Thursday, November 24, 2016

HACKSAW RIDGE

Genre : Drama Action
Sutradara : Mel Gibson
Pemeran : Andrew Garfield,Vince Vaughn,Sam Worthington,Luke Bracey,Teresa Palmer,Hugo Weaving,Rachel Griffiths
Musik : Rupert Gregson-Williams
Tanggal rilis :4 September 2016
Durasi :131 menit

Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang tentara unik bernama Desmond Doss. Mengapa bisa unik? Karena Desmond Doss adalah seorang tentara muda Amerika pada Perang Dunia ke-2 yang ketika berperang tidak pernah membawa senjata apapun, tapi anehnya ia bisa mendapat medali yang merupakan penghargaan tertinggi di Militer Amerika yaitu  Medal of Honor. Bagaimana bisa demikian? Begini ceritanya :

Sejak menjalani pelatihan sebagai calon prajurit, Desmond Doss cukup membuat pusing para atasannya karena Desmond Doss tidak mau memegang senjata apalagi menembak. Bagaimana mungkin seorang tentara tanpa senjata?


Para atasan Desmond Doss sampai berusaha berbagai macam cara untuk membuat Desmond Doss mau memegang senjata bahkan sampai menyuruh pacar Desmond Doss yang bernama Dorothy untuk membujuknya, tapi Desmond Doss tetap teguh pada pendiriannya (atau keras kepala nih...).
Lebih merepotkan lagi, Desmond Doss selalu minta libur di hari Sabtu. Hal itu karena Desmond Doss adalah jemaat Gereja Advent Hari Ketujuh yang menganggap hari Sabtu adalah hari Sabat sehingga tidak boleh bekerja.

Ada 3 alasan mengapa Desmond Doss tidak mau membunuh. Alasan pertama, Desmond Doss sangat religius sehingga taat pada Alkitab yaitu tidak boleh membunuh. Alasan kedua Desmond Doss hampir membunuh kakaknya sendiri ketika sedang berkelahi dengan kakaknya itu. Alasan ketiga, Desmond Doss pernah memisahkan kedua orangtuanya ketika sedang bertengkar hebat, begitu hebatnya sehingga ayah Desmond Doss sampai mengeluarkan pistol dan hampir membunuh istrinya sendiri jika Desmond Doss tidak berhasil merebut pistol itu.

Kalau tidak mau membunuh mengapa Desmond Doss mendaftar sebagai tentara? Desmond Doss memang ingin membela negaranya yang sedang berperang itu tapi ia ingin di bagian paramedis atau perawat, sayangnya ia ditempatkan di bagian tempur karena memang bagian itu yang sedang banyak dibutuhkan.

Karena sikapnya itu, Desmond Doss tidak hanya dibenci atasannya tapi juga kawan-kawannya karena dianggap sebagai pengecut. Sedemikian bencinya sehingga Desmond Doss pernah dihajar beramai-ramai. Tapi hati Desmond Doss memang sangat mulia karena ia tidak sedikitpun dendam pada kawan-kawannya dan tetap bertahan mengikuti pelatihan.


Tapi bagaimanapun juga sikap Desmond Doss itu merupakan pembangkangan dan merupakan pelanggaran sangat berat di militer Amerika.
Karena sudah muak, para atasan Desmond Doss mengajukan Desmond Doss ke mahkamah militer dengan tuduhan pembangkangan. Desmond Doss sempat dipenjara dan hampir dikeluarkan dari Angkatan Darat Amerika. Untung saja ayah Desmond Doss yaitu Thomas Doss yang merupakan veteran Perang Dunia ke-1 bisa minta bantuan bekas atasannya yang menjadi jendral penting di Angkatan Darat Amerika untuk membebaskan Desmond Doss.


Usaha ayah Desmond Doss berhasil karena alasan Desmond Doss tidak mau memegang senjata dengan alasan agama itu dilindungi Undang-undang Hak Asasi Manusia Amerika. Desmond Doss akhirnya tetap bisa lulus sebagi prajurit dan bisa ikut berperang tanpa harus membawa senjata apapun karena ditugaskan sebagai tentara paramedis, walaupun sebenarnya tentara paramedis juga tetap harus membawa senjata untuk membela diri.

Pada tahun 1945 Desmond Doss ditugaskan ke Okinawa Jepang di Divisi 77. Tugas Divisi Infantri 77 adalah merebut sebuah bukit yang disebut sebagai Hacksaw Ridge (Bukit gergaji), Bukit itu sangat strategis sehingga jika berhasil direbut akan sangat melemahkan kekuatan militer Jepang.

Tugas Divisi 77 tempat Desmond Doss bertugas itu sangat berat karena divisi-divisi sebelumnya gagal merebut bukit itu dan habis dibantai tentara Jepang. Untuk merebut bukit Hacksaw Ridge, para tentara Divisi 77 harus memanjat dengan tali dan sesampainya di atas akan “disambut” hujan tembakan dan bom dari tentara Jepang.


Hari pertama Divisi 77 yang dibantu tembakan meriam dari Angkatan Laut mendapatkan hasil yang gemilang karena berhasil menduduki sebagian bukit dan memukul mundur tentara Jepang. Desmond Doss seakan mendapat perlindungan Tuhan karena walaupun tidak bersenjata tapi tetap bisa menolong teman-temannya yang terluka. Mulia sekali hati Desmond Doss karena teman-teman Desmond Doss yang ditolongnya  itu waktu latihan pernah beramai-ramai menghajar Desmond Doss tapi tak ada sedikitpun dendam dan kebencian.


Tapi hari kedua, pasukan Jepang melakukan serangan balasan dengan kekuatan yang lebih besar sehingga pasukan Divisi 77 dihajar habis-habisan dan terpaksa turun dari bukit. Luar biasa sekali perjuangan Desmond Doss, walaupun ditinggal pergi teman-temannya, ia dengan tanpa senjata tetap bertahan di bukit untuk menolong teman-temannya yang terluka.
Jika menemukan temannya yang terluka Desmond Doss akan menariknya dan menurunkan dari bukit dengan tali.


Hampir 12 jam Desmond Doss bekerja keras walaupun harus main “kucing-kucingan” dengan tentara Jepang. Yang mengharukan, setelah berhasil menolong satu tentara, Desmond Doss dengan memegang Alkitab kecil pemberian istrinya berdoa “Lord, help me to get one more” (Tuhan, tolonglah aku agar bisa menolong satu orang lagi) lalu mencari lagi tentara yang terluka bahkan tentara Jepang pun ditolongnya.
Tuhan sepertinya mengabulkan doa Desmond Doss karena walaupun dikelilingi tentara Jepang yang siap membunuh tapi Desmond Doss tetap berhasil menolong belasan tentara, SENDIRIAN karena tentara paramedis lain sudah gugur. Benar-benar mukjizat.

Karena merasa tentara Jepang yang datang semakin banyak, Desmond Doss sambil menolong atasannya yang terluka parah yaitu Sersan Howell akhirnya turun dari bukit.
Desmond Doss disambut sebagai pahlawan. Tak disangka-sangka tentara yang dulu sempat dicaci-maki sebagai pengecut dan dengan badan yang kecil kerempeng bisa menolong belasan orang yang badannya lebih besar, sendirian dan tanpa senjata lagi. Benar-benar keberanian yang luar biasa.

Keesokan harinya, Divisi 77 akan melakukan serangan balasan tapi para tentara hanya bisa naik semangat tempurnya jika Desmond Doss ikut padahal waktu itu adalah hari Sabtu. Menurut gereja Desmond Doss, hari sabtu merupakan hari suci sehingga tidak boleh bekerja kecuali dengan doa khusus.
Para tentara tetap sabar menunggu Desmond Doss berdoa walaupun serangan menjadi terlambat 10 menit dari yang dijadwalkan.


Desmond Doss ternyata bisa membangkitkan semangat tempur para tentara, Divisi 77 berhasil merebut Hacksaw Ridge. Tapi Desmond Doss tidak bisa melanjutkan pertempuran karena mengalami luka parah pada penyelamatannya yang paling heroik, bagaimanakah itu? Saya persilahkan menonton sendiri agar bisa merasakan betapa mengharukannya aksi heroik Desmond Doss itu karena ia sempat hampir kehilangan Alkitab kesayangannya.

Opini saya tentang film ini
Menurut saya inilah film paling bagus dari film yang pernah saya tonton sampai saat ini (lebay ya..). Tapi memang benar lo... tidak hanya pesan moralnya tapi adegan perang bisa ditampilkan sangat seru dan realistik sekali, tidak kalah dengan film Saving Private Ryan.

Terutama saya sangat apresiasi dengan tokoh nyata yang ditampilkan pada film ini yaitu Prajurit Desmond Doss yang bisa menjadi pahlawan perang tanpa senjata apalagi membunuh, kurang apa lagi coba....
Selama karir militernya, Desmond Doss tercatat menyelamatkan 75 tentara sehingga presiden Amerika waktu itu yaitu Presiden Harry Truman memberinya penghargaan yang merupakan penghargaan tertinggi di Militer Amerika yaitu Medal of Honor. Saya tampilkan fotonya :


Dan ini saya tampilkan foto aksi heroik Prajurit Desmond Doss di Bukit Hacksaw Ridge :


Desmond Doss meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 23 Maret 2006 di usia 87 tahun dan beliau telah mengajarkan bahwa menjadi pahlawan tidak harus lewat kekerasan.

1 comment:

anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :
Custom Search