Walaupun film ini sudah tidak ditayangkan lagi di bioskop, semoga saja segera keluar versi DVD nya karena selain seru, film ini juga bagus pesan moralnya.

Novel Ben-Hur
Film ini merupakan remake dari film sebelumnya yang diangkat dari novel berjudul Ben-Hur: A Tale of the Christ karya Lewis Wallace yang terbit pada tahun 1880. Sebelumnya sudah 4 kali film Benhur dibuat, yang terakhir pada tahun 2003 berupa film animasi.

Saya cukup puas dengan film ini dan berharap akan ada lagi remake-remake dari film klasik legendaris yang ceritanya kombinasi dari cerita fiktif dan cerita Alkitab, misalnya Quo Vadis. Berharap boleh kan... hehehe...


Tuesday, July 5, 2016

RISEN

Genre : Drama Religi
Sutradara : Kevin Reynolds
Cerita : Paul Aiello
Pemain : Joseph Fiennes,Tom Felton,Peter Firth,Cliff Curtis
Musik : Roque Baños
Distributor : Columbia Pictures
Tanggal rilis : 19 Februari 2016
Durasi : 107 menit

Seperti film klasik legendaris Quo Vadis atau Ben Hur, film ini menampilkan tokoh fiksi yang dikombinasikan dengan cerita di Alkitab. Sebagai tokoh utama film ini adalah Clavius, seorang perwira pasukan Romawi berpangkat tribunus/tribune (panglima pasukan romawi kuno atau sekarang setara dengan kolonel). Clavius adalah tribune yang bertugas di wilayah Yudea (sekarang Israel dan Palestina).

Selain menjadi panglima ketika menumpas pemberontakan Zealot (Pemberontakan orang-orang Yahudi yang dipimpin oleh Barabas pada tahun 33 sesudah Masehi), Clavius juga menjadi saksi mata penyaliban Yesus.


Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zealot, Clavius dan asistennya Lucius mendapat tugas dari Gubernur Yudea yaitu Ponsius Pilatus untuk menyelidiki hilangnya jenazah Yesus setelah 3 hari penyalibannya,
Diduga jenazah Yesus dicuri oleh para pengikutnya untuk membenarkan ajaran Yesus bahwa sebagai Mesias, Ia akan bangkit pada hari ketiga. Namun dugaan itu sepertinya mustahil karena atas permintaan para imam Yahudi, makam Yesus sudah ditutup dengan batu besar dan dijaga ketat oleh tentara Romawi.

Clavius benar-benar pusing menangani kasus hilangnya jenazah Yesus karena para prajurit yang bertugas menjaga makam Yesus berkata memang ada mukjizat di makam Yesus apalagi ada indikasi bahwa mereka mabuk ketika bertugas.
Bahkan menurut saksi mata para orang-orang Yahudi yang merupakan pengikut Yesus atau bukan, Yesus benar-benar bangkit dari kematiannya.
Akhirnya Clavius memutuskan untuk mencari 12 Rasul Yesus karena diduga kuat mereka yang mencuri jenazah Yesus.

Clavius dan pasukannya berhasil menemukan 12 Rasul Yesus. Tapi Clavius sangat terkejut karena ia tidak hanya menemukan 12 Rasul itu tapi juga melihat bahwa mereka bersama Yesus, Apalagi Yesus menunjukkan tangannya yang berlubang bekas paku salib dan lambungmya yang juga berlubang. Memang setelah wafat di kayu salib, seorang prajurit Romawi menikam lambung Yesus dengan tombak untuk memastikan Yesus sudah mati.
Ternyata Yesus benar-benar bangkit dari kematiannya.


Melihat dengan mata kepala sendiri tentang bangkitnya Yesus maka Clavius memutuskan menjadi pengikut Yesus. Clavius mengikuti para Rasul menuju tempat yang diperintahkan Yesus yaitu Danau Galilea.

Gubernur Yudea Ponsius Pilatus tahu bahwa Clavius telah menjadi pengikut Yesus dan tentu saja menganggap hal itu sebagai pengkhianatan. Ponsius Pilatus memerintahkan pasukannya untuk mengejar Clavius ke Danau Galilea.
Berkat keahliannya sebagai tentara, Clavius bisa membebaskan dirinya dan para Rasul dari pengejaran pasukan Romawi.

Clavius menjadi saksi mata peristiwa-peristiwa penting antara Yesus dan para RasulNya. Salah satunya adalah perintah Yesus kepada Rasul kesayanganNya yaitu Simon Petrus untuk menggembalakan “domba-dombaNya”. Memang pada perkembangan berikutnya, Petrus menjadi pemimpin para Rasul dan Paus pertama di Gereja Kristen Katolik.


Bahkan Clavius menjadi saksi mata peristiwa yang paling bersejarah yaitu sebelum naik ke surga, Yesus memberi para rasulNya roh Kudus kemudian memerintahkan para Rasulnya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia, umat Kristiani memperingatinya sebagai hari Pentakosta.
Memang setelah peristiwa itu terjadi mukjizat, bagaimana mungkin para Rasul Yesus yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang tentu saja sama sekali tidak terpelajar itu tiba-tiba setelah mendapat Roh Kudus menjadi pengkotbah ulung sehingga membuat 3000 orang minta dibabtis.


Film ini diakhiri dengan adegan Clavius “membuang” cincin yang menunjukkan bahwa ia seorang tribune dengan memberikannya kepada seseorang yang tinggal di sebuah rumah terpencil. Clavius memutuskan walaupun ia tidak ikut dengan para Rasul, ia akan ikut memberitakan Injil dengan caranya sendiri.

Opini Saya Tentang Film Ini
Film ini sebenarnya sangat cocok ditayangkan pada hari Paskah. Di Amerika film ini memang ditayangkan pada hari-hari menjelang Paskah, sayangnya sampai di Indonesia baru sekarang ini.
Paling tidak untuk Paskah tahun depan film ini bisa ditayangkan di televisi selain Passion of Christ atau Son of God.

Setelah menonton film ini saya jadi teringat film legendaris dengan tema serupa yaitu Quo Vadis yang dibuat tahun 1951, film itu menceritakan wafatnya Petrus. Bagi yang tahu cerita Injil pasti tahu bahwa Petrus diangkat Yesus menjadi penggantiNya setelah Yesus tidak lagi di dunia bahkan Petrus mendapat anugrah menerima kunci surga (Matius 16:18-19).

Tapi setelah Yesus ditangkap untuk disalib, Petrus malah tega mengkhianati Yesus karena ketika 3 kali ada yang mengenali sebagai murid Yesus, 3 kali juga Petrus menyangkalnya. Padahal pada perjamuan malam terakhir Petrus sudah berjanji bahwa ia rela mati demi Yesus.
Pada film Quo Vadis, diceritakan apakah Petrus menepati janjinya pada Yesus atau tidak.

Dalam bahasa latin, Quo Vadis berarti mau kemana, lengkapnya lagi adalah Quo Vadis Domine yang berarti “mau kemana Tuhanku”. Pada film Quo Vadis, diceritakan bahwa Petrus menyebarkan Injil di Roma dan cukup berhasil karena cukup banyak pengikutnya. Padahal pada saat itu orang-orang Romawi sudah punya agama sendiri yang menyembah dewa-dewa, maka Kaisar Roma pada saat itu yaitu Kaisar Nero menganggap ajaran yang dibawa Petrus adalah ajaran sesat maka para pengikut Petrus (disebut sebagai orang Kristen bukan Nasrani) dikejar-kejar dan Petrus sebagai pemimpinnya diancam hukuman salib.
 
Dijadikan makanan singa, salah satu cara membantai Umat Kristen perdana yang ditampilkan dalam film Quo Vadis (1951)
Atas saran dari para pengikutnya, Petrus diminta untuk pergi dari Roma dan kembali ke Yerusalem. Dalam perjalannya ke Yerusalem, Petrus dicegat seorang laki-laki yang ternyata adalah Yesus maka bertanyalah Petrus “Quo Vadis Domine (mau kemana Tuhanku)” dan Yesus menjawab “Eo Romam crucifigi iterum (Aku pergi ke Roma untuk disalibkan keduakalinya)”.
Mendengar jawaban Yesus, Petrus sadar bahwa ia telah lari dari tanggung jawabnya dan langsung kembali ke Roma.

Sesampainya di Roma, Petrus tertangkap oleh tentara Romawi dan diancam akan disalib tapi jawaban Petrus sangat mengharukan karena Petrus berkata, “Mati seperti guru saya adalah kehormatan bagiku”.
Petrus benar-benar mati disalib tapi disalib dengan posisi kepala dibawah, hal itu merupakan permintaan Petrus sendiri karena ia merasa belum layak mati seperti gurunya. Disinilah Petrus menepati janjinya yaitu rela mati demi Yesus.
 
Penyaliban Petrus dalam film Quo Vadis

Sudah ah... kalau membahas film Quo Vadis saya jadi ingin ada film remake nya nih... Apalagi film Ben Hur sudah dibuat remake nya dan diperkirakan rilis tanggal 24 Maret 2017

anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :
Custom Search