anim-button
Untuk film animasi saya bahas di blog tersendiri, Silahkan klik button ini :

Tuesday, January 24, 2012

WAR HORSE


Genre : drama
Sutradara : Steven Spielberg
Pemain : David Thewlis,Benedict Cumberbatch,Jeremy Irvine,Emily Watson,Peter Mullan,Tom Hiddleston
Tanggal rilis : 25 Desember 2011
Durasi : 146 menit

Film yang diangkat dari novel yang sangat laris di Inggris ini bercerita tentang persahabatan seorang pemuda bernama Albert Narracot dengan seekor kuda yang diberi nama Joey pada waktu Perang Dunia ke-1.

Pada awalnya di kota Devon di Inggris, seorang remaja bernama Albert sangat kagum melihat seekor kuda jantan yang baru saja dilahirkan. Kuda jantan itu memang sangat menarik karena tidak hanya terlihat kuat tetapi karena penampilannya yang unik yaitu tubuhnya berwarna coklat tetapi keempat kakinya pada bagian bawah berwarna putih sehingga seperti memakai kaos kaki dan di kepalanya juga ada tanda segitiga berwarna putih.
Albert sangat ingin memiliki kuda jantan itu dan ternyata keinginan Albert terkabul karena ketika kuda itu dewasa, ayah Albert membeli kuda itu seharga 30 poundsterling.
Ayah Albert dulunya adalah seorang tentara kavaleri (pasukan berkuda) tetapi terpaksa dipensiunkan sebelum waktunya karena kakinya menjadi cacat akibat terluka sewaktu berperang. Setelah pensiun dari tentara, ayah Albert bekerja sebagai petani.

Pada awalnya terjadi masalah karena ibu Albert tidak setuju dengan pembelian kuda itu karena kuda itu lebih mirip kuda untuk lomba pacuan daripada kuda pekerja. Keluarga Albert memang sedang dalam masalah besar karena mempunyai hutang yang cukup besar pada seorang pria bernama Lyons.
Ayah Albert berusaha membayar hutangnya dengan menanam lobak di ladangnya dan ayah Albert berjanji pada Lyons akan membayar hutang dari penjualan lobak itu setelah panen.

Albert yang sadar dengan masalah besar keluarganya berusaha membantu dengan melatih kuda yang baru saja dibeli dan diberi nama Joey itu membajak ladang.
Dengan susah payah Albert akhirnya berhasil melatih Joey menarik bajak sehingga ladangnya bisa ditanami bibit lobak. Selain itu, Albert juga bisa membuat siulan khusus yang bisa memanggil Joey dan yang lebih menggembirakan lagi, bibit lobak tumbuh menjadi lobak yang siap dipanen.

Tapi apa mau dikata, datang hujan badai yang menghancurkan semua tanaman lobak keluarga Albert sehingga ayah Albert terancam tidak bisa membayar hutangnya pada Lyons.
Terjadilah hal yang sangat menyakitkan bagi Albert karena untuk bisa membayar hutangnya, ayah Albert terpaksa menjual Joey pada pasukan kavaleri Inggris. Pada saat itu memang pecah perang antara Inggris melawan Jerman sehingga pasukan kavaleri Inggris butuh kuda-kuda untuk dijadikan kuda perang.

Mengetahui Joey akan dijadikan kuda perang, Albert menemui salah satu perwira kavaleri Inggris yaitu Kapten Nicholls dan mengajukan diri menjadi tentara kavaleri agar bisa menjaga Joey. Tapi sayang sekali, permohonan Joey itu ditolak karena Albert belum cukup umur untuk menjadi tentara.
Tetapi Kapten Nicholls berjanji pada Albert akan selalu menjaga Joey dengan cara menjadikan Joey sebagai kuda tunggangannya.

Setelah menjalani latihan menjadi kuda perang, Joey memulai tugasnya sebagai kuda perang dengan ditugaskan ke Prancis pada tahun 1914 untuk menyerang pasukan Jerman.
Sesuai dengan janjinya pada Albert, Kapten Nicholls menjadikan Joey sebagai kuda tunggangannya tapi sayang sekali pasukan Inggris hanya bersenjatakan pedang sedangkan pasukan Jerman bersenjatakan senapan mesin, akibatnya pasukan Inggris kalah .
Banyak tentara Inggris yang tewas tertembak senapan mesin Jerman termasuk Kapten Nicholls. Kuda-kuda pasukan Inggris juga banyak yang tewas tapi untung Joey tetap hidup tetapi menjadi milik pasukan Jerman.

Joey bisa lepas dari pasukan Jerman karena dibawa lari oleh 2 tentara Jerman yang lari dari perang atau desersi. Joey dan satu kuda bernama Topthorn dibawa pergi oleh 2 tentara Jerman yaitu Gunther dan kakaknya Michel.
Gunther dan Michel membawa lari Joey dan Topthorn kemudian menyembunyikannya di sebuah kincir angin milik penduduk Prancis.

Tapi sayang sekali, tempat persembunyian Gunther dan Michel akhirnya ketahuan pasukan Jerman. Kedua tentara kakak beradik yang desersi itu ditangkap dan dibawa pergi pasukan Jerman tapi untung saja Joey dan Topthorn ditinggalkan di Kincir angin.
Joey dan Topthorm ditemukan oleh anak perempuan pemilik kincir angin bernama Emilie dan dijadikan binatang peliharaannya.

Emilie yang hanya tinggal sendiri dengan kakeknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal akibat serangan tentara Jerman memelihara Joey dan Topthorn dengan penuh kasih sayang. Tetapi tiba-tiba datang lagi pasukan Jerman yang merampas harta benda milik rakyat Prancis.
Emilie sudah berusaha menyembunyikan Joey dan Topthorn tetapi akhirnya ketahuan juga oleh pasukan Jerman sehingga Emilie terpaksa merelakan kedua kuda kesayangannya dirampas tentara Jerman.

Joey dan Topthorn kembali dipelihara oleh pasukan Jerman dan harus bekerja sangat berat yaitu menarik meriam raksasa ke puncak bukit.
Tapi untung saja Joey dan Topthorn bisa tetap bertahan hidup dan meriam-meriam raksasa juga berhasil ditarik ke atas bukit karena selain badan Joey memang kuat, Joey dan Topthorn dibawah peliharaan seorang tentara Jerman yang sangat sayang pada kudanya.

Empat tahun kemudian yaitu di tahun 1918, Joey dan Topthorn bersama pasukan Jerman diserang oleh pasukan Inggris. Pasukan Jerman yang memang sudah mulai kalah lari kocar-kacir meninggalkan kuda-kudanya. Joey terpaksa melarikan diri sendirian karena Topthorn mati kelelahan.
Luar biasa, Joey bisa lari diantara pasukan Inggris dan pasukan Jerman yang saling menembak dengan serunya tanpa tertembak.
Tetapi pelarian Joey terpaksa terhenti karena tersangkut pada kawat-kawat berduri.

Ketika tembak-menembak sudah selesai, Joey yang tergeletak tak berdaya karena tersangkut kawat berduri terlihat oleh pasukan Inggris dan pasukan Jerman yang berlindung di paritnya masing-masing.
Tentara Inggris dan tentara Jerman walaupun ingin menolong Joey tapi tidak ada yang berani keluar dari paritnya karena takut tertembak.

Para tentara Inggris dan tentara Jerman hanya berani mengeluarkan siulan yang diharapkan bisa memanggil Joey tapi Joey tentu saja tidak bisa dipanggil dengan siulan-siulan itu karena hanya siulan dari Albert yang bisa memanggilnya.
Sebenarnya pada saat itu ada Albert karena ia sudah menjadi tentara Inggris tapi sayang sekali, Albert tidak tahu telah bertemu dengan Joey karena matanya untuk sementara buta terkena gas beracun Jerman.

Sampai suatu ketika seorang tentara Inggris bernama Colin nekad keluar dari parit untuk menolong Joey  dengan membawa bendera putih dengan harapan tidak ditembak oleh tentara Jerman. Untung saja tentara-tentara Jerman tahu etika perang sehingga tidak menembak.
Tapi Colin tetap tidak bisa menolong Joey karena tidak membawa tang untuk memotong kawat berduri. Tak diduga, datang seorang tentara Jerman bernama Peter dengan membawa tang.

Colin dan Peter berhasil membebaskan Joey tapi terjadi perdebatan, siapa diantara mereka yang akan membawa Joey. Tapi untung pertentangan itu bisa diselesaikan dengan damai yaitu dengan undian melempar koin. Colin menang undian dan bisa membawa Joey ke paritnya.

Tetapi setelah ditangani seorang dokter, kaki Joey dinyatakan lukanya terlalu parah dan sulit untuk disembuhkan. Untuk mengakhiri penderitaan Joey, sang dokter menyuruh seorang sersan untuk menembak mati Joey.
Untung disaat yang genting itu, Albert walaupun dalam keadaan buta mendengar kabar ada seekor kuda masuk ke markas. Albert yang berfirasat bahwa kuda itu adalah Joey mengeluarkan siulan khasnya untuk memanggil Joey dan Joey masih mengenali siulan itu sehingga ia menghampiri Albert.

Lebih menggembirakan lagi, Albert bisa meyakinkan komandannya bahwa Joey adalah kuda yang dipeliharanya sejak kecil karena walaupun dalam keadaan mata yang diperban, Albert bisa menceritakan tanda istimewa di tubuh Joey yaitu keempat kakinya berwarna putih pada bagian bawah dan ada tanda segitiga putih di kepala Joey.
Karena sudah terbukti bahwa Joey adalah milik salah seorang tentara Inggris maka dokter dan para perawat akhirnya bersedia merawat Joey sampai sembuh.

Walaupun Albert dan Joey akhirnya sembuh dari luka-lukanya dan perang juga selesai untuk kemenangan Inggris tetapi mereka belum bisa bersatu kembali karena menurut peraturan, kuda-kuda perang yang tidak diperlukan lagi itu harus dilelang.

Para tentara teman Albert menunjukkan sikap setia kawan dengan mengumpulkan uang sebanyak 29 poundsterling untuk diberikan kepada Albert agar bisa membeli lagi Joey.
Pada awalnya dengan uang sebanyak 29 poundsterling, Albert kelihatannya bisa memenangkan lelang Joey tapi tiba-tiba muncul seorang laki-laki tua yang memenangkan lelang Joey karena ia berani membeli Joey dengan harga 100 poundsterling.

Laki-laki tua yang berhasil membeli Joey itu ternyata adalah Kakek Emilie tetapi Emilie sendiri sudah meninggal dunia. Ternyata Kakek Emilie mendengar kabar tentang lelang Joey si kuda hebat yang bisa selamat dari perang dengan ajaib maka Kakek Emilie rela berjalan kaki selama 3 hari dan menjual ladangnya agar bisa membeli Joey untuk mengenang Emilie.

Albert sudah memohon kepada Kakek Emilie untuk menyerahkan Joey tapi Kakek Emilie tetap tidak mau menyerahkan Joey karena Joey adalah sarana untuk mengenang Emilie yang telah tiada.
Kakek Emilie pergi untuk kembali ke Prancis dan Albert sudah pasrah dengan nasibnya tapi tiba-tiba Joey lari meninggalkan Kakek Emilie dan menghampiri Albert.
Akhirnya Kakek Emilie sadar bahwa Joey akan lebih bahagia bersama Albert dan sepertinya hal itulah yang diinginkan Emilie. Kakek Emilie akhirnya menyerahkan Joey kepada Albert dengan sukarela.

Setelah terpisah sekian tahun akhirnya Albert bisa bersatu lagi dengan Joey, kuda kesayangannya. Pada akhir film ditampilkan Albert dengan mengendarai Joey pulang ke ladangnya dan disambut kedua orangtuanya dengan sukacita.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Film yang menceritakan persahabatan manusia dengan hewan jika digarap dengan bagus (apalagi disutradarai oleh sutradara sekaliber Steven Spielberg) memang benar-benar mengharukan, saya sampai hampir nangis nonton film ini. Bahkan kabarnya permaisuri Putra Mahkota Kerajaan Inggris (Pangeran William) yaitu Kate Middleton juga sampai meneteskan air mata ketika menonton pemutaran perdana film ini.

Tapi film ini tidak hanya berisi adegan yang membuat air mata menetes lo… di film ini biarpun porsinya sedikit, ada juga adegan pertempuran yang seru dan mendebarkan. Pantas saja deh… film ini menjadi box office di Inggris. 

Thursday, January 12, 2012

OBA : THE LAST SAMURAI


Genre : drama
Sutradara : Hideyuki Hirayama
Pemain : Yutaka Takenouchi, Toshiaki Karasawa, Mao Inoue, Takayuki Yamada, Sean McGowan, Tomoko Nakajima, Daniel Baldwin, Treat Williams.
Tanggal rilis : 11 Februari 2011
Durasi : 128 menit

Film Jepang yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang kegigihan sekelompok tentara Jepang pimpinan Kapten Sakae Oba ketika melawan pasukan Amerika yang jauh lebih banyak dan lebih kuat di Pulau Saipan di Jepang pada Perang Dunia ke-2.
Kegigihan dan strategi tempur yang cemerlang dari Kapten Sakae Oba benar-benar mengagumkan Pasukan Amerika sehingga mereka menjuluki Kapten Sakae Oba sebagai “The Fox” atau Sang Rubah (sejenis srigala yang terkenal dengan kecerdikannya).

Untuk mengalahkan Jepang pada Perang Dunia ke-2, pasukan Amerika menyerang pulau yang sangat strategis bagi militer Jepang yaitu Pulau Saipan yang terletak di Kepulauan Mariana Jepang pada tanggal 15 Juni 1944.
Pada serangan itu, Amerika mengerahkan 70.000 tentara sedangkan Pulau Saipan hanya dijaga oleh 20.000 tentara Jepang. Akibatnya bisa ditebak, pasukan Jepang kalah dan yang masih hidup melarikan diri ke gunung.

Sesuai dengan tradisi Jepang, para tentara Jepang yang malu dengan kekalahannya melakukan harakiri atau bunuh diri tetapi ada beberapa tentara Jepang yang memutuskan tidak melakukan harakiri dan bertekad untuk tetap melawan pasukan Amerika, salah satunya adalah Kapten Sakae Oba karena menurut Kapten Sakae Oba, berperang bukan hanya untuk mati tetapi untuk menang.

Dengan keberanian yang luar biasa, sekitar 4000 tentara Jepang yang tidak melakukan harakiri itu menyerang pasukan Amerika di Pulau Saipan sebelah barat pada tanggal 7 Juli 1944. Pertempuran yang dikenang dengan nama Perang Saipan itu benar-benar dahsyat karena hampir semua tentara Jepang dan 2000 tentara Amerika tewas hanya dalam waktu beberapa jam, hanya sedikit tentara Jepang yang bertahan hidup salah satunya adalah Kapten Sakae Oba.
Kapten Sakae Oba dengan puluhan anak buahnya yang masih hidup melarikan diri ke gunung dan bertekad masih tetap akan melakukan perlawanan. Tentara Amerika tentu saja tidak tinggal diam dan melakukan pengejaran, pasukan Amerika yang melakukan pengejaran itu dipimpin oleh Kapten Herman Lewis.

Pasukan Amerika pimpinan Kapten Herman Lewis berhasil melacak arah Kapten Sakae Oba melarikan diri karena kelembutan hati Kapten Sakae Oba sendiri. Pada waktu lari ke gunung, Kapten Sakae Oba dan anak buahnya menemukan sebuah rumah yang semua penghuninya mati karena mereka lebih suka bunuh diri daripada menyerah pada tentara Amerika, tapi ternyata di rumah itu masih hidup seorang bayi.
Dengan keadaannya sebagai buronan, Kapten Sakae Oba dan anak buahnya tentu saja tidak mungkin merawat bayi itu maka agar bayi itu bisa tetap hidup, Kapten Sakae Oba mengikat pita merah di rumah bayi itu dengan harapan ditemukan oleh pasukan Amerika walaupun para anak buahnya tidak setuju karena membuat arah pelarian mereka diketahui oleh pasukan Amerika.

Tindakan kemanusiaan Kapten Sakae Oba itu berhasil karena ketika pasukan Kapten Herman Lewis sampai di rumah si bayi, pita merahnya menarik perhatian sehingga bayi itupun ditemukan oleh Kapten Herman Lewis.
Kapten Herman Lewis ternyata juga punya rasa kemanusiaan seperti Kapten Sakae Oba sehingga ia memerintahkan anak buahnya untuk merawat bayi itu. Tapi akibatnya sangat fatal karena pasukan Amerika jadi tahu arah pelarian Kapten Sakae Oba dan anak buahnya.

Walaupun arah pelariannya sudah diketahui tetapi tetap tidak mudah bagi Pasukan Kapten Herman Lewis untuk menangkap Kapten Sakae Oba karena Kapten Sakae Oba sudah menyiapkan jebakan-jebakan yang bisa menewaskan tentara Amerika.

Sampai suatu ketika di tengah hutan, Kapten Sakae Oba bertemu dengan sekitar 200 rakyat Jepang yang juga tidak sudi menyerah pada tentara Amerika sehingga mereka juga melarikan diri ke gunung.
Pada awalnya Kapten Sakae Oba meninggalkan 200 rakyat Jepang itu karena berniat melawan pasukan Amerika tanpa melibatkan mereka. Tetapi karena tiba-tiba datang pesawat tempur Amerika yang memborbardir 200 rakyat Jepang itu maka Kapten Sakae Oba bertekad untuk melindungi mereka.
Kapten Sakae Oba segera memerintahkan untuk membangun 3 kamp untuk 200 rakyat Jepang itu agar bisa tersembunyi dari pasukan Amerika.

Walaupun kamp-kamp buatan Kapten Oba itu akhirnya diketahui oleh tentara Amerika, Kapten Oba dan para pengikutnya tetap tidak mau menyerah begitu saja. Dengan cerdiknya, Kapten Sakae Oba bisa memanfaatkan hutan di Pulau Saipan yang penuh dengan bukit dan gua-gua itu untuk bersembunyi sehingga tidak terlihat oleh pasukan Amerika. Bahkan anak buah Kapten Sakae Oba bisa melakukan serangan balik yang sangat merepotkan pasukan Kapten Herman Lewis.
Dalam usahanya untuk menyergap Kapten Sakae Oba dan para pengikutnya, anak buah Kapten Herman Lewis hanya bisa menewaskan 2 tentara Jepang dan menangkap 6 orang itupun hanya rakyat biasa (bukan tentara) tetapi di pihak Amerika belasan tentaranya tewas.
Kecerdikan strategi tempur Kapten Sakae Oba itu membuat Kapten Herman Lewis sangat kagum sehingga ia menjuluki Kapten Sakae Oba sebagai “The Fox”.

Tetapi akhirnya Kapten Sakae Oba mulai berubah pikiran karena kehabisan makanan dan obat-obatan. Kapten Sakae Oba sudah memerintahkan 3 orang untuk mencuri makanan dan obat-obatan dari pasukan Amerika yaitu Chieko Aono (seorang perawat wanita yang sangat benci pada tentara Amerika karena keluarganya terbunuh oleh tentara Amerika) dengan dikawal 2 tentara anak buah Kapten Sakae Oba, tetapi 3 orang utusan Kapten Sakae Oba itu gagal, 2 anak buah Kapten Sakae Oba tewas tertembak sedangkan Chieko Aono tertangkap.
Maka agar 200 rakyat Jepang pengikutnya tetap bertahan hidup, dengan berat Hati Kapten Sakae Oba terpaksa menyuruh 200 rakyat Jepang itu untuk menyerahkan diri pada pasukan Amerika sedangkan Kapten Sakae Oba dan anak buahnya tetap tidak menyerah dan akan melanjutkan perlawanan.

Kapten Herman Lewis yang sadar bahwa Kapten Sakae Oba sulit untuk ditaklukkan secara militer menggunakan cara halus tanpa kekerasan untuk membuat Kapten Sakae Oba menyerah seperti menyebarkan brosur yang isinya meminta untuk menyerah dan mengirimkan seorang Jepang yang mau diajak bekerjasama dengan Amerika untuk membujuk Kapten Sakae Oba tetapi semua usaha Kapten Herman Lewis itu gagal.
Bahkan ketika akhirnya Negara Jepang menyerah pada tahun 1945 karena 2 kotanya yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh pasukan sekutu, Kapten Sakae Oba tetap tidak mau turun gunung dan menyerah pada pasukan Amerika.

Hati Kapten Sakae Oba akhirnya luluh juga setelah atasannya yaitu seorang Kolonel memerintahkannya untuk menyerah.
Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1945, Kapten Sakae Oba memimpin 47 anak buahnya yang masih hidup untuk turun gunung dan menyerahkan diri pada pasukan Amerika.
Kapten Herman Lewis ternyata sangat terkesan dengan kegigihan dan kecerdikan strategi tempur Kapten Sakae Oba sehingga ia menyambut penyerahan diri Kapten Sakae Oba dan anak buahnya dengan upacara militer yang megah.

Opini Saya Tentang Film Ini :
Walaupun film ini diangkat dari kisah nyata tetapi tidak semua cerita dan tokoh di film ini benar-benar nyata karena ada beberapa yang sengaja diubah atau ditambahkan agar cerita film ini lebih dramatis dan menarik. Bagi saya hal itu tidaklah penting karena yang penting film ini enak ditonton dan cukup menghibur, Saya memang menonton film ini hanya sebagai hiburan dan bukan sebagai referensi sejarah hehehe…

Tidak hanya cukup menghibur tapi saya juga cukup terkesan dengan acting para pemainnya yang sangat meyakinkan terutama acting pemeran Kapten Sakae Oba (Yutaka Takenouchi) yang benar-benar bisa menampilkan karakter seorang pemimpin yang sangat kharismatik sehingga disegani oleh kawan maupun lawan.
Akhir kata film ini cukup saya rekomendasikan karena benar-benar bisa menampilkan kegigihan, keberanian, kepemimpinan dan semangat cinta tanah air.

Foto asli menyerahnya Kapten Oba pada pasukan Amerika
Inilah foto asli Kapten Oba ketika menyerah pada tanggal 1 Desember 1945

Saturday, December 31, 2011

THE SWORD WITH NO NAME


Genre : romantic action
Sutradara : Kim Yong-Gyun
Pemain : Jo Seung-woo,Soo-ae,Cheon Ho-Jin, Choi Jae-Woong, Kim Young-Min
Tanggal rilis : 24 September 2009
Durasi : 124 menit

Film yang berlatar belakang Korea pada abad ke-18 ini diawali ketika seorang putri bangsawan Korea dari dinasti Joseon yaitu Min Ja Yeoung bertemu dengan seorang pemburu bernama Mu Myeong.
Pada waktu itu Min Ja Yeong yang sudah jenuh dan suntuk dengan rutinitasnya sebagai bangsawan akan menghibur diri dengan berjalan-jalan di pantai kemudian bertemu dengan Mu Myeong, maka Min Ja Tyeong membayar Mu Myeong untuk mengantarnya ke pantai.

Walaupun  Min Ja Yeong dan Mu-Myeong saling jatuh cinta dan saling cocok, mereka tetap tidak bisa bersatu karena status sosial yang berbeda jauh. Min Ja Yeong yang putri bangsawan dan terpelajar  itu tentu saja tidak mungkin menikah dengan Mu Myeong si pemuda miskin dan tidak berpendidikan.
Sampai akhirnya Mu Myeong harus menerima kenyataan ketika akhirnya Min Ja Yeong dinikahkan dengan raja Korea yang bernama Raja Gojong.
Min Ja Yeong menjadi ratu Korea dan bergelar Ratu Myeongseong.

Tetapi cinta Mu Myeong kepada Min Ja Yeong tidak pernah padam.  Agar bisa selalu dekat dengan Min Ja Yeong, Mu Myeong menjadi prajurit istana.
Perjuangan Mu Myeong agar bisa menjadi prajurit istana benar-benar luar biasa karena bagaimanapun juga jabatan prajurit istana bukanlah jabatan sembarangan dan tidak bisa diberikan kepada sembarang orang apalagi kepada pemuda miskin dan tidak berpendidikan seperti Mu Myeong. Maka Mu Myeong nekad menghadap ke ayah Raja Gojong yaitu Dae Won Kun yang menjadi pejabat istana setingkat bupati.

Mu Myeong minta kepada Dae Won Kun agar diijinkan untuk bertarung dengan ajudan Dae Won Kun yaitu Noe Jeon, jika Mu Myeong bisa mengalahkan Noe Jeon maka Dae Won Kun harus menerimanya sebagai prajurit istana,
Untung Dae Won Kun yang terkesan dengan kekerasan hati Mu Myeong tidak meminta Mu Myeong bertarung dengan Noe Jeon karena Noe Jeon adalah ahli pedang terbaik di Korea dan Mu Myeong pernah dikalahkannya.
Tetapi permintaan Dae Won Kun lebih mengerikan lagi yaitu Mu Myeong harus mau dijadikan bahan percobaan rompi anti peluru yang baru saja dibeli.

Untung sekali rompi anti peluru itu ternyata  cukup tangguh sehingga ketika dipakaikan kepada Mu Myeong kemudian Mu Myeong ditembak sepasukan penembak istana, Mu Myeong tidak mati. Maka Mu Myeong akhirnya bisa menjadi prajurit istana.
Lebih menggembirakan lagi, Min Jae Yeong akhirnya tahu bahwa Mu Myeong menjadi prajurit istana maka ia memerintahkan Mu Myeong menjadi pengawal pribadinya.
Maka walaupun Mu Myeong hanyalah prajurit istana dengan pangkat rendah, ia bisa berdekatan dengan Min Jae Yeong sang Ratu Korea dan demi cintanya pada Min Jae Yeong, Mu Myeong bertekad melindungi Min Jae Yeong sampai titik darah penghabisan.

Dan memang terjadi hal yang sangat berbahaya bagi Min Jae Yeong karena sebagai Ratu Korea, Min Jae yong menjalin hubungan diplomatik dengan Negara lain yaitu Rusia. Kedekatan Korea dan Rusia mengkhawatirkan Negara tetangga Korea yaitu Jepang karena militer Korea pasti akan menjadi semakin kuat jika bekerjasama dengan Rusia padahal Jepang berniat menjajah Korea.

Satu-satunya cara mencegah hubungan Korea dan Rusia adalah menyingkirkan penggagas hubungan kedua Negara itu yaitu Min Jae Yeong sang Ratu Korea. Celakanya, Jepang melalui salah satu mentrinya yaitu Miura Goro berhasil menghasut ayah Raja Korea yaitu Dae Won Kun untuk mau bekerjasama dengan Jepang menyingkirkan Min Jae Yeong.
Sebagai langkah pertama, Dae Won Kun secara diam-diam berhasil membunuh ibu Min Jae Yeong untuk menghancurkan mental Min Jae Yeong.

Min Jae Yeong tentu saja sangat sedih ibunya tewas dan walaupun masih sulit dibuktikan, Mu Myeong tahu bahwa yang membunuh ibu Min Jae Yeong adalah Dae Won Kun dan Noe Jeon.
Mu Myeong mendatangi Noe Jeon dan terjadilah pertarungan pedang yang seru. Mu Myeong dan Noe Jeon hampir saja saling membunuh tapi untung saja mereka terlalu asyik bertarung sehingga tanpa sadar mereka masuk ke dalam istana dan waktu itu sedang diadakan upacara penyambutan tamu dari Jepang.
Pertarungan Mu Myeong dan Noe Jeon bisa dihentikan oleh Raja dan Ratu Korea tapi sejak itu terjadilah permusuhan hebat antara Mu Myeong dan Noe Jeon.

Dae Won Kun dan Noe Jeon merencanakan siasat yang lebih kejam yaitu melakukan pemberontakan dengan menyuruh tentara-tentaranya untuk masuk ke istana dan membunuh Min Jae Yeong.
Ternyata pasukan Dae Won Kun lebih kuat dari pasukan istana sehingga bisa masuk ke istana dan nyawa Min Jae Yeong dalam bahaya tapi untung Mu Myeong cukup sigap dan berhasil membawa lari Min Jae Yeong ke dalam hutan.
Walaupun pemberontakan gagal, Dae Won Kun dan Neo Jeon merencanakan pemberontakan dengan sangat rapi sehingga tidak ketahuan bahwa merekalah dalang pemberontakan itu.

Setelah situasi aman, Mu Myeong mengembalikan Min Jae Yeong ke istana sehingga Mu Myeong dianggap sebagai pahlawan dan langsung diangkat sebagai jendral.

Tapi Dae Won Kun belum menyerah, Dae Won Kun menghasut Raja Korea dengan mengatakan bahwa ketika Mu Myeong menyelamatkan Min Jae Yeong ke hutan selama berhari-hari pasti terjadi perselingkuhan antara mereka berdua.
Untung Raja Korea tidak percaya begitu saja pada Dae Won Kun walaupun ia adalah ayahnya sendiri. Bahkan Raja Korea tersinggung karena istrinya dituduh selingkuh maka ia mencopot Dae Won Kun dari jabatannya sebagai pejabat istana. Walaupun begitu, ada juga rasa cemburu Raja Korea pada Mu Myeong maka ia juga memecat Mu Myeong dan melarangnya masuk ke istana.

Dae Won Kun sangat sakit hati karena dipecat anaknya sendiri maka ia melakukan pemberontakan yang lebih besar. Dae Won Kun dengan seluruh pasukannya menyerbu istana Raja Korea.
Karena cintanya yang begitu besar pada Min Jae Yeong, Mu Myeong walaupun sudah dipecat sebagai jendral tetap nekad menghadang Dae Won Kun dan pasukannya seorang diri.

Dengan keahlian beladirinya, walaupun seorang diri Mu Myeong bisa mengalahkan puluhan tentara Dae Won Kun yang sudah memakai rompi anti peluru itu (lebay juga ya…).
Tetapi Mu Myeong tetap tidak mungkin menghadapi seluruh pasukan Dae Won Kun yang jumlahnya ribuan itu tapi untung Mu Myeong berhasil meluluhkan hati Dae Won Kun dengan mengatakan yang dilawan oleh Dae Won Kun adalah Raja Korea yang merupakan anaknya sendiri.
Dae Won Kun akhirnya membatalkan pemberontakannya.

Sekali lagi Mu Myeong berjasa besar bagi kerajaan tapi karena masih ada rasa cemburu, Raja Korea tetap tidak mengijinkan Mu Myeong masuk ke istana dan hanya diberi hadiah uang yang sangat banyak.

Walaupun Dae Won Kun tidak lagi memusuhi Min Jae Yeong tapi Jepang tidak kehabisan akal, Mentri Jepang yaitu Miura Goro tetap berhasil menghasut ajudan Dae Won Kun yaitu Noe Jeon untuk tetap melakukan pemberontakan.
Maka Noe Jeon dengan pasukan Jepang yang dipimpin sendiri oleh Miura Goro menyerbu istana Korea. Dan tenyata pasukan Jepang lebih kuat sehingga berhasil masuk ke istana.
Lagi-lagi karena cintanya kepada Min Je Yeong, Mu Myeong menyusup masuk ke istana untuk menyelamatkan Min Je Yeong.

Mu Myeong berusaha mengajak Min Jae Yeong untuk kembali melarikan diri ke hutan tapi ditolak oleh Min Jae Yeong karena ia malu pada rakyatnya jika melarikan diri dari perang. Walaupun begitu, Mu Myeong bertekad melindungi Min Jae Yeong sampai titik darah penghabisan.
Min Jae Yeong juga menunjukkan rasa cintanya kepada Mu Myeong dengan memberi pakaian perang yang dibuatnya sendiri.

Terjadi  kejutan yang menggembirakan karena tiba-tiba Noe Jeon berbalik memihak Mu Myeong dan memusuhi pasukan Jepang.
Noe Jeon dan Mu Myeong yang tadinya musuh bebuyutan sekarang saling bahu-membahu melawan pasukan Jepang bahkan Noe Jeon rela berkorban dengan bergerak di depan Mu Myeong ketika ditembak oleh pasukan penembak Jepang dan gugurlah Noe Jeon.
Sekarang Mu Myeong harus melindungi Min Jae Yeong seorang diri tapi Mu Myeong tetap tidak menyerah karena cintanya pada Min Jae Yeong.

Pasukan Jepang berhasil masuk ke ruang Min Jae Yeong tapi langsung dihadang oleh Mu Myeong. Dengan keahlian pedangnya, Mu Myeong bisa mengalahkan pasukan Jepang yang terdiri dari para Ninja dan Samurai yang juga hanya bersenjatakan pedang.
Tapi  Miura Goro mengerahkan pasukan penembaknya yang bersenjatakan senapan dan gugurlah Mu Myeong.
Karena tidak ada lagi yang melindungi, Min Jae Yeong akhirnya berhasil dibunuh oleh Miura Goro dan anak buahnya.

Akhirnya tewaslah Min Jae Yeong dan Mu Myeong, dua sejoli yang sebenarnya saling mencintai tapi tidak bisa bersatu karena status sosial yang berbeda.

Opini saya tentang film ini :
Walaupun cerita romantis Min Jae Yeong dan Mu Myeong hanyalah cerita fiktif tetapi Min Jae Yeong Sang Ratu Korea bergelar Ratu Myeongseong memang benar-benar ada. Ratu Myeongseong lahir pada tanggal 19 Oktober 1851 dan wafat pada tanggal 8 Oktober 1895 karena dibunuh oleh tentara Jepang.
Berikut ini saya tampilkan lukisan asli Ratu Myeongseong (diambil dari Wikipedia):

Menurut saya film ini cukup layak ditonton karena berhasil menggabungkan dua genre yaitu romantic dan action menjadi tontonan yang menarik dan menghibur. Dan memang walaupun film ini masuk di Indonesia pada tahun 2011, film ini dirilis tahun 2009 dan menjadi Box Office Asia.

Thursday, November 10, 2011

AA DEKHEN ZARA

Genre : sci-fi thriller
Sutradara : Jehangir Surti
Pemain : Neil Nitin Mukesh,Bipasha Basu,Rahul Dev,Sophie Choudry
Musik : Pritam Chakraborty,Gourov Dasgupta
Tanggal rilis : 27 Maret 2009
Durasi : 117 menit

Ray adalah sseorang fotografer yang tinggal di kota Mumbai di India. Sayang sekali, Ray hidup miskin karena karirnya sebagai fotografer kurang sukses sehingga Ray tidak berani mendekati gadis yang ditaksirnya yaitu seorang DJ cantik bernama Simi.


Nasib Ray mulai berubah total setelah ia mendapat warisan berupa kamera dari kakeknya yaitu Dr. Animesh Joshi yang berprofesi sebagai ilmuwan.
Dr. Animesh Joshi mewariskan kamera buatannya kepada Ray dan ternyata kamera itu sangat canggih karena bisa meramalkan kejadian di masa depan, jika Ray memotret sesuatu dengan kamera canggih itu maka ketika dicetak hasilnya adalah foto obyek yang dipotret di masa yang akan datang. Lebih canggih lagi, Ray bisa mengatur obyek yang dipotretnya itu akan dicetak dengan kejadian di masa depan pada tanggal berapa.


Berkat kamera canggih itu, Ray bisa dekat dengan Simi karena ketika Ray memotret Simi, hasil cetakannya adalah gambar Simi akan ditembak seseorang ketika sedang bertugas sebagai DJ. Berkat ramalan kamera canggih itu, Ray bisa menyelamatkan Simi tepat pada waktunya.
Akhirnya Ray bisa juga berpacaran dengan Simi.


Tetapi apalah artinya keberhasilan Ray itu jika ia tetap hidup miskin? Maka Ray memanfaatkan kamera canggihnya untuk berjudi yaitu mengikuti lotre dan taruhan balap kuda. Berkat ramalan kamera canggihnya, Ray bisa menang pada semua lotre dan taruhan balap kuda yang diikutinya sehingga Ray menjadi kaya raya.
Keberhasilan Ray juga diikuti dengan keberhasilan Simi karena Simi mendapat tawaran untuk membuat album rekaman.


Tapi muncul masalah pertama, Ray yang tampan, kaya dan selalu menang judi itu digoda oleh wanita yang memang lebih cantik dan sexy daripada Simi yaitu Sophia.
Karena Ray lebih memperhatikan Sophia daripada Simi maka retaklah hubungan Ray dan Simi.
Ray tentu saja sangat sedih dengan kepergian Simi yang sebenarnya lebih dicintainya daripada Sophia tapi muncul masalah yang lebih menakutkan karena tanpa sengaja Sophia menemukan kamera ajaib Ray dan memotret Ray ,setelah dicetak ternyata hanya tampak warna hitam yang berarti Ray akan mati. Karena foto Ray itu bertanggal 6 hari lagi maka berarti Ray juga akan mati 6 hari lagi.


Ray sangat tertekan karena ditinggal Simi dan umurnya tinggal 6 hari lagi tapi muncul masalah ketiga yang jauh lebih berat karena ternyata ada seorang polisi jahat yang dijuluki Captain mengetahui kamera ajaib Ray,
Karena tergiur dengan keajaiban kamera yang bisa membuat kaya raya dari judi itu, Captain menculik Simi dan meminta Ray menyerahkan kamera ajaibnya sebagai tebusan.

Untung sekali dengan keberaniannya, Ray berhasil membebaskan Simi tanpa harus menyerahkan kamera ajaibnya. Untuk menghindari Captain, Ray dan Simi melarikan diri ke Thayland tapi Captain tetap mengejarnya sampai Thayland.


Dengan keahliannya sebagai polisi, Captain berhasil melacak hotel tempat Ray dan Simi menginap. Walaupun sudah dibantu dengan ramalan dari kamera ajaib, Ray dan Simi tetap hampir tertangkap oleh Captain tapi untung sekali Ray dan simi ditolong oleh seseorang yang tak terduga yaitu Sophia sehingga bisa lolos dari kejaran Captain.

Ternyata Sophia sebenarnya adalah agen rahasia polisi yang ditugaskan untuk menyelidiki kamera ajaib Ray. Jadi sebenarnya pemerintah India diam-diam sudah mengetahui penemuan rahasia Dr. Animesh Joshi yaitu kamera ajaib.
Sophia mengantarkan Ray dan Simi pada atasannya yaitu Puri.


Tapi celakanya, ternyata Puri juga tergiur dengan kamera ajaib Ray yang bisa membuat kaya raya itu karena Puri meminta Ray menyerahkan kameranya dengan alasan akan sangat berguna bagi kemajuan negara India.
Puri ketahuan “belangnya” karena ketika Ray minta penyerahan kamera ajaib dilakukan secara resmi di hadapan pers, Puri menolaknya bahkan Puri menembak mati Sophia dan juga akan menembak Ray dan Simi untuk merebut kamera ajaib.
Untung sekali di saat yang sangat genting itu datang Captain yang juga berniat merebut kamera ajaib maka akibatnya Captain dan Puri saling tembak-menembak.

Disaat Captain dan Puri saling bertarung, Ray dan Simi berhasil melarikan diri tetapi dikejar oleh Captain. Dengan kecerdikannya, Ray dan Simi berhasil lolos dari Captain tapi celakanya Puri berhasil memfitnah Ray dan Simi sebagai pembunuh Sophia akibatnya Ray dan Simi tidak hanya harus menghadapi kejaran Captain dan Puri tetapi juga harus menghadapi kejaran seluruh polisi Thayland.


Tetapi Ray dan Simi tetap tidak mau menyerah dan bertekad tidak akan menyerahkan kamera ajaib pada orang-orang jahat seperti Captain dan Puri.
Dengan dibantu seorang supir taxi bernama Murly, Ray berhasil menjebak Captain dan Puri untuk bertemu di suatu tempat pada malam hari.
Ray dan Simi berhasil mengatasi Puri karena Puri dan temannya seorang polisi Thayland bernama Inspektur Baan berhasil ditembak mati.

Ray dan simi tinggal menghadapi Captain tapi pada malam itu adalah malam saat Ray mati menurut ramalan kamera ajaib. Ramalan ajaib itu kelihatannya benar karena untuk merebut kamera ajaib, Captain sempat menembak Ray sehingga Ray jatuh ke dalam sumur.
Walaupun begitu, Captain tetap tidak bisa mendapatkan kamera ajaib karena sudah rusak terbanting-banting.


Benarkah Ray mati sesuai ramalan kamera ajaib? Ramalan kamera ajaib memang benar tetapi Ray tidak mati karena Ray bergerak sangat cepat melompat ke dalam sumur untuk menghindari tembakan Captain sehingga tembakan Captain meleset dan kamera ajaib juga meleset memotret Ray maka yang dipotret kamera ajaib di masa depan adalah langit malam yang memang hitam dan gelap, jadi pantas saja ketika dicetak hasilnya hanya warna hitam.

Akhirnya Ray tidak mati dan bisa pulang ke India bersama Simi.

Opini saya tentang film ini :

Walaupun tema cerita film ini cukup aneh (bahasa jawanya ngoyoworo) yaitu kamera yang bisa meramal tapi menurut saya film yang merupakan gabungan Sci-Fi dan thriller ini cukup menghibur karena penuh dengan adegan action yang seru dan pasti tidak membuat ngantuk, di India film ini juga bisa jadi box office.

Yang menurut saya istimewa, seperti biasanya di film Bollywood pasti ada adegan tarian dan nyanyiannya tapi nyanyian di film ini berbeda dengan film-film Bollywood yang pernah saya tonton karena bisanya jenis musiknya mirip musik dangdut tetapi di film ini musiknya lebih terasa pop dan rock.
Custom Search