Saturday, August 31, 2019

GUNDALA


Genre : Action
Sutradara : Joko Anwar
Pemeran : Abimana Aryasatya,Tara Basro,Bront Palarae,Ario Bayu,Rio Dewanto,Marissa Anita
Musik : Aghi Narotama,Bemby Gusti,Tony Merle
Tanggal rilis : 29 Agustus 2019

Film yang diangkat dari komik, lebih tepatnya diilhami karena ceritanya berbeda dengan di komik ini mengisahkan tentang Sancaka, seorang yatim piatu yang dianugerahi kekuatan super yaitu bisa mengendalikan petir.

Dikisahkan Sancaka kecil sudah harus menjalani hidup keras di jalanan karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya menghilang entah kemana. Sampai terjadi hal yang mengubah jalan hidup Sancaka yaitu ketika dikeroyok oleh gerombolan preman anak-anak.

Sancaka hampir tewas jika tidak ditolong oleh anak jalanan lain yang jago beladiri bernama Awang. Sejak itu Sancaka hidup bersama Awang dan belajar beladiri darinya. Sancaka punya bakat beladiri sehingga bisa menguasai semua ilmu beladiri yang diajarkan Awang.


Sebenarnya selain punya ilmu beladiri yang mumpuni, Sancaka punya kelebihan yang tidak dimiliki manusia biasa yaitu bisa mengendalikan petir tapi sayang Sancaka belum bisa mengendalikan kekuatannya itu.

Sancaka harus berpisah dari Awang karena Awang berniat pergi ke tempat lain dengan menumpang kereta api secara diam-diam. Sancaka masih terlalu muda sehingga belum mampu meloncat ke kereta api yang sedang berjalan seperti Awang.

Setelah Sancaka dewasa, ilmu beladiri yang dimilikinya bisa mengantarnya memperoleh pekerjaan yaitu menjadi petugas keamanan (security) sebuah percetakan. Tapi walaupun sudah dewasa Sancaka tetap belum bisa mengendalikan kekuatan petirnya bahkan ia tidak tahu darimana kekuatan itu berasal.

Pada waktu itu situasi di Indonesia sedang kacau balau karena Indonesia dikuasai seorang mafia bernama Pengkor. Dengan kekayaannya yang luar biasa, Pengkor bisa menguasai pemerintah Indonesia bahkan badan Legislatif (DPR/Dewan Perwakilan Rakyat) bisa dikuasainya sehingga Pengkor bisa leluasa mengendalikan organisasi kriminalnya.

Mengapa Pengkor walaupun kaya raya bisa sejahat itu? Pada film ini diceritakan bahwa dulu Pengkor semasa kecil adalah anak dari pemilik perkebunan terbesar di Jawa. Tapi ayah Pengkor kikir dan kejam sehingga semua buruhnya merasa dendam. Sampai suatu ketika para buruh ayah Pengkor berhasil membunuh ayah Pengkor dan membakar rumahnya.
Pengkor walaupun sempat terjebak di rumahnya sendiri tetap bisa meloloskan diri walaupun menjadi cacat karena sebagian tubuhnya terbakar, jalannya menjadi pincang dengan tangan kanan yang selalu tertekuk. Dalam bahasa Jawa, cacat seperti itu disebut pengkor.

Oleh pamannya, Pengkor kecil dimasukkan ke sebuah panti asuhan tapi hal itu adalah rencana jahat paman Pengkor karena panti asuhan itu selalu memperlakukan anak-anak asuhnya dengan kejam sehingga banyak yang tewas. Paman Pengkor berharap Pengkor mati dan ia bisa menguasai harta warisan ayah Pengkor yang sangat besar itu.

Tapi di panti asuhan yang kejam itu, Pengkor bisa mengajak anak-anak panti asuhan itu untuk melakukan pemberontakan dan pemberontakan itu berhasil. Pengkor tidak hanya bebas tapi juga bisa mendapatkan kembali harta warisan ayahnya. Dengan harta warisan ayahnya yang sangat banyak itu, Pengkor bisa tumbuh dewasa dan menjadi lebih kaya dari ayahnya tapi sangat jahat dan kejam karena dendam dengan masa kecilnya yang sangat keras itu.
Seperti yang dikatakan Pengkor dalam film ini, “tidak ada manusia yang dilahirkan sebagai orang jahat ataupun orang baik. Mereka, orang baik ataupun jahat dibentuk oleh orang-orang di sekeliling mereka”.

Sancaka terlibat dengan gerombolan Pengkor karena menolong tetangganya seorang gadis bernama Wulan yang dikeroyok gerombolan preman. Wulan dikeroyok karena melakukan gerakan untuk membebaskan sebuah pasar yang selalu diperas oleh gerombolan preman itu.

Menyedihkan sekali karena pasar yang dibela Wulan akhirnya hancur karena dibakar oleh anak buah Pengkor. Sancaka berhasil menangkap anak buah Pengkor pembakar pasar itu. Tapi walaupun sempat berduel seru dengan pembakar pasar itu, Sancaka tidak sempat menyerahkannya ke polisi karena pembakar pasar yang pemain biola itu tewas tertabrak bus.

Sancaka dengan ilmu beladirinya berhasil mengalahkan para preman anak buah Pengkor, apalagi walaupun belum bisa mengendalikan kekuatan petirnya, kekuatan itu bisa mendadak muncul dalam keadaan terdesak. Sadar dengan kekuatan petirnya, Sancaka membuat kostum khusus lengkap dengan topeng agar kekuatan petirnya tidak membahayakan orang lain.


Munculnya Sancaka sebagai pahlawan bertopeng yang bisa mengeluarkan petir cukup membuat gerombolan preman Pengkor kocar-kacir, apalagi rakyat mulai berani melawan anak-anak buah Pengkor karena merasa punya pahlawan berkekuatan petir. Keadaan mulai tentram kembali.


Merasa menghadapi lawan yang tangguh yaitu pahlawan bertopeng berkekuatan petir, Pengkor memanggil belasan anak buahnya yang punya kekuatan melebihi manusia biasa (super) untuk kembali mengacau balaukan keadaan.

Gerombolan preman berkekuatan super Pengkor kembali mengacau balaukan keadaan yang mulai tentram itu. Bisa dipastikan Sancaka tidak akan mampu menghadapi gerombolan super Pengkor itu karena belum bisa mengendalikan kekuatan petirnya dan lebih mengandalkan ilmu beladirinya.
Apalagi Pengkor bertindak lebih kejam yaitu mengeluarkan serum yang jika disuntikkan ke wanita hamil maka anaknya akan terlahir cacat dan Pengkor bisa melakukan tipu muslihat sehingga semua wanita hamil di Indonesia ingin disuntik serum itu.

Keadaan Indonesia sangat gawat karena ulah Pengkor tapi untungnya, walaupun badan legislatif bisa dikuasai Pengkor, ada anggota legislatif yang gigih melawan Pengkor yaitu Ridwan Bahri dan Ferry maka Pengkor menyuruh gerombolan supernya untuk menyingkirkan Ridwan Bahri dan Ferry.
Gerombolan super  Pengkor berhasil membunuh Ferry, untungnya Ridwan Bahri bisa selamat karena ditolong Sancaka,


Sancaka dan Ridwan Bahri dibantu Wulan dan teman-teman Sancaka lainnya berhasil mengalahkan Pengkor dan gerombolan supernya sehingga bisa menyelamatkan Indonesia dari generasi berikutnya yang terancam terlahir cacat karena serum Pengkor.

Bagaimanakah serunya Sancaka yang mulai bisa mengendalikan kekuatan petirnya mengalahkan Pengkor dan gerombolan supernya? Saya persilahkan menonton film ini. Pokoknya seru sekali, apalagi muncul superhero wanita mirip Wonder Woman yang membantu Sancaka yaitu Sri Asih.

Yang menurut saya menarik adalah di akhir film diceritakan bahwa jika sebelumnya kostum Sancaka masih sederhana dan seadanya saja maka Ridwan Bahri dengan kemampuannya sebagai anggota legislatif membuatkan kostum yang lebih gagah dan keren. Bagaimanakah kerennya kostum itu? Nonton filmnya ya...

Dan yang lebih penting lagi, sampai menjelang film selesai masih belum jelas darimana kekuatan petir Sancaka itu berasal bahkan Sancaka juga belum tahu bahwa julukan dirinya adalah Gundala. Di akhir film ini mulai dijelaskan yaitu ketika salah satu anak buah Pengkor yaitu Ghazul berhasil membangkitkan tokoh sakti jaman dahulu kala tapi jahat yaitu Ki Wilawuk.

Ghazul berkata pada Ki Wilawuk yang hidup lagi itu bahwa telah muncul tokoh berkekuatan petir yang bisa mengganggu organisasi kejahatan mereka yaitu Gundala tapi Gundala itu yaitu Sancaka belum sadar bahwa ia adalah Gundala.

Tampaknya kekuatan petir Sancaka berhubungan dengan kejadian pada jaman dahulu kala tapi belum dijelaskan di film ini dan akan dijelaskan di sekuelnya. Mari bersama-sama kita tunggu sekuel film ini.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Karena kesibukan, cukup lama blog ini tidak saya update, mohon maaf bagi yang komen tapi tidak sempat saya balas.

Menurut saya film ini sudah cukup seru, hampir menyamai film superhero produksi Marvel dan DC. Tapi ada satu titik lemahnya yaitu alur ceritanya rumit, saya yakin film yang dikategorikan untuk golongan usia 13 tahun ke atas ini sulit dipahami bagi anak umur belasan. Saya berharap sinopsis ini bisa membantu yang kesulitan memahami alur ceritanya dan saya lebih berharap sekuel film ini bisa memperbaikinya.

Ditinjau dari adegan actionnya, film ini cukup seru sehingga saya dan para penonton lainnya bertepuk tangan setelah film ini selesai. Perkiraan saya, film ini bisa jadi Box Office.

Ditinjau dari sejarahnya, film ini diangkat dari komik karya Stan Lee nya Indonesia yaitu Harya Suraminata atau nama komiknya adalah Hasmi yang terbit pertama kali tahun 1969. Terus terang jaman saya kecil, saya sangat menggemari komik Gundala ini (duh... jadi kelihatan umurnya nih... hehehe...).
 
Pak Hasmi, Stan Lee nya Indonesia, pencipta komik Gundala (sumber)
Waktu saya SD dan SMP, saya rela menyisihkan uang saku saya yang tidak seberapa itu untuk beli komik Gundala. Sebenarnya saya bisa menyewa di persewaan komik dengan harga jauh lebih murah sekitar sepersepuluhnya, tapi saya adalah penggemar fanatik yang tidak puas jika tidak membelinya.

Salah satu komik Gundala yang pertama kali terbit
Sebelumnya saya yakin bahwa promosi film ini pasti salah satunya akan diadakan di kota saya yaitu Yogyakarta karena pencipta komiknya yaitu Pak Hasmi tinggal di Yogyakarta. Perkiraan saya tepat karena pada tanggal 10 Agustus 2019 diadakan promosi film Gundala di Jogja City Mall Yogyakarta. Saya sebagai penggemar fanatik tentu saja tidak menyia-nyiakan dan menghadirinya.

Saya cukup bersyukur karena bisa berfoto dengan sutradara Film Gundala yaitu Joko Anwar dan artis pemerannya yaitu Abimana Aryasatya (pemeran Sancaka dewasa), Muzakki Ramdhan (pemeran Sancaka kecil) dan Tara Basro (pemeran Wulan). Berikut ini saya tampilkan fotonya:


Tapi ada obsesi saya tentang film ini yang tidak akan pernah terwujud yaitu di promosi filmnya saya ingin berfoto dengan pencipta komik Gundala yaitu Pak Hasmi lalu akan saya upload di blog ini dan semua media sosial saya. Hal itu tak akan bisa terwujud karena Pak Hasmi sudah pergi mendahului kita menghadap Sang Pencipta tanggal 06 November 2016.

Yang membuat saya nelongso (sedih dalam bahasa Jawa) adalah di promosi film ini tidak diadakan mengheningkan cipta sejenak untuk Pak Hasmi, saya berdoa sendiri saja untuk beliau.

Rest in Peace Pak Hasmi, terimakasih sudah menyemarakkan masa kecil saya.

Friday, February 9, 2018

12 STRONG

Genre : Action
Sutradara : Nicolai Fuglsig
Pemain : Chris Hemsworth,Michael Shannon,Michael Peña,Navid Negahban,Trevante Rhodes,Geoff Stults,Thad Luckinbill
Musik : Lorne Balfe
Tanggal rilis : 16 Januari 2018
Durasi : 129 menit

Film ini diangkat dari kisah nyata Perang Amerika-Afganistan pada tahun 2001. Sebagai sumber referensi film ini adalah buku berjudul Horse Soldiers yang ditulis oleh Doug Stanton. Perang yang ditampilkan di film ini sangat unik karena menceritakan 12 tentara Amerika dengan naik kuda menghadapi pasukan Taliban yang bersenjata lengkap bahkan mengendarai tank. Kuda lawan tank? Bisa menang? Menarik kan.. makanya silahkan baca sinopsis ini.

Pada tahun 2001 Amerika menurunkan pasukan tempur ke Afganistan untuk mengejar Osama Bin Laden yang mengaku bertanggung jawab pada aksi teror penabrakan menara kembar World Trading Center tanggal 9 September 2001. Di Afganistan, pasukan Amerika harus bertempur dengan organisasi yang memimpin Afganistan pada waktu itu yaitu organisasi Taliban yang memang melindungi Osama Bin Laden dengan organisasinya yang bernama Al-Qaeda. Amerika tidak bertempur sendirian karena dibantu oleh milisi Afganistan yang bermusuhan dengan Taliban.

Target Amerika di Afganistan adalah merebut kota Mazār-i Sharīf yang sangat penting karena merupakan pusat pelatihan perang bagi para tentara Taliban. Jika kota Mazār-i Sharīf berhasil direbut maka bisa dipastikan pemerintahan Taliban akan tumbang.

Regu pertama yang ditugaskan untuk merebut kota Mazār-i Sharīf adalah 12 tentara anggota korps Green Baret yang dipimpin oleh Kapten Mitch Nelson. Detasemen pimpinan Kapten Mitch Nelson itu disebut sebagai Operational Detachment Alpha 595 (ODA 595) atau Detasemen Operasi Alpha 595.


Walaupun ditargetkan untuk menyelesaikan tugasnya dalam 6 minggu, Kapten Mitch Nelson yakin bisa menyelesaikan misinya dalam 3 minggu karena jika lebih dari 3 minggu maka akan datang musim dingin sehingga mempersulit misi. Selain itu Kapten Mitch Nelson juga ingin misi selesai sebelum Natal sehingga ia dan para anak buahnya bisa merayakan Natal bersama keluarga.

Untuk menjalankan tugasnya, ODA 595 berkerjasama dengan salah satu pasukan milisi Afganistan yang bermusuhan dengan Taliban yaitu pasukan Northern Alliance (Aliansi Utara). Sayang sekali pasukan Aliansi Utara itu terpecah lagi menjadi 3 pasukan yang saling bersaing dan bermusuhan, jika 3 pasukan itu bertemu maka mereka akan melupakan Taliban dan akan saling berperang sendiri.
ODA 595 akan berkolaborasi dengan salah satu pasukan Aliansi Utara yaitu pasukan yang dipimpin oleh Jendral Abdul Rashid Dostum.


ODA 595 diturunkan di sebuah benteng bekas benteng Rusia yang berjarak 50 mil dari Mazār-i Sharīf. Setelah bertemu dengan Jendral Abdul Rashid Dostum dan pasukannya, ODA 595 diberi kendaraan tempur yaitu kuda karena memang hanya hewan itu yang cocok dengan medan tempur di Afganistan yang gersang dan berbukit-bukit.


Misi Detasemen ODA 595 bisa dikatakan mission Impossible karena walau dibantu oleh pasukan lain, pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum hanya berjumlah 200 an personel sedangkan pasukan Taliban jumlahnya ribuan. Tapi Kapten Mitch Nelson dan Jendral Abdul Rashid Dostum tidak gentar dan tetap melanjutkan misinya.

Detasemen ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum tidak bisa langsung menuju ke Mazār-i Sharīf karena harus melewati daerah-daerah yang dikuasai Taliban yang bersenjata lengkap bahkan memiliki tank.

Tugas utama Detasemen ODA 595 sebenarnya hanya mengintai posisi markas Taliban kemudian melaporkan koordinatnya ke pesawat pembom Amerika sehingga pesawat pembom itu bisa melakukan pengeboman dengan akurat. Tapi agar bisa mendapatkan koordinat yang tepat dan akurat, Detasemen ODA 595 harus berada sedekat mungkin dengan markas Taliban sehingga sering kepergok, Jika hal itu terjadi, Detasemen ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum harus bertempur melawan tentara-tentara Taliban.


Tapi selama itu, pesawat pembom selalu datang tepat waktu sehingga bisa menghancurkan tank-tank Taliban, setelah itu barulah Detasemen ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid menghabisi sisa-sisa tentara Taliban.

Satu-persatu wilayah yang dikuasai Taliban berhasil direbut sehingga Detasemen ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid makin mendekati Mazār-i Sharīf. Pada minggu ketiga, tibalah pada lokasi yang paling sulit yaitu pada satu-satunya lokasi untuk masuk ke Mazār-i Sharīf yaitu sebuah celah perbukitan. Taliban tahu lokasi sangat penting itu sehingga memperkuat pasukan disana dan masih dibantu oleh sekutunya yaitu milisi Al-Qaeda yang terkenal kenekatannya melakukan misi bom bunuh diri.

Masalah besar lain bagi ODA 595 adalah merka ditinggalkan oleh Jendral Abdul Rashid Dostum dan pasukannya sehingga harus bertempur sendirian. Hal itu disebabkan karena atasan Kapten Mitch Nelson memerintahkan agar ODA 595 hanya merebut celah perbukitan jalan masuk ke kota Mazār-i Sharīf selanjutnya yang bertugas merebut kota Mazār-i Sharīf adalah pasukan Aliansi Utara lain yang dipimpin oleh Jendral Mohammad Atta.

Pasukan Jendral Mohammad Atta adalah saingan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum sehingga Jendral Abdul Rashid Dostum tidak terima jika pasukan Jendral Mohammad Atta yang pertama masuk kota Mazār-i Sharīf. Oleh karena itulah Jendral Abdul Rashid Dostum marah dan meninggalkan ODA 595.

Walaupun ditinggalkan sekutunya sehingga hanya berjumlah 12 orang dan hanya berkendaraan kuda, ODA 595 tetap bertekad melanjutkan misinya. Pada awalnya ODA 595 dengan dibantu pesawat pembom berhasil merepotkan musuhnya. Tapi kemudian ODA 595 mulai kerepotan karena muncul pasukan bom bunuh diri Al-Qaeda. Pasukan bom bunuh diri itu berhasil melukai salah satu personel ODA 595 yaitu Chief Warrant Officer Hal Spencer sehingga tidak bisa ikut bertempur lagi.


Untunglah disaat genting, muncul pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum datang membantu. Rupanya Jendral Abdul Rashid Dostum sadar bahwa kepentingan negara harus didahulukan dibanding kepentingan pribadi. Hal itu mengakibatkan pasukan Taliban mulai kewalahan lagi.

Tapi ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum mulai kerepotan karena pasukan Taliban dibawah pimpinan Jendral Mullah Razzan mengeluarkan senjata andalannya yaitu meriam yang mampu menampung 40 peluru. Pesawat pembom bisa menaklukkan meriam itu tapi sayangnya kehabisan bahan bakar sehingga harus kembali ke pangkalan dan perlu waktu lama untuk kembali membantu ODA 595.

Satu-satunya cara untuk mengalahkan pasukan Jendral Mullah Razzan adalah menyerang disaat meriam kehabisan peluru sehingga perlu waktu untuk mengisinya, saat itu akhirnya tiba maka ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum masuk menyerang walaupun hanya berkuda dan harus menghadapi tank-tank Taliban.


Ending film pasti bisa ditebak yaitu ODA 595 dan pasukan Jendral Abdul Rashid Dostum menang tapi film ini bisa menampilkannya dengan seru sekali, apalagi Jendral Abdul Rashid Dostum sempat berhadapan satu lawan satu dengan Jendral Mullah Razzan yang mencoba melarikan diri ketika pasukannya kalah. Benar-benar tingkah panglima yang sangat tidak terpuji, anak buahnya disuruh bertempur mati-matian bahkan sampai disuruh bunuh diri tapi dirinya sendiri takut mati dan ngacir dari medan pertempuran.

Bagaimanakah serunya pertempuran ODA 595 dan sekutunya yang walaupun hanya berkuda bisa mengalahkan lawannya yang menggunakan tank itu? Saya persilahkan menonton film ini.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Film ini diangkat dari kisah nyata tapi nama tokoh-tokohnya ada yang diubah. Di film ini komandan Detasemen ODA 595 adalah Kapten Mitch Nelson padahal sebenarnya adalah Kapten Mark Nutsch. Berikut ini saya tampilkan foto Kapten Mark Nutsch itu :




Dan ini foto asli Detasemen ODA 595 :


Dan ini adalah foto asli Jendral Abdul Rashid Dostum yang pada tahun 2014 terpilih sebagai wakil presiden Afganistan :


Sampai sekarang Jendral Abdul Rashid Dostum masih bersahabat dengan Kapten Mark Nutsch.

Memang luar biasa perjuangan ODA 595 itu, walaupun hanya berkuda bisa mengalahkan pasukan yang bersenjata meriam dan tank dan tidak ada satupun dari personelnya yang gugur. Berkat jasa ODA 595, kota Mazār-i Sharīf berhasil direbut dan pemerintahan Taliban akhirnya tumbang.

Kemenangan ODA 595 itu dianggap sebagai salah satu kemenangan terbesar Amerika dan dianggap sebagai kekalahan terbesar Taliban. Untuk mengenang jasa Detasemen ODA 595, di lokasi Gedung World Trading Center dibangun patung tentara berkuda. Berikut ini saya tampilkan fotonya :


Sebagai penutup, saya sangat merekomendasikan film ini bagi penggemar film perang. Saya benar-benar hanyut dalam film ini sehingga ingin memberikan standing applaus ketika pasukan Kapten Mitch Nelson dan Jendral Abdul Rashid Dostum dengan berkuda masuk menyerang pasukan Taliban yang meriamnya kehabisan peluru tapi saya malu dengan penonton bioskop lainnya hehehe...

Tuesday, December 26, 2017

JUMANJI: WELCOME TO THE JUNGLE

Genre : Action Fantasi
Sutradara : Jake Kasdan
Pemeran : Dwayne Johnson,Kevin Hart,Jack Black,Karen Gillan,Nick Jonas,Bobby Cannavale,Rhys Darby,William Tokarsky
Musik : Henry Jackman
Distributor : TriStar Pictures
Tanggal rilis : 20 Desember 2017
Durasi : 119 menit

Karena melakukan kesalahan berat, empat siswa di SMA Brantford (Brantford High School) mendapat hukuman dari kepala sekolah untuk membersihkan sebuah ruang bawah tanah yang akan digunakan sebagai perpustakaan.
Keempat siswa itu adalah :
  • Spencer, bertubuh kurus, kutu buku, pemalu tapi jago main game komputer.
  • Fridge, bertubuh atletis karena jago olahraga tapi kurang pintar di pelajaran sekolah sehingga minta bantuan Spencer untuk mengerjakan tugasnya dan mereka berdua ketahuan sehingga dihukum.
  • Bethany, populer di sekolah karena kecantikannya tapi hal itu membuatnya sombong. Dihukum karena menggunakan HP sewaktu ujian.
  • Martha, tidak suka bergaul karena minder dengan penampilannya yang kurang menarik, jadi berkebalikan dengan Bethany. Dihukum karena membangkang dengan guru olahraga.

Sewaktu membersihkan gudang bawah tanah, keempat siswa itu menemukan video game dengan permainan berjudul Jumanji. Keempat siswa itu tertarik dengan game Jumanji itu dan memainkannya dengan karakter game yang mereka pilih yaitu : Spencer memilih Dr. Smolder Bravestone, Fridge memilih Dr. Franklin "Mouse" Finbar, Bethany memilih Prof. Sheldon "Shelly" Oberon dan Martha memilih Ruby Roundhouse. Anehnya ada karakter yang tidak bisa dipilih yaitu karakter pilot bernama Seaplane McDonough, mengapa bisa demikian? Baca terus sinopsis ini ya...


Terjadi keajaiban, ketika memainkan game Jumanji, keempat remaja itu tersedot ke dalam game dan tiba-tiba berada di hutan bernama Hutan Jumanji dengan penampilan mereka berubah sesuai dengan karakter game yang mereka pilih. Uniknya, fisik karakter game itu berkebalikan dengan fisik keempat remaja itu di dunia nyata yaitu :
  • Spencer berubah menjadi Dr. Smolder Bravestone, seorang ilmuwan arkeologi yang bertubuh tinggi besar dan atletis sehingga paling kuat dan tangkas.
  • Fridge berubah menjadi Dr. Franklin "Mouse" Finbar, seorang ahli Zoologi (Ilmu Hewan) yang bertubuh pendek dan paling lemah fisiknya.
  • Martha berubah menjadi Ruby Roundhouse, seorang gadis cantik dan sexy tapi jago beladiri.
  • Yang paling unik, Bethany berubah menjadi laki-laki yaitu Prof. Sheldon "Shelly" Oberon, seorang profesor ahli Kartografi (pemetaan) yang pendek dan gendut. Menggelikan sekali kan... seorang gadis cantik jelita berubah menjadi laki-laki tua dan buntek.

 


Seperti di video game, keempat remaja itu mendapat 3 nyawa yang dilambangkan dengan tato 3 strip di lengan mereka. Tiap kali mati, tato strip itu berkurang satu, jadi jika mati 3 kali berarti benar-benar mati dan tidak bisa kembali ke dunia nyata.
Keempat remaja itu mendapat penjelasan tentang aturan game dari Nigel seorang NPC (non-player character).

Nigel menjelaskan bahwa Hutan Jumanji mengalami musibah sejak permata yang terletak di mata patung jaguar (sejenis macan tutul) raksasa diambil oleh seorang pemburu  bernama Van Pelt. Sejak mendapatkan permata itu, Van Pelt bisa mengendalikan semua binatang di Hutan Jumanji dan menggunakannya untuk kejahatan.

Nigel berhasil mencuri permata dari Van Pelt tapi walaupun tidak lagi memiliki permata, Van Pelt masih bisa menguasai semua binatang di Hutan Jumanji. Satu-satunya cara untuk mengalahkan Van Pelt adalah mengembalikan permata di patung jaguar raksasa dan itulah tugas dari keempat remaja SMA Brantford. Jika permata berhasil dikembalikan di patung jaguar raksasa tanpa 3 kali mati maka keempat remaja itu bisa kembali ke dunia nyata. Tugas yang berat karena mereka tidak hanya menghadapi ganasnya alam hutan Jumanji tapi juga menghadapi pasukan Van Pelt.


Dengan kerjasama saling melengkapi yang baik, keempat siswa SMA Brantford bisa menghadapi semua rintangan dan melewati 2 level dari 4 level game Jumanji walaupun rata-rata mereka kehilangan 1 nyawa dan masih mempunyai 2 nyawa lagi.

Hal mengejutkan terjadi di level 3, ketika terdesak oleh pasukan Van Pelt, Spencer dan kawan-kawan diselamatkan oleh seorang pilot dan ternyata dia adalah Seaplane McDonough. Makanya dulu ketika akan memulai game, karakter pilot ini tidak bisa dipilih. Lebih mengejutkan lagi, ternyata di dunia nyata, Seaplane McDonough adalah Alex, tetangga Spencer yang hilang 20 tahun yang lalu.

Jadi dulu 20 tahun yang lalu, Alex yang waktu itu berusia 16 tahun memainkan Jumanji dengan karakter pilot Seaplane McDonough tapi mentok di level 3 karena sudah kehilangan 2 nyawa. Alex sadar bahwa ia hanya tinggal punya 1 nyawa dan misi tidak akan berhasil jika dikerjakan sendirian, maka ia menunggu ada orang lain yang memainkan Jumanji dan ia menunggu selama 20 tahun. Hal itu semakin menambah semangat Spencer dan kawan-kawan untuk menyelesaikan misi sekaligus menyelamatkan Alex yang sudah terjebak selama 20 tahun.


Hal unik terjadi lagi karena Bethany (walaupun berubah jadi laki-laki) jatuh cinta pada Alex sehingga ketika masih mempunyai 2 nyawa, Bethany rela memberikan 1 nyawanya kepada Alex ketika Alex mati.

Spencer dan kawan-kawan akhirnya berhasil sampai di level terakhir dan tinggal memasang permata di patung Jaguar tapi hal itu paling sulit karena harus menghadapi pasukan Van Pelt, apalagi rata-rata 4 remaja SMA Brantford plus Alex tinggal punya 1 nyawa. Tinggal Martha atau Ruby Roundhouse yang masih punya 2 nyawa dan akhirnya ia mengorbankan 1 nyawanya agar game bisa selesai.

Pengorbanan Martha tidak sia-sia karena permata berhasil dipasangkan sehingga 4 remaja SMA Brantford dan Alex bisa kembali ke dunia nyata. Bagaimanakah pengorbanan Martha itu? Dan bagaimana serunya perjuangan mereka? Saya persilahkan menonton sendiri filmnya.

Opini saya tentang film ini :
Film Jumanji tahun 1995
Film yang diangkat dari Novel karya Chris Van Allsburg ini merupakan remake dari film Jumanji yang dirilis pada tahun 1995. Walaupun tokoh-tokohnya berbeda, inti cerita film ini sama dengan filnya terdahulu dan tak kalah seru. Maka saya merekomendasikan film ini untuk ditonton, saya jamin cukup menghibur.

Yang penting adalah ending dari film ini yang cukup mengharukan. Setelah kembali di dunia nyata, keempat remaja itu sadar dengan sifat buruk sebelumnya dan mengalami kemajuan yaitu Spencer dan Martha tidak lagi minder dengan kekurangannya sehingga mereka jadian, Fridge tidak lagi sombong dengan kelebihan fisiknya, dan Bethany juga tidak lagi sombong dengan kecantikannya.

Tapi apakah Bethany mengalami happy ending seperti ketiga rekannya? Dapatkah ia menggapai cintanya dengan Alex? Ternyata setelah berhasil keluar dari Jumanji, Alex dikembalikan ke waktu pertama kali ia bermain Jumanji 20 tahun yang lalu ketia ia masih berusia 16 tahun.

Jadi ketika Spencer, Fridge, Martha dan Bethany mengunjungi rumah Alex, waktu telah berjalan 20 tahun sehingga Alex sudah berusia 36 tahun. Alex sudah menikah dan punya 2 anak. Salah satu dari anak Alex adalah perempuan dan diberi nama Bethany, yang diambil dari nama gadis yang menyelamatkan nyawa Alex ketika terjebak di game Jumanji.

Tuesday, November 28, 2017

KELUARGA TAK KASAT MATA

Genre : Horor
Sutradara : Hedy Suryawan
Penulis : Bonaventura Genta, Lele Laila, Evelyn Afnilia
Pemeran : Deva Mahenra, Miller Khan, Ganindra Bimo, Wizzy Williana, Aura Kasih, Tio Pakusadewo, Kemal Palevi, Gary Iskak, Nino Fernandez, Richard Kyle
Perusahaan produksi : Max Pictures
Tanggal rilis : 23 November 2017
Durasi : 110 menit

Film yang diangkat dari kisah nyata yang ditulis oleh Bonaventura Genta dan diupload di kaskus ini bercerita  tentang pengalaman pribadi Bonaventura Genta ketika kantornya yang pindah ke bangunan baru di Yogyakarta dan ternyata bangunan baru itu angker.

Perusahaan tempat Genta yang bergerak di bidang advertising itu terdiri dari Genta sebagai desainer, Bebek sebagai fotografer, Rudi sebagai desainer, Yoga sebagai ketua tim dan sebagai direkturnya adalah Marwan. Selain itu mereka dibantu 2 staf perempuan salah satunya bernama Andrea. Ada juga seorang perempuan tua yang bekerja sebagi pembantu rumah tangga.


Keanehan pertama yang ditemui oleh tim Genta di kantor baru mereka adalah ada sebuah ruang yang dipakai sebagai gudang dan gudang itu tidak bisa dibuka.

Gangguan mahkluk gaib dimulai ketika Tim Genta harus bekerja lembur sampai malam untuk mengejar deadline. Ketika menjelang malam mulailah gangguan dari mahkluk gaib, pada awalnya ringan saja yaitu terdengar suara wanita menangis, lampu yang tiba-tiba padam dan benda-benda yang bisa bergerak sendiri.

Gangguan berikutnya makin berat karena para mahkluk gaib itu mulai menampakkan diri yaitu berupa perempuan tua, perempuan muda mirip kuntilanak dan anak-anak kecil. Sepertinya memang ada keluarga tak kasat mata di rumah itu.

Semua karyawan diganggu oleh para mahkluk gaib tapi gangguan terberat dialami oleh Andrea karena Andrea masih terobsesi dengan adik perempuannya yang meninggal ketika masih anak-anak, Andrea sering didatangi hantu anak perempuan. Andrea mengira hantu anak perempuan itu adalah cucu dari perempuan tua pembantu rumah tangga kantor padahal simbok pembantu itu hidup sendirian tanpa anak cucu.

Gangguan makin menghebat ketika fotomodel pemotretan kesurupan dirasuki mahkluk gaib karena mencoba mengintip gudang misterius yang pintunya tidak bisa dibuka itu. Untung Rudi yang punya kemampuan paranormal bisa menyembuhkannya.

Karena Rudi merasa tidak mampu mengatasi para keluarga tak kasat mata itu maka ia memanggil temannya seorang paranormal bernama Rere.

Rere datang disaat yang tepat karena waktu itu gangguan keluarga tak kasat mata itu mencapai puncaknya dengan mencoba membunuh Andrea. Dengan kemampuan paranormalnya Rere berhasil menolong Andrea melalui Genta sebagai perantara. Memang sebelumnya Genta bermimpi didatangi hantu perempuan tua dan minta tolong pada Genta.


Bagaimana cara Rere menyelamatkan Andrea? Dan mengapa Genta yang terpilih sebagai perantara? Saya persilahkan menonton sendiri film horor ini.

Opini Saya Tentang Film Ini:
Film ini diangkat dari pengalaman pribadi Bonaventura Genta (selanjutnya kita panggil mas Genta saja ya..) yang diupload di kaskus, ketika sinopsis ini saya tulis, artikel mas Genta itu sudah dishare sebanyak 17.398 kali. Memang saya akui mas Genta ini piawai menulis sehingga bisa membuat artikel yang enak dibaca dan bisa membawa pembaca mengikuti aura mistisnya.

Bonaventura Genta, penulis Keluarga Tak Kasat Mata di Kaskus (sumber)
Mas Genta merahasiakan lokasi rumah angkernya seperti yang saya screenshoot di kaskus seperti ini (klik untuk memperbesar gambar) :


Tapi dari beberapa tulisan mas Genta yang menceritakan keadaan lokasi rumah itu seperti terletak di Jalan Magelang, dekat Ringroad, dekat minimarket dan dekat tempat dugem (di Jalan Magelang hanya ada 2 tempat dugem dan letaknya berdekatan), tidak sulit bagi saya menemukan lokasinya karena saya sudah puluhan tahun tinggal di Yogyakarta. Apalagi lokasi tempatnya itu tidak begitu jauh dari rumah saya, sekitar 4 km.

Tapi saya tidak mau memotret rumah itu lalu share di internet karena saya sangat menghargai itikad baik mas Genta untuk merahasiakannya. Jadi kalau saya dikejar dimana lokasi tepatnya, saya “kura-kura dalam perahu saja” hehehe...Saya bercerita tentang film ini saja ya...

Walaupun masih belum bisa dibandingkan dengan film Pengabdi Setan, film ini cukup layak ditonton bagi penggemar film horor karena cukup seram dan menegangkan. Terutama bagi yang sudah membaca di kaskus tidak perlu kawatir kehilangan greget ketika menonton filmnya karena film sangat berbeda dengan di kaskus jadi masih terasa efek seramnya.

Cuma yang agak mengecewakan adalah ending film ini masih menggantung, sampai film selesai masih belum jelas siapakah keluarga tak kasat mata itu. Sepertinya film ini ada sekuelnya.

Bagi saya dan yang pernah membaca di kaskus pasti tahu siapakah keluarga tak kasat mata itu tapi tidak etis jika saya ceritakan karena bisa mengurangi greget para penonton ketika menonton sekuelnya (kalau ada). Jadi sebagai penutup, saya hanya bisa berpesan, mari bersama-sama kita tunggu sekuel film ini.
Bonaventura Genta dan para pemain utama film Keluarga Tak Kasat Mata (sumber)

Tuesday, October 24, 2017

PENGABDI SETAN

Genre : Horror
Sutradara : Joko Anwar
Pemeran: Tara Basro,Dimas Aditya,Bront Palarae,Endy Arfian,Ayu Laksmi,Elly D. Luthan,Nasar,Annuz,Arswendi Nasution,Egi Fedly,M Adhiyat,Fachri Albar,Asmara Abigail
Musik : Aghi Narotama,Bemby Gusti,Tony Merle
Tanggal rilis : 28 September 2017
Durasi : 107 menit

Film ini merupakan remake dari film berjudul Pengabdi Setan juga yang ditayangkan tahun 1982 yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra.  Film ini juga masih mengambil lokasi waktu di tahun 1980 an tetapi tokoh-tokohnya berbeda. Jika film sebelumnya bercerita tentang keluarga kaya dengan 2 anak maka di film ini bercerita tentang sebuah keluarga sederhana dengan 4 anak, begitu sederhananya sehingga mereka terpaksa tinggal di rumah sederhana dan terpencil.

Keluarga sederhana itu terdiri dari seorang ayah (di film ini tidak disebutkan namanya), seorang ibu bernama Mawarni dan 4 anak bernama Rini, Tony, Bondi dan si bungsu Ian yang tuna wicara.  Tinggal juga bersama mereka nenek mereka yang bernama Rahma Saidah
Yang disayangkan adalah keluarga ini tidak pernah beribadah jadi agama hanyalah tertulis di KTP saja.


Teror dimulai setelah ibu mereka yaitu ibu Mawarni yang mantan penyanyi itu meninggal dunia setelah sakit aneh selama 3 tahun, dengan meninggalnya Mawarni,  sang ayah pergi ke luar kota untuk menggadaikan rumahnya. Setelah itu Rini dan adik-adiknya dihantui terus oleh arwah ibu Mawarni. 


Rini sudah diperingati oleh putra seorang Ustad bernama Hendra agar meninggalkan rumah mereka bahkan menawarkan rumahnya untuk ditinggali tapi Rini menolaknya. Rupanya keluarga Rini ini tidak hanya tidak percaya Tuhan tapi juga tidak percaya mahkluk halus.

Teror paling mengerikan adalah meninggalnya nenek karena tercebur sumur. Sejak saat itu teror semakin mengerikan bahkan arwah nenek juga ikut menghantui tapi anehnya hanya si bungsu Ian yang selalu diteror arwah nenek.


Suatu ketika, Rini menemukan surat yang ditulis neneknya sebelum meninggal, surat itu ditujukan kepada sahabat nenek Rini yaitu Budiman. Sepertinya nenek Rini ingin minta tolong kepada Budiman tentang keanehan di rumahnya.

Bersama Hendra, Rini pergi ke tempat Budiman yang ternyata seorang paranormal. Budiman memberitahu bahwa semua masalah berawal dari Mawarni sang ibu, dulu Mawarni mandul dan agar bisa punya anak ia bergabung dengan sekte pemuja setan. Setelah bergabung dengan para pemuja setan, Mawarni memang bisa punya 4 anak yaitu Rini dan adik-adiknya, tapi iblis selalu minta tumbal yaitu anak bungsu harus diserahkan kepadanya setelah berumur 7 tahun dan memang 3 hari lagi si bungsu Ian akan merayakan ulang tahunnya yang ke-7.

Dengan demikian berarti bahaya besar menanti Ian karena akan diambil iblis dan memang teror semakin mengerikan sehingga Rini dan adik-adiknya tidak tahan lalu pindah ke rumah Hendra. Walaupun begitu teror tidak berhenti karena di rumah Hendra, Rini dan adik-adiknya tetap dihantui arwah ibu dan neneknya.


Sampai suatu ketika Hendra ditelepon Budiman dan diberitahu bahwa Budiman melakukan kesalahan ketika menerangkan tentang Ibu Mawarni dan sekte pemuja setannya. Budiman minta agar Rini dan Hendra datang ke rumahnya untuk mendengarkan ralat tentang kesalahan itu dan cara mengatasi teror arwah ibu Rini. Tetapi hanya Hendra yang berangkat ke rumah Budiman dengan naik sepeda motor karena Hendra minta Rini menjaga adik-adiknya.

Setelah mendengar penjelasan Budiman maka Hendra segera pulang untuk menyelamatkan Rini dan adik-adiknya tetapi tampaknya para anggota sekte pemuja setan mengetahuinya lalu membuat Hendra tewas kecelakaan ketika pulang dengan sepeda motor.

Karena Hendra tewas maka semakin mengerikan teror yang menimpa Rini dan adik-adiknya bahkan mereka juga dihantui arwah Hendra. Sayangnya ayah Hendra tidak berani menolong karena masih trauma dengan kematian anaknya.
Untung saja datang ayah Rini dan membawa anak-anaknya pergi dari rumah Hendra dan kembali ke rumah mereka.

Tetapi setelah kembali ke rumahnya sendiri, ternyata keadaan semakin mengerikan karena pada malam harinya datang para anggota pemuja setan dan sepertinya mereka akan mengambil Ian. Walaupun keluarga Rini hanya bertahan di dalam rumah yang dikunci dari dalam akhirnya para anggota sekte pemuja setan itu pergi.

Keesokan harinya sepertinya masalah akan selesai karena ayah Rini sudah mengatur bahwa pada jam 4 sore akan datang mobil menjemput mereka dan keluarga Rini akan pindah ke rumah susun di kota lain. Apalagi datang ayah Hendra yang Ustad itu karena ayah Hendra merasa kesepian tinggal di rumahnya sendiri.

Tapi kejadian tak sesuai harapan karena mobil tak juga datang sampai malam hari padahal nanti tepat jam 12 malam Ian akan ulang tahun ke-7, berarti bahaya besar bagi Ian.

Untungnya dulu Rini sempat mengetahui ada surat jatuh dari mayat Hendra dan surat itu ditulis oleh Budiman. Dari surat itu Budiman meralat bahwa Iblis tidak akan menjemput Ian pada ulang tahunnya yang ke-7 tapi untuk tujuan yang lebih mengerikan.

Memang tepat jam 12 malam di ulang tahun Ian ke-7 terjadi peristiwa yang lebih menyeramkan karena tidak hanya datang manusia tetapi berdatangan para mayat hidup atau zombie. Para mayat hidup itu sangat ganas, setelah membunuh ayah Hendra mereka mengejar Rini dan keluarganya.

Untung sekali datang 2 penyelamat yang tidak terduga-duga, satu berupa roh dan satunya berupa manusia yang berhasil membawa keluarga Rini pergi dari rumahnya.

Jadi, apakah peristiwa yang lebih mengerikan dari penculikan Ian di ulang tahunnya ketujuh? Siapakah yang berhasil menyelamatkan keluarga Rini? Dan mengapa juga arwah nenek hanya menghantui Ian?
Kalau saya ceritakan semua, film ini tidak asyik lagi ditonton dan sinopsis ini bisa dituduh spoiler, maka saya persilahkan untuk menonton sendiri film horror ini.

Opini Saya Tentang Film Ini
Poster film asli tahun 1982
Sebagai gambaran tentang film ini, film aslinya di tahun 1982 sudah sangat menyeramkan sehingga menjadi film horror terlaris di masa itu (sekarang bisa ditonton di youtube) dan film remakenya ini lebih menyeramkan lagi, menurut saya 2 kali lipat lebih menyeramkan.
Saya bisa merasakan di gedung bioskop para penonton sampai berteriak-teriak bahkan ada yang sampai menutup matanya saking seramnya. Saya sendiri ketika menulis sinopsis ini kadang-kadang merasa merinding hehehe...

Tapi jangan dibayangkan film ini lebih seram dari film aslinya di tahun 80an karena teknologi film yang lebih canggih. Sutradara film ini yaitu Joko Anwar bersikeras untuk tidak menggunakan teknologi film modern seperti CGI atau animasi tapi film ini kok tetap lebih seram ya...Saya acung jempol dehhh...
 
Joko anwar, sutradara film ini
Yang lebih penting adalah pesan moral film ini yaitu agar selalu taat beribadah sesuai agama masing-masing agar tidak mudah diganggu mahkluk halus. Seperti diceritakan pada ending film ini, walaupun keluarga Rini kelihatan sudah tentram tinggal di rumah susun tapi karena tetap malas beribadah, ternyata mereka diincar oleh tetangga mereka yang bernama Darminah.
Siapakah Darminah? Darminah adalah tokoh antagonis utama pada film aslinya di tahun 80an, dialah pemimpin sekte pemuja setan.
 
Darminah dan Batara
Tetapi sampai film ini selesai tidak diceritakan bagaimana keluarga Rini jatuh ke cengkeraman Darminah, sepertinya film ini ada sekuelnya nih... Mari kita tunggu bersama-sama.
anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :
Custom Search