Tuesday, February 10, 2015

NADA UNTUK ASA



Genre : Drama
Sutradara : Charles Gozali
Pemeran : Marsha Timothy,Acha Septriasa,Darius Sinathrya,Mathias Muchus,Wulan Guritno,Nadilla Ernesta,Inong Nidya Ayu,Irgy Ahmad Fahrezy,Donny Damara,Butet Kartaredjasa,Tri Yudiman,Pongki Barata,Bayu Oktora,Bisma Karisma,Aurelia Devi,Sakurta Ginting
Tanggal rilis : 5 Februari 2015
Durasi : 98 Menit

Film yang terinspirasi dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang wanita bernama Nada yang baru saja menjadi janda setelah suaminya meninggal . Pada awalnya Nada yang sudah mempunyai 3 anak itu percaya saja dengan keterangan dokter yang merawat suaminya bahwa suaminya yang bernama Bobby itu meninggal karena terkena kanker getah bening. Tapi semuanya berubah menjadi tragedi setelah adik iparnya yang bernama Gita mengajaknya ke dokter lain. Dokter lain yang juga pernah merawat suami Nada itu berkata bahwa suami Nada meninggal karena AIDS.
Memang Bobby juga menderita kanker getah bening tapi karena AIDS, kanker getah bening itu menjadi semakin ganas dan akhirnya merenggut nyawa Bobby. Ternyata Bobby terkena AIDS karena 4 tahun lalu pernah selingkuh dengan teman wanitanya yang positif HIV yaitu Wanda.

Nada tentu saja sangat shock karena AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah  salah satu penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). AIDS sangat ditakuti karena merusak sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Jika seseorang terjangkit AIDS maka tubuhnya tidak mampu lagi melawan penyakit sehingga penyakit sepele yang tidak berbahaya bagi orang normal seperti flu atau diare sekalipun, bisa mematikan.
Lebih mengerikan lagi, AIDS belum ditemukan obatnya. Memang sudah ada obatnya tapi obat itu tidak bisa menyembuhkan dan hanya melambatkan pertumbuhan virus HIV sehingga penderita AIDS harus mengkonsumsinya seumur hidup. Selain itu, namanya obat kimia pasti ada efek sampingnya.

Nada semakin shock karena setelah diperiksa ternyata ia sudah tertular HIV dari suaminya, tapi tragedi itu belum berakhir karena ternyata anak perempuan bungsunya yang baru berusia 5 tahun  bernama Asa juga positif HIV. Asa tertular dari air susu Nada.

Kehidupan Nada semakin hancur karena teman-teman dan saudara-saudaranya bahkan ayah dan kakak perempuanya menjauhinya karena takut tertular HIV, apalagi karena sudah sangat putus asa Nada tidak mau minum obat sehingga penyakitnya semakin parah dan menakutkan. Hanya satu orang yang masih sanggup mendampingi Nada yaitu Gita, adik Bobby.

Nada sudah pasrah untuk mati tapi semangat “berani hidup” Nada bangkit karena ternyata tidak hanya Gita yang masih mau menerimanya tapi juga orangtua Bobby. Dan ada peristiwa yang semakin mengobarkan semangat berani hidup Nada yaitu ketika Nada bertemu dengan Wanda (selingkuhan Bobby) ketika sedang ziarah ke makam Bobby.


Bisa dibayangkan bagaimana kemarahan seorang wanita bertemu dengan selingkuhan suaminya apalagi sampai menularkan HIV. Nada dan Wanda sempat bertengkar dengan hebat bahkan hampir berkelahi tapi bisa dicegah anak-anak Nada. Pada saat itu muncul sisi mulia Nada karena sebelum berpisah dengan Wanda, Nada mengucapkan kalimat yang sangat mengharukan yaitu ia sudah memaafkan Wanda.
Sejak saat itu hiduplah semangat hidup Nada sehingga Nada bertekad terus mendampingi anak-anaknya sampai dewasa. Nada mau minum obat sehingga kondisi badannya berangsur-angsur membaik. Walaupun HIV masih bercokol di tubuh Nada tapi pertumbuhannya bisa dikendalikan dengan obat sehingga tidak sampai menjadi AIDS, dan Nada bisa hidup normal.

Walaupun hidup dengan HIV, Nada terus membesarkan anak-anaknya sampai mereka tumbuh dewasa termasuk anak bungsunya yang juga terjangkit HIV yaitu Asa.
Asa bisa tumbuh dengan sehat sampai dewasa karena tertib minum obat sehingga HIV tidak sampai menjadi AIDS.

Nasib Asa memang tak kalah menyedihkan dibanding Nada karena setelah diketahui terjangkit HIV, Asa dipecat dari perusahan tempatnya bekerja. Untung mental Asa lebih kuat dari ibunya sehingga ia tidak patah semangat. Dengan pesangon dari perusahaan, Asa membangun bisnis kue secara online.

Walaupun bisnis kue Asa tidak sepenuhnya lancar karena ada beberapa pembeli yang membatalkan pesanan setelah tahu pembuat dan penjual kuenya terjangkit HIV, Asa terus bersemangat karena bertemu dengan pria yang bisa mencintainya dengan sepenuh hati yaitu Wisnu.


Walaupun Wisnu bekerja sebagai pendamping penderita AIDS di Rumah Sakit Santo Carolus, tapi masih bisakah Wisnu menerima Asa setelah tahu bahwa Asa hidup dengan HIV? Orang-orang (termasuk saya hehehe..) pasti bisa menebak bahwa film berakhir dengan happy ending dengan Wisnu tetap bisa menerima Asa. Tapi saya tidak menyangka bahwa adegan happy ending itu benar-benar mengharukan sehingga tidak hanya  membuat air mata menetes tapi juga membuat saya lupa bahwa film berdurasi 98 menit ini telah selesai, dan saya baru sadar setelah lampu-lampu bioskop dinyalakan.

Opini saya tentang film ini:
Novel Nada untuk Asa
Film ini terinspirasi dari kisah nyata yaitu dari pengalaman ibu Yurike Ferdinandus yang tertular HIV dari almarhum suaminya. Kisah Ibu Yurike Ferdinandus atau biasa dipanggil Yuke sempat diangkat di televisi di acara Mata Najwa pada episode berjudul Hidup dalam Stigma yang ditayangkan pada tanggal 16 Oktober 2013.

Kisah Ibu Yuke juga diangkat menjadi Novel berjudul Nada untuk Asa yang ditulis oleh Ita Sembiring. Novel itu menjadi best seller dan drama musikalnya dipentaskan tanggal 20 -21 September 2014 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzukl dengan disutradarai oleh Rm. Steve Winarno, Pr.

Pementasan drama musikal Nada dan Asa (diambil dari https://www.facebook.com/komunitasteaterri)


Opini saya tentang film ini adalah, setelah Hachiko ada lagi film yang membuat saya sangat terharu. Selain itu film ini juga inspiratif karena menampilkan jawaban dari pertanyaan orang-orang yang sedang menderita seperti “jika Tuhan tidak mencobai umatNya melebihi kemampuannya mengapa sampai ada orang yang tidak tahan sehingga sampai kena sakit jiwa?” atau yang lebih sering ditanyakan lagi, “Mengapa saya yang kena penderitaan ini, bukan orang lain? Jawaban dari pertanyaan yang biasanya ditanyakan orang-orang galau itu ada pada dialog di film ini.

Dan yang lebih penting adalah pesan moral dari film ini yaitu walaupun kita harus waspada dengan HIV/AIDS tapi jangan sampai mengucilkan penderita HIV/AIDS karena HIV/AIDS tidak menular melalui hubungan sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, makan bersama atau berenang bersama.
Memang, kejahatan paling kejam yang bisa diterima oleh manusia adalah diasingkan (Mother Theresa).

Yang membuat saya lebih senang setelah membeli tiket film ini adalah keuntungan dari film ini akan didonasikan untuk pengembangan Ruang Carlo, sebuah unit khusus untuk perawatan HIV di RS Carolus, Jakarta. Jadi saya tidak hanya menonton film yang berbobot tapi juga terinspirasi dan beramal. Anda ingin seperti demikian?

Friday, December 19, 2014

EXODUS : GODS AND KINGS

Sutradara : Ridley Scott
Pemain :  Christian Bale,Joel Edgerton,John Turturro,Aaron Paul,Ben Mendelsohn,Sigourney Weaver,Ben Kingsley
Musik : Alberto Iglesias
Tanggal rilis : 12 Desember 2014
Durasi : 150 menit

Film yang terinspirasi dari Kitab Keluaran (salah satu Kitab dari Perjajian Lama) ini bercerita tentang keadaan Bangsa Israel yang diperbudak di Mesir selama 400 tahun di tahun 1200 sebelum masehi. Pada waktu itu muncul 2 tokoh yang sangat berperan pada kejayaan Mesir karena jago strategi perang yaitu Ramses dan Musa,  kedua orang itu bersahabat dengan akrab.
Ramses adalah putra mahkota dari pemimpin tertinggi Mesir atau disebut Firaun sedangkan Musa adalah jendral Mesir yang sangat ahli berperang sehingga banyak memenangkan perang untuk Mesir. Karena kemampuannya, Firaun sebenarnya lebih memilih Musa untuk menggantikannya tapi hal itu tidak mungkin terjadi karena Musa bukan anaknya.


Kenyataan lain, Musa sebenarnya bukan orang Mesir tapi sebenarnya orang Israel.  Bagaimana ceritanya Musa dari bangsa budak bisa menjadi jendral Mesir? Dan bagaimana juga ceritanya bangsa Israel yang katanya adalah bangsa terpilih bisa menjadi budak di Mesir? Begini ceritanya :
Bangsa Israel bisa tinggal di Mesir berkat jasa seorang Nabi bernama Yusuf. Yusuf dibuang oleh kesebelas saudaranya yang iri karena Yusuf paling disayangi oleh ayah mereka yaitu Yakub. Dalam pembuangan, Yusuf akhirnya sampai di Mesir dan bekerja disana.
Karena diberkati Tuhan, Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaanya dan juga ahli menafsirkan mimpi sehingga karirnya meningkat dengan pesat bahkan bisa menjadi wakil dari Firaun. Berkat kecerdasan Yusuf, Mesir bisa menjadi kerajaan yang jaya dan makmur.

Berkat jasa-jasa Yusuf, Firaun mengijinkan Yusuf membawa keluarganya yang merupakan cikal-bakal bangsa Israel itu untuk tinggal di Mesir. Maka beranak-pinaklah orang Israel di Mesir dan mereka hidup tentram di sana.
Tapi nasib orang Israel di Mesir berubah setelah Yusuf wafat dan Firaun yang mempercayainya juga wafat. Firaun pengganti tidak mengenal Yusuf dan juga jasa-jasanya pada Mesir sehingga mulai timbul rasa iri dan benci pada orang Israel yang berkembang dengan pesat di Mesir. Firaun itu takut orang Israel yang tadinya berjumlah sedikit di Mesir (minoritas) makin bertambah banyak sehinga menyaingi orang-orang Mesir sendiri. Sejak saat itu orang Israel ditindas dengan cara dijadikan budak dan disuruh melakukan pekerjaan berat seperti membangun bangunan-bangunan yang megah bagi orang Mesir.

Berkat perlindungan Tuhan, semakin dibenci dan ditindas, orang Israel malah semakin bertambah banyak maka Firaun melakukan hal yang lebih kejam yaitu menyuruh bidan-bidan untuk membunuh bayi laki-laki Israel yang baru saja dilahirkan. Pada waktu itu seorang bayi laki-laki Israel berhasil selamat dari pembunuhan dan bisa disembunyikan sehingga tetap hidup sampai umur 3 bulan. Tapi orangtua bayi itu merasa tidak mampu lagi menyembunyikannya sehingga membungnya ke Sungai Nil dalam sebuah keranjang. Di Sungai Nil, bayi itu ditemukan oleh putri Firaun lalu diadopsi menjadi anak dan diberi nama Musa yang berarti “diselamatkan dari air”.
Begitulah ceritanya Musa dari bangsa budak bisa menjadi bangsawan Mesir dan karena kecakapannya bisa menjadi Jendral.

Pada awalnya Musa sendiri tidak tahu bahwa di adalah seorang Israel sampai pada suatu ketika Musa berkunjung ke pemukiman orang Israel yang sedang disuruh untuk membuat bangunan megah. Pada saat itu ada seorang laki-laki tua pemimpin Israel bernama Nun yang mengenali Musa sebagi orang Israel dan yakin bahwa Musa adalah utusan Tuhan untuk membebaskan Bangsa Israel. Nun lalu memberi tahu Musa.

Musa tentu saja tidak percaya bahwa dirinya adalah seorang Israel tapi perlahan Musa percaya karena ketika Musa menemui Nun, Musa tidak memakai pakaian Mesir sehingga 2 penjaga budak langsung mengenalinya sebagai orang Israel dan akan menangkap Musa. Musa tentu saja melakukan perlawanan bahkan akhirnya bisa membunuh 2 penjaga budak itu.

Lebih celaka lagi, Ramses yang telah menjadi Firaun karena menggantikan ayahnya yang sudah mati akhirnya tahu jati diri Musa karena diberitahu mata-matanya. Firaun Ramses sebenarnya tidak memperdulikan riwayat Musa karena Musa adalah sahabat karib sekaligus saudara tirinya, dan Musa sudah banyak berjasa bagi Mesir.Tapi Ramses tidak bisa menerima perbuatan Musa yang membunuh 2 orang Mesir penjaga budak, maka Ramses mengusir Musa dari Mesir ke padang gurun.


Tapi ternyata Ramses masih ada rasa persahabatan dengan Musa sehingga diam-diam membekali Musa dengan sebuah pedang. Pedang itu ternyata sangat berguna karena ibu Ramses yang sangat benci pada orang Israel itu diam-diam juga menyuruh 2 orang untuk membunuh Musa di padang gurun. Dengan pedang pemberian Ramses, Musa bisa membela diri dari 2 orang pembunuh itu.

Pedang pemberian Ramses itu juga bisa membantu Musa mendapatkan jodoh karena di sebuah oase Musa bisa menolong seorang perempuan Midian bernama Zipora yang tidak bisa mengambil air karena dicegah oleh seorang gembala. Dengan pedangnya, Musa bisa mengusir gembala itu.
Berkat jasanya, orang tua Zipora yang merupakan seorang Imam Midian mengijinkan Musa menikah dengan Zipora. Sejak saat itu Musa tinggal di perkampungan Midian dan menjadi penggembala domba. Dengan Zipora, Musa mempunyai anak bernama Gersom.

Siapakah Orang Midian itu? Sebenarnya orang Midian masih kerabat dengan orang Israel karena orang-orang Midian adalah keturunan Abraham dengan salah seorang istrinya yaitu Ketura. Abraham memang mempunyai 2 istri lagi yaitu Sarai dan Hagar. Sarai melalui salah satu cucunya yang bernama Yakub menurunkan bangsa Israel sedangkan Hagar menurunkan Bangsa Arab.
Tuhan menepati janjinya pada Abraham yaitu keturunannya akan sangat banyak seperti bintang di langit.

Kembali ke cerita tentang Musa. Karena sudah hidup dengan tentram bersama keluarganya selama 9 tahun, Musa sudah mulai melupakan bangsanya yang masih menderita di Mesir, sampai akhirnya Malaikat Tuhan mendatangi Musa. Malaikat Tuhan itu mengutus Musa untuk membebaskan bangsanya maka Musa meninggalkan keluarganya di tanah Median untuk kembali ke Mesir.
Sesampainya di Mesir, Musa menemui Nun dan menyatakan kesediaannya untuk berjuang. Nun menyambut baik dan mengenalkan Musa dengan kakak kandungnya yaitu Harun yang akan membantu perjuangan.


Dengan keahliannya sebagai seorang jendral, Musa secara diam-diam melatih pemuda-pemuda Israel untuk berperang. Setelah siap, Musa bersama pemuda-pemuda Israel itu melakukan perang secara gerilya melawan Mesir. Hal itu tentu saja kurang efektif karena dibanding pasukan Mesir, pasukan Musa kalah dalam jumlah tentara dan persenjataan.

Lebih menyedihkan lagi, tentara-tentara Mesir masuk ke perkampungan orang Israel untuk mencari Musa. Orang Israel yang menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang keberadaan Musa langsung dihukum gantung. Tiap hari pasti ada orang Israel yang digantung. Maka Tuhan kembali mengutus malaikatnya untuk memberi tahu Musa agar mengubah strateginya.
Berdasarkan petunjuk Malaikat Tuhan, Musa mengubah strateginya dengan menemui Ramses. Musa meminta Ramses agar membiarkan Bangsa Israel keluar dari Mesir atau Bangsa Mesir akan mendapat hukuman dari Tuhan.

Ramses menolak permintaan Musa dan ternyata Tuhan benar-benar menghukum Bangsa Mesir yang sukanya menindas kaum minoritas dan lemah itu. Bangsa Mesir mengalami 9 bencana yang mengerikan dan aneh yaitu : Sungai di Mesir airnya berubah jadi darah dan ikannya mati sehingga berbau busuk, jutaan katak keluar dari Sungai Nil lalu menyerang orang Mesir, debu berubah jadi nyamuk, serangan dari lalat, hewan-hewan ternak mati, penyakit kulit yang menjijikkan, hujan es, serangan dari belalang dan semua cahaya hilang sehingga tinggal kegelapan.

Yang lebih aneh lagi, bencana-bencana itu hanya menimpa orang Mesir dan tidak menimpa orang Israel padahal mereka tinggal di wilayah yang sama. Walaupun begitu, Ramses tetap keras kepala dan tetap tidak mengijinkan orang Israel untuk pergi dari Mesir. Sampai akhirnya muncullah bencana ke-10.

Pada bencana kesepuluh, seluruh anak laki-laki sulung di tanah Mesir baik manusia atau binatang mati, tetapi lagi-lagi bencana itu hanya menimpa orang Mesir dan binatang peliharaannya sedangkan orang-orang Israel dan ternaknya selamat. Ramses akhirnya menyerah karena anak laki-laki sulungnya yang masih bayi juga ikut mati. Ramses akhirnya mengijinkan orang Israel pergi dari Mesir (lebih tepatnya mengusir).
Maka Musa memimpin sekitar 400 ribu orang Israel untuk melakukan perjalanan atau exodus keluar dari Mesir.

Tetapi setelah orang-orang Israel pergi, Firaun Ramses merasa menyesal sehingga membawa semua bala tentaranya untuk mengejar orang-orang Israel. Firaun dan pasukannya jelas bisa mengejar karena mereka naik kereta kuda sedangkan orang-orang Israel hanya berjalan kaki. Sampai akhirnya orang-orang Israel berada pada posisi terdesak karena sampai di tepi laut merah.


Tuhan kembali melindungi bangsa Israel karena muncul topan badai dan ombak besar  yang menggulung Firaun Ramses dan pasukannya. Orang-orang Israel selamat karena sempat berlari ke puncak bukit.


Walaupun Ramses bisa selamat tapi ia tidak bisa lagi mengejar orang-orang Israel karena semua pasukannya mati. Maka di bawah pimpinan Musa, bangsa Israel kembali melanjutan perjalanan menuju tanah yang dijanjikan Tuhan bagi Bangsa Israel yaitu Tanah Kanaan.

Opini Saya Tentang Film Ini
Rupanya sekarang ada trend baru film hollywood yaitu membuat film yang diangkat dari Alkitab, ada 3 film demikian yaitu Son of God, Noah dan Exodus : Gods and King ini. Tapi dari ketiga film itu hanya Son of God yang membuat saya puas sedangkan 2 lainnya walaupun cukup seru untuk ditonton tapi sedikit mengecewakan karena melenceng dari Alkitab.

Sebagai contoh pada film Exodus : Gods and King ini, ada banyak hal yang bertentangan dengan Alkitab yaitu :
  1. Musa bukan diusir oleh orang Mesir tapi ia memang melarikan diri dari Mesir. Selain itu tidak ada juga cerita Firaun diam-diam memberi pedang bagi Musa.
  2. Awal Musa menjadi Nabi pembebas Bangsa Israel bukan karena diketahui oleh Nun tapi Tuhan mengutus Musa kemudian Musa datang ke orang-orang tua Israel dan memberi tahu bahwa ia adalah utusan Tuhan. Musa melakukan banyak mukjizat sehingga orang-orang Israel akhirnya percaya bahwa ia adalah benar-benar utusan Tuhan.
  3. Di film ini digambarkan Musa mendapat perintah dari Tuhan melalui Malaikat yang berwujud anak kecil padahal di Alkitab, Tuhan berbicara langsung pada Musa.
  4. Musa kembali ke Mesir dengan membawa anak dan istrinya tapi di film ini, Musa meninggalkan anak dan istrinya di tanah Midian.
  5. Film ini mengabaikan peran Harun (kakak Musa), seolah-olah Harun hanyalah pelengkap saja. Padahal peran Harun sangatlah penting karena Harun dijadikan Tuhan sebagai juru bicara Musa mengingat Musa sendiri sudah merasa bahwa ia tidak pandai bicara.
  6. Walaupun pernah menjadi pemimpin tentara Mesir, Musa tidak pernah membentuk angkatan perang Israel untuk melawan Mesir secara militer
  7. Ketika memperingatkan Firaun agar melepaskan orang-orang Israel, Musa dan Harun datang secara baik-baik kepada Firaun Ramses tapi di film ini, Musa datang sendirian menemui Ramses lalu mengancamnya dengan pedang, duh...preman kelee...
  8. Penampilan Musa di film ini juga membuat saya kecewa karena digambarkan selalu membawa pedang sehingga berkesan seperti jagoan. Apalagi Musa diperankan oleh Christian Bale yang terkenal karena berperan sebagai Batman. Menurut Alkitab, Musa bukan membawa pedang tapi membawa tongkat dan tongkat itu adalah pemberian langsung dari Tuhan. Dengan tongkat itu Musa banyak melakukan mukjizat.
    Gambaran  Nabi Musa pada umumnya
    Membawa tongkat pemberian Tuhan
    (diambil dari film The Ten Commandments)
  9. Yang membuat saya sangat, sangat dan suangaaattt kecewa adalah film ini tidak menampilkan mukjizat Nabi Musa yang paling legendaris yaitu membelah Laut Merah.

Ketika saya menonton di bioskop, terjemahan atau subtitle Bahasa Indonesia nya juga ada kesalahan fatal. Saya mendengar dengan jelas bahwa di film ini, orang-orang Israel disebut sebagai Hebrew atau Ibrani dalam Bahasa Indonesia yang memang adalah nama lain dari orang Israel, tapi pada subtitle nya diterjemahkan sebagai Yahudi padahal dalam Bahasa Inggris, Yahudi adalah Jew.
Rupanya penerjemah menganggap sama Israel dan Yahudi padahal sangat berbeda karena Yahudi adalah salah satu suku dari Bangsa Israel. Bisa diibaratkan, Suku Jawa adalah salah satu suku dari Bangsa Indonesia, jadi Indonesia dan Jawa itu berbeda kan?
Lebih fatal lagi, Musa juga diterjemahkan sebagi orang Yahudi padahal Musa bukan dari suku Yahudi tetapi dari Suku Lewi.

Walaupun begitu, saya cukup merekomendasikan film ini bagi yang hanya ingin menonton fim yang seru dan menghibur tanpa perlu menbanding-bandingkan dengan cerita aslinya di Alkitab. Film ini cukup menghibur karena penuh adegan seru dan visual effect nya juga cukup memukau. Perang kolosal, kemegahan kerajaan mesir dan ombak laut yang menyapu tentara mesir ditampilkan dengan sangat realistis di film ini. Tak heran film ini jadi Box Office.

Sebagai penutup, saya hanya bisa berharap film-film Hollywood lainnya yang diangkat dari Alkitab tidak melenceng terlalu jauh lah daripada cerita aslinya. Apakah jika difilmkan secara persis dengan Alkitab jadinya kurang menarik? Saya kira tidak, buktinya film Son of God dan The Ten Commandments cukup enak ditonton dan sukses juga secara komersial

Friday, October 31, 2014

FURY

Sutradara : David Ayer
Pemain : Brad Pitt,Shia LaBeouf,Logan Lerman,Michael Peña,Jon Bernthal,Jason Isaacs,Scott Eastwood
Musik : Steven Price
Tanggal rilis :  17 Oktober 2014)
Durasi : 134 menit

Ketika perang Dunia ke-2 hampir berakhir, Jerman sudah dalam posisi hampir kalah. Untuk lebih memastikan kemenangannya, pada bulan April 1945 pasukan Amerika memasuki wilayah Jerman. Pada invasi Amerika ke Jerman itu, sebuah regu tentara kavaleri (pasukan tank/kendaraan lapis baja) yang dipimpin oleh Sersan Don Collier (dijuluki Wardaddy) ditugaskan untuk membantu pasukan Amerika lain yang terjebak pada satu wilayah Jerman.

Regu Sersan Don Collier mengendarai sebuah tank Amerika berjenis M4A3E8 Sherman yang diberi nama FURY (amarah). Empat anak buah Sersan Don Collier adalah :  Kopral Teknisi Boyd Swan (dijuluki Bible karena religius dan hapal banyak ayat-ayat Alkitab, bertugas sebagai penembak meriam), Prajurit Grady Travis (dijuluki Coon-Ass,  bertugas sebagai pengisi peluru meriam), Kopral Trini Garcia (dijuluki Gordo, bertugas sebagai pengemudi tank) dan satu anggota baru sehingga belum memiliki julukan dengan tugas sebagai pembantu pengemudi bernama Prajurit Norman Ellison.


Fury bersama 4 tank Sherman lain ditugaskan membebaskan satu pasukan Amerika yang terjebak oleh pasukan kavaleri dan pasukan artileri (pasukan meriam) Jerman. Misi itu bisa dibilang mustahil karena untuk melawan sedemikian banyak pasukan kavaleri dan artileri Jerman, idealnya dibutuhkan 10 tank Sherman tapi sayang sekali, tank-tank Sherman lain sudah hancur karena perang-perang sebelumnya. Pada film ini memang diakui bahwa tank-tank Amerika kalah canggih dibanding tank-tank Jerman terutama yang paling ditakuti adalah tank Jerman berjenis Tiger.

Masalah lain pada regu Sersan Don Collier adalah pada salah satu prajurit barunya yaitu Norman Ellison yang menggantikan pembantu pengemudi sebelumnya yang gugur di medan perang. Sebelumnya Norman bukan tentara kavaleri tapi juru ketik dan belum pernah bertempur sama sekali sehingga menggunakan senjata pun tidak bisa. Lebih parah lagi, Norman lebih religius daripada Boyd “Bible” Swan bahkan terlalu religius sehingga biarpun sudah bisa mengopeasikan senjata tapi tidak tega menembak musuh.

Kelemahan Norman itu berakibat fatal. Ketika dalam perjalanan, peleton mereka diserang oleh pasukan Nazi anak-anak atau yang biasa disebut Hitlerjugend. Memang diambang kekalahan perang, Hitler sepertinya sudah hilang akal sehingga memerintahkan wanita dan anak-anak ikut berperang dan bagi yang menolak akan dihukum gantung.
Norman sudah melihat Hitlerjugend itu tapi tidak tega menembak anak-anak itu. Akibatnya fatal, salah satu Hitlerjugend berhasil meledakkan salah satu tank dan menewaskan salah satu awaknya yang merupakan komandan peleton. Dengan tewasnya komandan peleton itu, Sersan Don Collier mengambil alih jabatannya.


Sersan Don Collier tentu saja marah dengan kesalahan Norman itu dan berusaha mendidiknya menjadi tentara sejati tapi sayang, caranya kurang terpuji. Setelah memenangkan sebuah pertempuran, Sersan Don Collier sang Komandan Peleton memerintahkan Norman untuk menembak seorang tawanan tentara Jerman, padahal tentara Jerman itu sudah memohon-mohon untuk tidak dibunuh sambil menunjukkan foto anak dan istrinya.


Walaupun bermaksud baik tapi sikap Sersan Don Collier itu tentu saja tidak terpuji karena seorang ksatria sejati pasti tidak membunuh lawan yang sudah menyerah dan tidak berdaya.
Norman sempat menolak perintah keji Sersan Don Collier itu tapi Sersan Don Collier terus memaksa bahkan memegang tangan Norman sehingga akhirnya menembak tentara Jerman itu. Untungnya tentara Jerman itu tidak sampai mati dan sepertinya bisa kembali ke kesatuannya.
Kelak perbuatan Sersan Don Collier dan Norman akan mendapat balasannya atau biasa disebut karma.

Film ini juga dibumbui dengan adegan romantis. Setelah memenangkan sebuah pertempuran lagi, peleton Sersan Don Collier berhasil merebut sebuah kota kecil Jerman dan Norman berhasil bercinta seorang seorang warganya yaitu seorang gadis cantik bernama Emma.


Film ini menampilkan juga sisi manusiawi dari manusia, teman-teman satu regu tentu saja sangat iri dengan Norman karena berhasil mendapatkan gadis secantik Emma sehingga mereka terus membully Norman bahkan mereka juga membully Erma. Untung Sersan Don Collier bisa mencegahnya walaupun sebenarnya ia terlihat iri juga. Memang sangat manusiawi sekali kan.. hehehe
Sayangnya peristiwa romantis itu tidak bertahan lama karena mendadak datang serangan tentara Jerman, walaupun berhasil dihalau tapi beberapa tentara Amerika tewas dan beberapa warga Jerman sendiri juga terbunuh termasuk Emma.

Peleton Sersan Don Collier akhirnya harus menghadapi tugas utamanya yaitu menghancurkan pasukan kavaleri dan artileri yang membuat pasukan Amerika terjebak. Hal itu tentu saja tidak mudah karena harus menghadapi tank Jerman yang paling ditakuti yaitu Tank Tiger.
Peleton Sersan Don Collier berhasil menang lagi walaupun kemenangan itu harus dibayar mahal karena hampir semua tank Sherman hancur dan tinggal 1 tank bertahan yaitu tank yang ditumpangi regu Sersan Don Collier.

Walaupun peletonnya tinggal 1 tank, Sersan Don Collier dan keempat anak buahnya meneruskan perjalanan untuk bertempur lagi tapi perjalanan itu harus terhenti karena terkena ranjau. Keadaan semakin gawat karena sebelum tank selesai diperbaiki, datang 1 batalyon tentara Jerman yang berjumlah sekitar 300 tentara.


Sebenarnya Sersan Don Collier dan anak buahnya bisa melarikan diri tapi mereka berlima bertekad melawan 300 tentara Jerman itu. Sersan Don Collier yakin walaupun hanya berlima tapi bisa menang karena 300 tentara Jerman itu adalah pasukan infantri (pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat) yang tidak dilengkapi senjata anti tank dan juga tidak dikawal oleh tank. Terjadilah pertempuran seru antara 5 tentara kavaleri Amerika melawan 300 tentara infantri Jerman.


Pada awalnya Sersan Don Collier bersama anak buahnya bisa membunuh banyak tentara Jerman karena mereka terlindung di dalam tank tapi masalah mulai datang ketika amunisi habis. Akhirnya satu-persatu tentara kavaleri Amerika itu tewas, Sersan Don Collier akhirnya juga terbunuh, hanya Norman yang bisa bertahan hidup.

Disinilah hukum karma itu berjalan, Sersan Don Collier tewas ditembak sniper yang dulunya adalah tawanannya yang akan dibunuh Sersan Don Collier melalui Norman.
Sedangkan Norman bisa tetap hidup karena diam-diam turun melalui lubang di bagian bawah tank dan bersembunyi di bawah tank. Sebenarnya ada satu tentara muda Jerman yang memergoki Norman di bawah tank tapi seperti dulu Norman mengampuni tawanan yang sudah tak berdaya, tentara muda Jerman itu juga merasa iba pada Norman sehingga tidak memberitahu tentara Jerman lain.
Selamatlah Prajurit Norman Ellison, seorang juru ketik yang telah berubah menjadi tentara kavaleri profesional dan karena cara bertempurnya maka seperti tentara kavaleri lain, Norman mendapat julukan yaitu Machine.


OPINI SAYA TENTANG FILM INI
Bagi penggemar film perang, saya cukup merekomendasikan film ini karena menampilkan pertempuran kavaleri yang seru. Dijamin tidak akan mengantuk deh menontonnya.

Bicara tentang kavaleri pada World War II (WW II), saya jadi ingat tentara kavaleri WW II favorit saya yaitu tentara NAZI bernama Kurt Knispel. Pasti banyak yang bertanya-tanya, siapakah dia? Bukankah ada tokoh kavaleri Nazi yang lebih terkenal dan banyak difilmkan yaitu Jendral Erwin Rommel, seorang jendral NAZI yang ahli infantri dan kavaleri sehingga dijuluki The Desert Fox? Lagipula kenapa yang diidolakan malah tokoh NAZI? Bukankah NAZI pecundang pada WW II dan paham NAZI yang sangat rasis itu banyak tidak disukai?
Sabar.. berikut ini akan saya ceritakan perbedaan Kurt Knispel dibanding pahlawan-pahlawan NAZI lainnya.

Oberfeldwebel Kurt Knispel
Kurt Knispel adalah cavalry ace yang paling ditakuti oleh pasukan sekutu. Selama karir militernya pada WW II dari tahun 1940 sampai 1945, ia berhasil menghancurkan 168 tank musuh, benar-benar suatu rekor bagi tentara Jerman dan tidak ada yang bisa melampauinya bahkan sampai saat ini sekalipun. Salah satu prestasi fenomenalnya adalah berhasil menghancurkan Tank T-34 Rusia dari jarak 3 km.

Tapi sayang jagoan kita itu tidak berumur panjang. Pada pertempuran di kota Wostitz (sekarang masuk wilayah Republik Czech) tanggal 28 April 1945, Kurt Knispel gugur di usia yang belia yaitu 23 tahun. Pangkat terakhir Kurt Knispel adalah Oberfeldwebel atau di militer Indonesia setara dengan Kopral. Hahhh...??? Kopral? Bagaimana mungkin seorang tentara dengan prestasi yang sedemikian gilang-gemilang hanya diganjar dengan pangkat Kopral?
Karir militer Kurt Knispel memang dihambat oleh NAZI karena Kurt Knispel terang-terangan tidak suka dengan paham NAZI yang sangat rasis dan sadis itu. Sebenarnya sikap Kurt Knispel itu merupakan penghianatan dan bisa dihukum berat tapi karena prestasi tempurnya, NAZI sayang juga melepaskan jagoan panzer ini.

Buku Biografi Kurt Knispel
Yang mengharukan, walaupun prestasinya tidak dihargai, Kurt Knispel tetap rela bertempur habis-habisan sampai mati karena murni rasa cinta pada tanah airnya. Itulah sebabnya saya berpendapat Kurt Knispel layak dimasukkan sebagai tokoh favorit.

Riwayat hidup Kurt Knispel memang diabadikan dalam sebuah buku biografi yang ditulis oleh penulis Jerman bernama Franz Kurowski tapi saya cari-cari kok tidak ada film yang menampilkan Kurt Knispel termasuk pada film Fury ini ya? Saya jadi berkhayal andaikan Kurt Knispel difilmkan pasti sangat seru filmnya. Berandai-andai boleh kan hehehe...

anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :
Custom Search